Pasar kripto menunjukkan sinyal hijau dalam 24 jam terakhir seiring melonjaknya harga Bitcoin. Di tengah euforia ini, fenomena 3 altcoin reli yang dipimpin oleh Polkadot (DOT), NEAR Protocol (NEAR), dan Uniswap (UNI) menjadi pusat perhatian investor.
Analisis mendalam dari Tri Agung Prasetyo, seorang analis lokal yang aktif memberikan edukasi serta sinyal trading bagi komunitasnya di Telegram, menyoroti bahwa meski ada pantulan harga, investor tetap harus mencermati struktur pasar yang masih berada dalam zona transisi.
Polkadot (DOT): Reli Fantastis di Tengah Struktur Bearish
Polkadot mencatatkan performa memukau dengan kenaikan 34% dan berhasil menembus EMA 50 di level US$1,60. Namun, Tri Agung Prasetyo mencatat bahwa struktur pasar DOT secara High Timeframe (HTF) masih cenderung bearish dengan pola lower high dan lower low.
Kenaikan saat ini di nilai sebagai relief rally untuk mengisi zona imbalance (FVG) di area US$1,4–US$1,5. Agar pemulihan ini valid menjadi pembalikan tren (reversal), DOT harus mampu melakukan daily close kuat di atas Bearish Order Block (~US$1,9). Jika gagal, tekanan jual institusi di prediksi akan kembali masuk.
NEAR dan Uniswap: Menguji Area Krusial
Sentimen positif juga menyapu NEAR Protocol dan Uniswap yang masing-masing naik 21%. Namun, berdasarkan pemetaan Tri Agung, keduanya menghadapi tantangan teknis serupa:
- NEAR Protocol: Saat ini sedang berupaya keluar dari area imbalance bawah (US$1,05–US$1,15). Tanpa penutupan harian di atas US$1,50, kenaikan ini masih di anggap sebagai counter-trend rally. Area supply utama di US$1,80–US$1,90 tetap menjadi tembok besar bagi para bulls.
- Uniswap (UNI): Mendekati level psikologis US$4, UNI menunjukkan tanda Change of Character (CHoCH) kecil. Namun, target realistis jangka pendek adalah mengisi imbalance tengah di area US$4,5. Bias tetap bearish selama area supply atas (US$5,8–$6,0) belum di rebut kembali.
Sinyal Bull Run: Akankah Momentum Berlanjut?
Lonjakan harga ini di dorong oleh arus masuk ETF Bitcoin sebesar US$507 juta. Namun, Tri Agung Prasetyo memperingatkan bahwa secara teknis, banyak altcoin yang naik hanya untuk menjemput likuiditas di area supply lama (magnet harga) sebelum melanjutkan distribusi turun.
Kenaikan DOT, NEAR, dan UNI memberikan angin segar bagi pasar yang lesu. Jika stabilitas Bitcoin mampu mendukung altcoin untuk bertahan di atas level dukungan baru, pasar berpotensi masuk ke fase konsolidasi menuju tren naik berkelanjutan. Konfirmasi kunci tetap berada pada kemampuan aset-aset ini menembus strong high terakhir mereka.
Bagaimana pendapat Anda tentang tren 3 altcoin reli ini, apakah ini awal pembalikan harga atau hanya jebakan sesaat? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!