Pada bulan Maret, pasar aset kripto masih berada di zona ketakutan ekstrem, dan tren turun pada altcoin masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang jelas. Dalam situasi ini, beberapa altcoin memiliki katalis unik masing-masing. Faktor-faktor ini mendorong banyak trader untuk bertaruh berlawanan dengan tren pasar secara keseluruhan, sehingga berpotensi menyebabkan kerugian likuidasi dalam jumlah besar.
Altcoin mana saja yang terlibat, dan risiko apa yang harus diperhatikan para trader derivatif di pekan ini?
1. Bittensor (TAO)
Pembicaraan positif mengenai Bittensor (TAO) mulai bermunculan karena harga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. TAO berhasil bangkit dari posisi terendah di US$144 bulan lalu hingga kini berada di atas US$196 pada bulan ini.
Para holder TAO meyakini altcoin ini memiliki beberapa keunggulan yang bisa menopang pemulihan. Saat ini, sekitar 68% pasokan TAO sedang di-staking. Meskipun harga TAO berfluktuasi, jumlah token yang di-staking terus meningkat dari 2023 hingga 2026.
“Saya percaya, dengan suplai yang beredar sangat rendah, jika permintaan meningkat, harga US$TAO bisa bereaksi sangat kuat. Jika kita lihat pada chart sekarang, US$TAO sepertinya berada di zona akumulasi yang cukup solid saat ini. Saya pribadi akan terus mengakumulasi lebih banyak US$TAO di kisaran ini. Target US$1.000.” – prediksi DeFi influencer Tanaka .
Rasa percaya diri ini membuat trader TAO berani memasang lebih banyak modal dan leverage untuk posisi Long di bulan Maret. Liquidation map menunjukkan bahwa volume likuidasi kumulatif untuk posisi Long TAO jauh lebih besar dibandingkan Short.
Trader Long percaya, momentum internal TAO dapat membantu harga bertahan dari tekanan jual yang dipicu oleh peningkatan sikap risk-off di pasar.
namun, perkembangan negatif dari Timur Tengah bisa memicu arus keluar modal dari altcoin semakin besar. Hal ini dapat mendorong harga semakin turun dan memicu gelombang likuidasi.
Data dari Coinglass menunjukkan, jika TAO turun ke kisaran US$160 minggu ini, posisi Long bisa terkena kerugian likuidasi hampir US$18 juta.
2. World Liberty Financial (WLFI)
Bulan lalu, BeInCrypto melaporkan usulan sistem staking WLFI Governance. Proposal ini bertujuan agar investor bisa lebih aktif terlibat dalam tata kelola WLFI.
Proposal tersebut mengharuskan staking sebagai syarat pemilihan suara dengan token yang tidak terkunci. Batas waktu voting semakin dekat. Lebih dari 99% suara mendukung proposal ini, sedangkan hanya 0,5% yang menolak.
Jika proposal ini lolos, bisa tercipta momentum permintaan untuk WLFI dan mendukung kenaikan harga. Sementara itu, peta likuidasi WLFI di exchange menunjukkan potensi volume likuidasi di sisi Short masih mendominasi.
Jadi, jika katalis baru ini mampu mendorong harga WLFI naik minggu ini dan melampaui US$0,11, posisi Short berpotensi mengalami kerugian likuidasi lebih dari US$13 juta.
3. OKB
Pada akhir pekan lalu, OKB melonjak 40% setelah Intercontinental Exchange (ICE), induk perusahaan New York Stock Exchange (NYSE), membeli saham OKX dengan valuasi US$25 miliar dan mendapatkan satu kursi di dewan direksi.
Altcoin ini terus menyedot perhatian para trader. Open Interest OKB naik dari US$17 juta minggu lalu menjadi lebih dari US$33 juta minggu ini.
Penjual Short mungkin beranggapan lonjakan harga baru-baru ini akan segera luntur karena sentimen pasar yang secara umum masih negatif. namun, trader Long merasa yakin dengan narasi kuat dari OKB sehingga nilai kapitalisasi pasarnya bisa tumbuh seiring kenaikan valuasi OKX.
“Meskipun pasar aset kripto dan altcoin terlihat suram, exchange terpusat tidak demikian. Investasi dari Intercontinental Exchange membuktikan hal ini. Platform CEX punya basis pengguna muda yang besar dan engine trading yang matang. Mereka bisa dengan mudah berekspansi ke kelas aset lain seperti emas, perak, minyak mentah, saham, dan ekuitas. Jika digabungkan dengan pasar prediksi dan news trading, platform CEX di masa depan bisa menjadi ekosistem trading baru di mana semuanya bisa diperdagangkan. Mereka mungkin akan berkembang menjadi super financial app, bukan hanya platform yang terbatas untuk kripto saja,” prediksi Colin Wu, Editor-in-Chief Wu Blockchain, .
Peta likuidasi tersebut memperlihatkan bahwa jika OKB turun ke US$87,2, volume likuidasi potensial kumulatif untuk posisi Long bisa melebihi US$6 juta. Sebaliknya, jika OKB naik sampai US$109,8, volume likuidasi potensial kumulatif untuk posisi Short bisa mencapai US$5 juta.
Secara keseluruhan, altcoin ini berada di tengah katalis internal positif dan tekanan negatif dari sentimen pasar yang lebih luas. Situasi ini menciptakan ujian penting yang bisa memicu volatilitas besar dan tak terduga, terutama bagi trader yang menggunakan leverage tinggi.