a16z crypto, cabang venture capital yang berfokus pada aset kripto dari Andreessen Horowitz, dikabarkan sedang mencari sekitar US$2 miliar untuk dana kripto kelimanya.
Penggalangan dana ini terjadi saat pasar aset kripto secara umum sedang mengalami penurunan, sementara perusahaan venture capital juga menghadapi tekanan yang makin berat.
A16z Crypto Kurangi Ukuran Dana dengan Putaran Fokus Blockchain untuk 2026
Menurut Fortune, perusahaan ini menargetkan menutup putaran ini pada akhir paruh pertama tahun 2026. Dana kelima ini hanya akan berfokus pada investasi di bidang blockchain.
Dana terbaru ini jauh lebih kecil dibandingkan dana keempat a16z crypto yang sebesar US$4,5 miliar. BeInCrypto melaporkan pada 2022 bahwa dana tersebut dibagi menjadi US$1,5 miliar untuk pendanaan awal dan US$3 miliar untuk investasi venture.
Kali ini, a16z crypto memilih siklus penggalangan dana yang lebih singkat agar bisa lebih cepat memanfaatkan tren yang terus berubah di dunia aset kripto.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Pada 2018, a16z crypto meluncurkan dana pertamanya senilai US$300 juta dan sejak saat itu menjadi pemain aktif di pasar. Data dari CryptoRank memperlihatkan bahwa pada Q4 2025, mereka mendukung Kalshi dan menginvestasikan US$50 juta di protokol staking Solana, Jito. Tahun ini, perusahaan berinvestasi di Babylon, Kairos, dan Talos.
Sebagai investor Tier 1 dengan retail ROI sebesar 22,08x, a16z memiliki 187 investasi dengan rata-rata US$10-20 juta per pendanaan, sehingga berhasil membangun portofolio venture capital kripto yang sangat besar.
Fokus investasi perusahaan ini meliputi artificial intelligence (27,78%), prediction market (16,67%), dan API serta alat pengembang (11,11% masing-masing), selain kategori lainnya.
a16z bukan satu-satunya perusahaan yang tengah mengumpulkan dana segar. Bulan lalu, Dragonfly Capital juga menutup pengumpulan dana sebesar US$650 juta. Ini menunjukkan masih adanya minat institusi terhadap investasi venture di kripto.
Dana Venture Capital Kripto Alami ‘Identity Crisis’ di Tengah Tantangan Pasar
Pasar aset kripto secara umum menghadapi berbagai tantangan, melanjutkan penurunan yang bermula sejak Oktober. Bitcoin (BTC) turun 16,7% sejak awal tahun, meski sempat mengalami rebound. Aset besar lain di kelompok market cap atas juga mengalami tekanan.
Penurunan ini juga berdampak ke aset digital treasury, saham kripto, hingga dana venture capital. Pada awal Februari, Bloomberg melaporkan bahwa dana venture capital yang berfokus pada kripto sedang menghadapi apa yang disebut sebagai “krisis identitas.”
Menurut laporan itu, dana yang berfokus pada kripto mulai mengalihkan perhatian ke sektor yang kinerjanya lebih baik seperti infrastruktur stablecoin dan prediction market on-chain. Beberapa juga melebarkan bisnis ke industri lain seperti fintech dan artificial intelligence (AI).
“Web3 sebagai kategori pada dasarnya untuk saat ini belum bisa dijadikan target investasi utama. Orang-orang sudah meninggalkan NFT, gaming, dan platform DeFi berikutnya yang hanya dibangun demi kepentingan sendiri. Bahkan VC kripto yang masih punya dana segar beralih besar-besaran ke fintech dan stablecoin, serta prediction market. Semua yang lain masih kesulitan menarik perhatian,” ujar Santiago Roel Santos, founder dan CEO perusahaan private equity kripto Inversion, dalam pernyataannya.
Namun, komitmen berkelanjutan dari a16z ini menandakan bahwa mereka yakin masih ada peluang menciptakan nilai jangka panjang di situasi pasar seperti saat ini.
Apakah upaya terbaru ini akan menjadi titik nadir bagi venture kripto atau hanya konsolidasi di antara pemain paling tangguh di sektor ini, jawabannya akan sangat tergantung pada apakah penurunan pasar saat ini mampu melahirkan perusahaan breakout yang benar-benar layak mendapatkan modal pada masa sulit ini.
Langganan YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis menyajikan insight ahli