Cysic telah meluncurkan sistem AI baru yang bisa membuat meme coin hanya dari perintah teks sederhana. Pengguna cukup memasukkan ide atau topik yang sedang tren, lalu sistem akan membuat semua yang dibutuhkan untuk meluncurkan token tersebut. Ini termasuk karya seni, naskah pemasaran, hingga smart contract-nya.
Sistem ini bekerja lewat sekelompok AI agent khusus. Setiap agent menangani tugas berbeda, seperti desain, penulisan, ataupun proses peluncuran.
AI agent ini berkoordinasi secara otomatis, sehingga bisa menyelesaikan seluruh alur kerja tanpa campur tangan manusia.
Tetapi, perbedaan utamanya ada pada verifikasi. Setiap aksi AI selalu disertai bukti kriptografi. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memastikan bahwa semua pekerjaan sudah selesai dengan benar, jadi tidak perlu hanya mengandalkan rasa percaya saja.
Fitur ini menjawab kekhawatiran umum mengenai alat AI yang seringkali beroperasi sebagai “kotak hitam” (black box) dan kurang transparan.
Sebelum peluncuran ini, Cysic sudah mengetes sistem tersebut dengan banyak pengguna. Lebih dari 500.000 orang mencoba sistem ini selama masa uji coba.
Pada periode tersebut, jaringan memproses jutaan perhitungan terverifikasi saat berkolaborasi dengan berbagai proyek blockchain lain yang fokus pada teknologi zero-knowledge.
“Meme coin hanya permulaan; mereka yang paling terlihat. Infrastruktur yang sama untuk meluncurkan token bisa menjalankan inferensi AI terverifikasi untuk protokol DeFi, mendukung agent trading otonom, atau melakukan pemeriksaan kepatuhan yang rumit,” ujar Leo Fan, Founder dan CEO Cysic.
Untuk sekarang, pembuatan meme coin ini hanya sebagai demo. Ini membuktikan bahwa banyak AI agent bisa menjalankan proses rumit dan bertahap secara cepat. Tapi, sistem dasarnya memiliki penggunaan yang jauh lebih luas.
Contohnya, model ini bisa mendukung trading otomatis, operasi DeFi, atau pemeriksaan kepatuhan secara otomatis. Untuk setiap kasus, hasilnya tetap bisa diverifikasi.
Namun, masih ada pertanyaan yang tersisa. Sistem seperti ini harus menyeimbangkan kecepatan dan proses verifikasi, khususnya saat beban kerja bertambah. Meski begitu, peluncuran ini jadi sinyal pergeseran menuju sistem AI yang lebih transparan dan akuntabel di dunia aset kripto.