Sentimen “ketakutan ekstrem” telah kembali mewarnai pasar di minggu terakhir Januari. Suasana ini menyebabkan posisi short mendominasi. Namun, sejumlah data menunjukkan beberapa altcoin berpotensi memicu likuidasi besar-besaran yang didorong oleh faktor khusus masing-masing.
Minggu ini, altcoin seperti Ethereum (ETH), Chainlink (LINK), dan River (RIVER) bisa sama-sama menyebabkan hampir US$5 miliar likuidasi. Berikut alasannya.
Sponsored1. Ethereum (ETH)
Peta likuidasi Ethereum selama 7 hari terakhir menunjukkan ketidakseimbangan yang serius antara potensi total likuidasi posisi short dan long.
Secara khusus, jika ETH naik kembali ke US$3.200 minggu ini, para penjual short bisa terkena kerugian likuidasi lebih dari US$4,8 miliar.
Ada alasan kuat mengapa para trader harus tetap waspada. Analis CW, menggunakan data Ethereum Whale vs. Retail Delta, menunjukkan bahwa whale telah kembali memegang kendali ETH selama seminggu terakhir. Metode pengukuran ini telah berubah dari negatif menjadi positif dan terus naik secara tajam.
“Investor ritel sedang terlikuidasi, sementara whale terus menambah posisi long mereka. Mereka yang paling dirugikan dari penurunan ini ya investor ritel. Whale akan terus menciptakan ketakutan hingga mereka menyerah,” ujar analis CW .
Laporan terbaru dari BeInCrypto juga memperlihatkan bahwa saat ETH turun ke bawah US$3.000, banyak whale justru meningkatkan akumulasi mereka. Pola ini bisa mendukung rebound serta menyebabkan kerugian besar bagi posisi short.
Sponsored Sponsored2. Chainlink (LINK)
Layaknya ETH, LINK juga mengalami ketidakseimbangan pada peta likuidasinya. Sentimen negatif di market altcoin pada akhir Januari telah mendorong trader derivatif menambah modal dan leverage ke posisi short LINK.
Akibatnya, para trader ini akan menanggung kerugian lebih besar jika LINK pulih. Jika LINK naik kembali ke US$13 minggu ini, total potensi likuidasi kumulatif posisi short dapat melampaui US$40 juta.
Sementara itu, data exchange menunjukkan cadangan LINK mencapai titik terendah bulanan baru di Januari menurut CryptoQuant. Grafik memperlihatkan bahwa meskipun harga turun, para investor tetap mengakumulasi LINK dan menariknya dari exchange. Perilaku ini mencerminkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset tersebut.
Selain itu, data dari platform analitik on-chain Santiment mengidentifikasi LINK sebagai salah satu altcoin yang undervalued setelah penurunan market baru-baru ini.
SponsoredJika tekanan akumulasi semakin kuat sementara harga menurun, rebound tak terduga bisa saja terjadi. Gerakan seperti ini akan meningkatkan risiko likuidasi untuk penjual short LINK di minggu ini.
3. River (RIVER)
River adalah protokol decentralized finance (DeFi) yang membangun sistem stablecoin chain-abstraction. Sistem ini memungkinkan pengguna menyetor jaminan di satu blockchain dan mengakses likuiditas di blockchain lain tanpa menggunakan bridge atau aset wrapped.
Kapitalisasi pasar RIVER bergerak berlawanan dengan tren market dan telah mencapai rekor baru di atas US$1,6 miliar. Hanya sebulan lalu, market cap-nya masih di bawah US$100 juta.
Kenaikan pesat ini membuat banyak trader mengalami FOMO. Akibatnya, posisi long kini mendominasi, yang berpotensi menimbulkan risiko likuidasi besar di sisi long.
Sponsored SponsoredJika RIVER bergerak berlawanan dari ekspektasi dan turun di bawah US$60 minggu ini, posisi long bisa mengalami kerugian likuidasi hingga US$35 juta.
Apakah skenario ini mungkin? Data on-chain memberikan beberapa sinyal peringatan. Data Etherscan menunjukkan bahwa lima wallet teratas River menguasai lebih dari 96,6% total suplai, menandakan konsentrasi yang sangat ekstrem.
“Itu dikendalikan oleh orang dalam, itu saja cuitannya. Terus manipulasi saja. Awalnya dari MYX, COAI, AIA lalu akhirnya hampir nol. Hati-hati,” ujar investor Honey .
Walaupun beberapa investor masih optimistis RIVER segera tembus US$100, sebagian lainnya mulai mengungkapkan keraguan dan khawatir akan terjadinya pembalikan harga. Pembalikan seperti ini bisa memicu risiko likuidasi signifikan pada posisi long RIVER.
Beberapa altcoin ini menunjukkan dinamika pasar yang berbeda di ruang altcoin pada akhir Januari. Analis secara umum sepakat bahwa pasar altcoin makin selektif. Hanya aset yang menarik minat institusi yang kemungkinan besar bisa mempertahankan arus modal masuk dan pertumbuhan jangka panjang.