app.feed.latestCryptoNews
Sedang trending
XRP Pamerkan Tren Inflow ETF 3 Minggu, Tapi Kenapa Harga Masih Terkunci di Bawah US$1,50?
- XRP tetap stabil, namun arus masuk ETF yang melemah memperlihatkan risiko breakdown tersembunyi
- Dip buyer mendukung XRP sekarang, namun US$1,25 tetap sangat rentan
- Permintaan institusional melambat tajam saat XRP mendekati support terpentingnya
Upbit Indonesia & IDNFT Gelar Web3 On Campus di UNSRAT, Perkuat Literasi Web3 dan Wawasan Karier
Manado, 12 Februari 2026 – Masih dalam rangkaian pelaksanaan Web3 On Campus, kali ini Upbit Indonesia dan IDNFT hadir di Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado. Program Web3 On Campus merupakan kolaborasi antara IDNFT, Upbit Indonesia, dan perguruan tinggi yang bertujuan mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi seputar blockchain, crypto, Web3, dan
BNP Paribas Bergabung dengan BlackRock dan JPMorgan dalam Tren Tokenisasi Dana di Ethereum
- BNP Paribas, bank terbesar di Eropa, telah meluncurkan dana pasar uang ter-tokenisasi di blockchain Ethereum publik.
- Perusahaan mengatakan bahwa mereka menggunakan model akses permissioned yang dikontrol secara ketat untuk memenuhi persyaratan regulasi yang ketat.
- Raksasa perbankan Prancis bergabung dengan perusahaan lain seperti BlackRock dalam menegaskan Ethereum sebagai layer penyelesaian utama untuk keuangan tradisional.
CEO Perle Labs Ahmed Rashad tentang Mengapa AI Butuh Infrastruktur Data yang Terverifikasi
AI agent mendominasi ETHDenver 2026, mulai dari keuangan otonom hingga robotik on-chain. Namun, seiring meningkatnya antusiasme terhadap “ekonomi agentic”, muncul pertanyaan yang lebih sulit: bisakah institusi membuktikan data pelatihan apa yang digunakan sistem AI mereka? Salah satu startup yang menargetkan masalah ini adalah Perle Labs, yang berpendapat bahwa sistem AI membutuhkan rantai kepemilikan data pelatihan
Menjelaskan Respons Presiden Trump terhadap Larangan Tarif dari Mahkamah Agung: Lebih Banyak Tarif?
- Mahkamah Agung melarang Trump menggunakan kekuasaan darurat untuk memberlakukan tarif, tapi tidak melarang tarif sepenuhnya. Mahkamah hanya membatasi satu metode hukum tertentu.
- Trump menanggapi dengan mengumumkan tarif global baru sebesar 10% berdasarkan undang-undang yang berbeda, sambil mempertahankan tarif yang sudah ada. ini berarti tarif tetap berlanjut melalui wewenang hukum alternatif.
- Pasar mungkin tetap volatil karena tarif meningkatkan biaya dan ketidakpastian, sehingga berpotensi memengaruhi saham, aset kripto, dan mendorong aset safe-haven seperti emas dan perak.
Bagaimana Aset Kripto dan Saham AS Bereaksi terhadap Larangan Tarif Trump oleh Mahkamah Agung
- Aset kripto dan saham global naik setelah Mahkamah Agung memblokir tarif Trump, sehingga menghilangkan salah satu sumber utama ketidakpastian perdagangan dan ekonomi.
- Keputusan tersebut mengembalikan kontrol tarif kepada Kongres, membatasi kekuasaan presiden dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi.
- Bitcoin dan aset berisiko mendapatkan keuntungan karena risiko tarif mereda, sehingga meningkatkan ekspektasi likuiditas dan mendukung pemulihan pasar yang lebih luas.
Web3 on Campus Hadir di Universitas Sam Ratulangi, Bahas Peluang Karier di Industri Web3
Program edukasi Web3 on Campus kembali digelar dan kali ini menyambangi Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT). Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai potensi teknologi Web3. Sekaligusm membuka wawasan terkait peluang karier di industri terdesentralisasi yang terus berkembang. Mengusung tema “Revolusi Industri Terdesentralisasi – 1001 Potensi dan Peluang Karier di Industri Web3”, acara ini
Kripto Alami Reli Setelah Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump — Ini Alasannya
- Mahkamah Agung membatalkan tarif global Trump.
- Pasar reli seiring pengembalian dana US$150 miliar yang akan segera terjadi.
- Bitcoin sempat reli sebelum akhirnya kehilangan kenaikan.
Dari Layer Likuiditas ke Mesin Eksekusi: Cara Omniston Melakukan Skala di Produksi
Membangun decentralized application (DApp) swap sebenarnya cukup sederhana. Tapi, menjalankannya di kondisi pasar nyata — bersama bot, pelaku arbitrase, dan likuiditas yang sangat fluktuatif — sangat berbeda. BeInCrypto berbincang dengan Andrey Fedorov, CMO & CBDO di STON.fi Dev pada acara Consensus Hong Kong untuk mengupas seperti apa proses itu berjalan sesungguhnya. STON.fi diluncurkan sebagai AMM
Saat Pasar Modal Beralih ke Chain Lebih Cepat, World Markets Meluncur di MegaETH
Selama bertahun-tahun, pasar aset kripto berjalan dengan adanya jurang yang jelas. DeFi memperkenalkan perdagangan yang terbuka dan transparan, sedangkan centralized exchange masih menangani sebagian besar penemuan harga. Perbedaannya ada di infrastruktur. Kebanyakan blockchain lebih fokus menjalankan aplikasi, bukan perdagangan kecepatan tinggi. Order book, selisih harga yang ketat, dan lindung nilai secara real-time butuh eksekusi cepat