XRP turun 11,4% sejauh ini di bulan Desember, menempatkan aset ini dalam jalur untuk menutup tahun dengan kinerja negatif dan mengakhiri rekor dua tahun berturut-turut meraih keuntungan tahunan. Penurunan ini mencerminkan melemahnya momentum pasar, di mana data on-chain menunjukkan tekanan jual yang semakin besar seiring dengan meningkatnya arus masuk ke Binance.
Meski situasinya bearish, beberapa analis tetap cukup optimistis. Mereka berpendapat bahwa XRP berpotensi pulih seperti siklus tahun 2017.
SponsoredPeningkatan arus masuk ke Binance menandakan tekanan jual XRP yang semakin besar
XRP kesulitan bersama pasar kripto secara umum pada kuartal ini, mencatat kerugian bulanan berturut-turut. Data dari CryptoRank menunjukkan token ini turun 11,9% pada Oktober, lalu anjlok lebih tajam 13,8% di November.
Kelemahan ini berlanjut sampai Desember, dengan XRP turun 11,4% sejauh bulan ini. Di tengah penurunan ini, analis Darkfost menyoroti tanda-tanda tekanan jual yang makin meningkat.
Data on-chain menunjukkan kenaikan tajam arus masuk XRP ke Binance mulai 15 Desember, dengan setoran harian antara 35 juta XRP dan puncaknya mencapai 116 juta XRP pada 19 Desember. Lonjakan ini terjadi setelah periode arus masuk exchange yang relatif stabil dan moderat.
“Arus masuk ini umumnya diartikan sebagai potensi niat untuk menjual, apalagi jika jumlahnya naik cepat,” ujar Darkfost.
Menurut analis tersebut, pergeseran ini juga menandakan perubahan perilaku investor.
Sponsored Sponsored“Sementara sebagian besar pelaku pasar fokus pada strategi holding sejak Oktober, tren dua minggu terakhir menunjukkan peralihan ke aksi ambil untung untuk posisi lama, serta capitulation dan penjualan rugi dari investor yang baru masuk,” terang dia.
Sebuah analisis BeInCrypto baru-baru ini juga menemukan bahwa wallet yang menyimpan XRP selama 2 hingga 3 tahun turun tajam dari 14,26% dari pasokan pada 26 November menjadi sekitar 5,66% pada 26 Desember.
Terakhir, Darkfost menambahkan selama arus masuk ke exchange tetap tinggi atau terus meningkat, XRP akan kesulitan memasuki fase akumulasi yang sebenarnya. Analis itu memperingatkan tekanan jual yang berkelanjutan bisa memperpanjang koreksi saat ini dan bahkan mungkin mendorong harga turun lebih dalam.
Sponsored SponsoredApakah XRP Akan Melakukan Pemulihan Seperti Tahun 2017?
Meski demikian, beberapa pengamat pasar tetap optimistis soal prospek koin ini. Seorang analis menyoroti kemungkinan pola Adam and Eve terbentuk di grafik 1 jam XRP.
Pola Adam and Eve adalah formasi teknikal pembalikan arah yang menandakan potensi perubahan tren dari turun menjadi naik. Formasi ini berisi dua titik terendah berbeda: yang pertama, disebut dasar “Adam”, berbentuk tajam dan menyerupai huruf V, mencerminkan sentimen panik untuk menjual.
Yang kedua, dasar “Eve”, berbentuk lebih bulat, menandakan harga mulai stabil dan tekanan jual berkurang. Konfirmasi breakout di atas garis leher pola ini biasanya jadi sinyal bullish, yang mengindikasikan pembeli mulai mengambil alih kendali.
Selain itu, beberapa analis berpendapat struktur pasar XRP saat ini sangat mirip dengan perilaku harga di tahun 2017.
Sponsored“Measured move untuk XRP mengatakan US$15+. Harga, setelah breakout di 2017, langsung mengikuti pergerakan measured move dan harga, dengan breakout baru-baru ini yang sangat mirip, nampaknya berada di jalur yang sama untuk mengulangnya lagi. Ini mengisyaratkan potensi kenaikan mendekati 8X atau lebih dari 690%,” tulis Javon Marks.
Namun, perlu dicatat bahwa perbandingan seperti ini sangat bergantung pada simetri historis, yang belum tentu terulang di kondisi pasar berbeda.
Menjelang 2025, XRP tetap berada di persimpangan. Kenaikan arus masuk ke exchange menunjukkan tekanan jual, sementara indikator teknikal dan perbandingan historis mengisyaratkan potensi pemulihan. Apakah sinyal bullish mampu mengalahkan melemahnya fundamental on-chain kemungkinan akan lebih jelas dalam beberapa minggu ke depan.