Kembali

CEO Coinbase Sebut Bank pada Akhirnya Akan Menuntut Stablecoin yang Memberikan Bunga

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

27 Desember 2025 21.00 WIB
Tepercaya
  • CEO Coinbase Brian Armstrong bilang bank-bank AS yang sekarang menolak bunga stablecoin pada akhirnya akan melobi supaya itu diizinkan.
  • Ia berpendapat bahwa perebutan atas GENIUS Act mencerminkan bank-bank yang mempertahankan simpanan berbiaya rendah daripada kekhawatiran soal keamanan yang sebenarnya.
  • Sampai bank menerbitkan dolar tokenisasi mereka sendiri, perusahaan seperti Coinbase ingin mempertahankan kerangka yang ada.
Promo

CEO Coinbase, Brian Armstrong, memprediksi bahwa bank-bank di AS akan membalikkan sikapnya terhadap regulasi stablecoin dan akhirnya akan melobi Kongres agar mengizinkan pembayaran bunga pada aset digital tersebut.

Prediksi Armstrong, yang ia unggah 27 Desember di X, berlawanan dengan upaya sektor perbankan saat ini yang ingin menghilangkan fitur pemberi imbal hasil dari GENIUS Act.

Sponsored
Sponsored

Armstrong prediksi bank akan ubah kebijakan larangan bunga stablecoin

Armstrong menilai, para pemberi pinjaman sekarang sedang melindungi dana simpanan berbiaya rendah, tapi nantinya mereka akan terpaksa mengadopsi teknologi ini agar tetap bisa bersaing dalam menarik modal.

“My prediction is the banks will actually flip and be lobbying FOR the ability to pay interest and yield on stablecoins in a few years,” Armstrong wrote.

Prediksi ini mengubah cara pandang terhadap pertarungan regulasi di balik GENIUS Act. Armstrong membingkainya sebagai pertarungan antara perlindungan keuntungan lama dengan perkembangan pasar yang tidak bisa dihindari.

GENIUS Act yang resmi berlaku pada Juli 2025, melarang penerbit stablecoin seperti Circle dan Tether membayar bunga langsung kepada para holder.

Tapi, aturan ini tetap mengizinkan perantara—seperti exchange—menyalurkan imbal hasil dari cadangan aset Treasury kepada pengguna.

Karena kebijakan ini, pelobi perbankan saat ini meminta legislator untuk membuka kembali undang-undang itu dan menutup celah yang ada.

Sponsored
Sponsored

Mereka berargumen, sekarang platform non-bank bisa menawarkan imbal hasil Treasury yang hampir bebas risiko sekitar 4% sampai 5% untuk aset kas yang likuid. Dalam situasi seperti itu, bank komersial kesulitan bersaing jika tidak menaikkan tingkat bunga simpanan dan itu akan menekan margin bunga bersih mereka.

Tapi, Armstrong menyebutkan bahwa upaya mengubah undang-undang yang sudah berlaku adalah “garis merah” bagi industri aset kripto.

Ia juga mengkritik sikap lobi perbankan dengan menyebutnya sebagai “mental gymnastics.” Armstrong menyoroti kontradiksi dengan alasan kekhawatiran keamanan sementara tetap mempertahankan model bisnis yang membayar bunga di bawah rata-rata pasar kepada para nasabahnya.

CEO Coinbase turut menyebut besaran dana lobi yang dikeluarkan oleh grup dagang perbankan saat ini sebagai “100% wasted effort.”

Perlu dicatat bahwa koalisi dari 125 perusahaan aset kripto, termasuk Coinbase, belum lama ini mengirimkan surat ke Komite Perbankan Senat yang menolak adanya revisi. Mereka berpendapat bahwa membuka ulang undang-undang tersebut justru akan mengurangi kepastian regulasi.

Pendapat Armstrong ini menunjukkan bahwa nantinya bank akan kehilangan kemampuan untuk menahan dana simpanan dengan bunga nyaris nol. Sebagai gantinya, bank akan menerbitkan token dolar mereka sendiri agar langsung bisa mengambil keuntungan dari selisih imbal hasil tersebut.

Sampai perubahan itu betul-betul terjadi, Coinbase dan sejumlah perusahaan lain berniat mempertahankan aturan yang berlaku sekarang, sehingga mereka tetap bisa menjadi “interface” dengan imbal hasil tinggi untuk para pemegang dolar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori