Akhir tahun biasanya membuat banyak posisi dipangkas di pasar aset kripto. Wallet besar dan smart money sering mengurangi eksposur agar bisa mengamankan profit, menyimpan uang tunai, lalu menunggu sampai kondisi likuiditas rendah selesai. Itu hal yang biasa untuk bulan Desember. Walaupun begitu, beberapa aset justru malah memperlihatkan hal sebaliknya. Para crypto whale kembali menambah kepemilikan mereka di beberapa frame waktu sekaligus.
Satu aset mengalami akumulasi konsisten selama 30 hari, yang lain mendapatkan dukungan whale dalam 7 hari terakhir, dan aset ketiga baru saja mendapat arus masuk segar dalam 24 jam terakhir.
Chainlink (LINK)
Token pertama dalam daftar yang dibeli oleh crypto whale adalah Chainlink. Wallet whale telah meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 57,79% selama 30 hari terakhir. Artinya, whale menambah sekitar 680.000 LINK dalam periode tersebut.
SponsoredDengan harga LINK saat ini, jumlah tersebut hampir setara dengan akumulasi senilai US$8,5 juta.
Mau info token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Akumulasi ini terjadi saat harga Chainlink mengalami koreksi sekitar 7,5% pada periode yang sama. Wallet smart money justru mengurangi eksposur sebesar 5,2%, sehingga menunjukkan kalau para whale mulai mengambil posisi lebih awal, bukan mengincar pergerakan harga secara langsung.
Pada grafik, indikator Bull Bear Power (BBP) menampilkan bar merah yang mulai mengecil sejak tanggal 24 Desember. BBP mengukur jarak antara harga dan moving average untuk mengetahui apakah bull atau bear yang menguasai momentum. Saat bar merah mengecil, tekanan bearish pun mulai mereda.
Pada saat yang sama, LINK sedang mencoba merebut kembali resistance jangka pendek di sekitar US$12,50. Jika penutupan harian berhasil di atas level itu, token ini bisa kembali masuk dalam pembahasan breakout jangka pendek. Di atas US$12,50, level penting selanjutnya berada di sekitar US$12,98 dan US$13,75. Jika bisa menembus US$15,00, LINK bisa kembali ke zona bullish yang jelas.
Smart money keluar saat whale masih terus menambah kepemilikan, sehingga mengindikasikan persiapan yang lebih lambat. Struktur saat ini memperlihatkan bahwa whale sedang akumulasi ketika harga melemah untuk pergerakan potensial pada awal 2026, bukan breakout dalam waktu dekat. Sampai harga menembus US$12,50, LINK kemungkinan masih bergerak sideways. Jika harga turun ke bawah US$11,72, hipotesis bullish para whale bisa batal untuk sementara waktu.
Lido DAO (LDO)
Crypto whale juga beralih ke Lido selama 7 hari terakhir. Saldo mereka naik 30,34%, sehingga total kepemilikan klaster ini menjadi 17,49 juta LDO. Dengan harga LDO saat ini, whale menambah sekitar 4,07 juta LDO, setara dengan US$2,28 juta dalam seminggu.
Ini terjadi ketika harga token naik 4,2% pada periode yang sama, sehingga memperlihatkan bahwa whale membeli saat harga menguat.
Tidak semua pembeli besar itu anonim. Salah satu peningkatan paling menonjol datang dari Arthur Hayes, yang mengakumulasi 1,85 juta LDO senilai sekitar US$1,03 juta. Hal ini juga menjelaskan kenapa klaster “Public Figure” naik bersamaan dengan aktivitas whale.
Smart money, di sisi lain, menunjukkan sikap berlawanan. Saldo mereka turun 7,75%. Saldo exchange juga turun 1,49%, memberikan indikasi bahwa trader ritel mungkin lebih memilih menarik token dari exchange dibandingkan menjualnya. Perbedaan ini berarti hipotesis whale bisa membutuhkan waktu untuk terealisasi, sehingga kemungkinan besar baru bergerak di awal 2026, bukan dalam waktu dekat.
Pada grafik, Lido bergerak dalam range yang jelas antara US$0,59 dan US$0,49. Indikator On-Balance Volume (OBV), yang mengukur apakah volume mengalir masuk atau keluar, menembus tren turunnya pada 23 Desember.
Perubahan ini bersamaan dengan arus masuk whale yang mulai naik, jadi sinyal ini patut dipantau terus.
Penutupan harian di atas US$0,59 dibutuhkan untuk mengonfirmasi kekuatan baru. Level ini jebol pada 14 Desember dan belum pernah direbut kembali sejak itu. Jika pembeli bisa menembusnya dengan mantap, zona berikutnya yang perlu diperhatikan adalah US$0,76 (0,618 Fibonacci), lalu US$0,92, di mana momentum bisa berubah dari koreksi ke bullish.
Sampai saat itu, trading dalam rentang harga masih menjadi skenario utama. Jika harga turun di bawah US$0,49 maka pola harga LDO saat ini akan batal, apalagi jika smart money terus mengurangi eksposurnya di tengah volatilitas akhir tahun.
Sponsored SponsoredAster (ASTER)
Token ketiga dalam daftar ini adalah Aster. Token ini justru menarik minat whale dalam 24 jam terakhir, bukan karena tren akumulasi yang panjang. Dalam sehari terakhir, whale menambah 2,37% ke jumlah kepemilikan ASTER yang mereka miliki.
Setelah kenaikan ini, total kepemilikan whale sekarang ada di sekitar 19,23 juta ASTER. Dengan harga sekitar US$0,71 maka whale telah menambah kurang lebih 455.000 ASTER, atau senilai lebih dari US$320.000.
Penambahan ini memang tidak terlalu besar. Hal ini menarik perhatian karena ASTER sempat turun lebih dari 30% dalam sebulan ini, dan aksi akumulasi ini mungkin menjadi sinyal bahwa sentimen mulai berubah dari tekanan jual besar menuju posisi yang lebih hati-hati.
Pergerakan harga mendukung pandangan ini. ASTER turun tajam dari sekitar US$1,40 pada 19 November dan mendapat support di kisaran US$0,65, yang terus bertahan sepanjang Desember. Tekanan jual juga nampaknya mulai melemah. Pada indikator Wyckoff Volume, batang merah dan kuning (kontrol penjual) makin memudar sejak 15 Desember. Pergeseran ke batang merah/kuning yang lebih tipis ini menandakan dominasi penjual mulai turun.
Jika dugaan whale benar, upaya pemulihan dimulai dengan dorongan ke US$0,83 yang membutuhkan kenaikan sekitar 16% dari harga sekarang. Jika bisa melewati US$0,83, peluang ke US$1,03 terbuka lebar, lalu ke US$1,24 jika kondisi pasar makin membaik.
Jika harga turun di bawah US$0,65, maka skenario ini batal. Penurunan yang jelas di bawah level tersebut bisa membuat ASTER terancam turun ke level terendah baru, apalagi jika volatilitas akhir tahun meningkat.