Pasar kripto sering bergerak berdasarkan posisi sebelum harga bereaksi. Di hari-hari terakhir Januari, perhatian mulai beralih ke sekelompok kecil altcoin Made in USA yang sekarang tidak lagi bergerak seirama dengan pasar secara umum, melainkan sudah menunjukkan tanda-tanda awal pergeseran besar, baik ke arah bullish maupun bearish.
Menjelang Februari, tiga altcoin Made in USA ini menjadi sorotan berdasarkan struktur harga, posisi on-chain, sinyal momentum, dan pola akumulasi.
Chainlink (LINK)
Salah satu altcoin Made in USA pertama yang patut dipantau pekan ini adalah Chainlink. Harga LINK belakangan kesulitan, turun sekitar 7,5% dalam tujuh hari terakhir dan sekitar 3,6% selama 30 hari terakhir. Sekilas, trennya masih lemah. Tapi, ada sejumlah sinyal dasar yang mulai berubah.
SponsoredDari sisi on-chain, Chainlink saat ini diperdagangkan di level MVRV 30-hari yang terbilang rendah. MVRV membandingkan rata-rata harga beli holder dengan harga saat ini.
Jika angkanya negatif, itu berarti banyak trader sedang menahan posisi rugi. Secara historis, kondisi ini menurunkan tekanan jual dan membuat risiko penurunan lebih kecil. Dengan kata lain, LINK sudah tidak ramai lagi dengan trader untung jangka pendek.
Grafik mempertegas gambaran ini. Antara akhir November sampai 25 Januari, harga Chainlink mencetak lower low, tapi Relative Strength Index (RSI)-nya justru membentuk higher low.
RSI mengukur momentum, dan pola tidak sejalan seperti ini dikenal sebagai bullish divergence. Pola ini sering terlihat ketika momentum penurunan mulai melemah, meski harga belum benar-benar berbalik naik.
Agar setup ini semakin kuat, Chainlink harus bisa kembali ke US$12,51, level yang sudah beberapa kali menjadi support dan resistance.
Jika harga bisa ditutup harian di atas level itu, maka sinyal rebound semakin kuat. Setelah itu, US$14,39 akan menjadi area yang bisa membalik tren besar menjadi bullish, membuka potensi menuju US$15,01.
Ingin wawasan token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Sponsored SponsoredJika harga justru menembus turun ke bawah US$11,35 pada penutupan harian, skenario bullish jadi melemah dan pemulihan perlu menunggu. Sampai saat ini, LINK tetap menjadi salah satu altcoin Made in USA paling menarik dari sisi teknis menyambut Februari.
World Liberty Financial (WLFI)
World Liberty Financial juga menjadi salah satu altcoin Made in USA yang menarik perhatian pekan ini, walau dengan alasan berbeda. WLFI naik sekitar 12% dalam 30 hari terakhir, tetapi posisi on-chain menunjukkan ada perpecahan tajam antara holder besar dan uang yang bergerak cepat.
Dalam periode yang sama, whale sudah mengurangi kepemilikan WLFI lebih dari 75%, sementara smart money wallet justru menambah eksposur hampir 95%.
Biasanya, smart money mewakili trader aktif jangka pendek, sedangkan whale lebih sering menandakan keyakinan jangka panjang. Jika dua kelompok ini sangat berbeda posisinya, biasanya hal itu pertanda situasi belum stabil, bukan tren yang jelas.
Grafik menunjukkan ketegangan tersebut. WLFI sedang membentuk pola head-and-shoulders di time frame harian, dengan neckline yang miring tajam ke bawah sehingga menguntungkan penjual. Struktur seperti ini memberi sinyal risiko penurunan semakin besar jika support gagal bertahan.
SponsoredToken ini juga baru saja kehilangan garis EMA (exponential moving average) 20-hari, dan kini berisiko menguji EMA 50-hari. Terakhir kali kedua garis itu ditembus sekaligus, harga sempat terkoreksi hampir 20%.
Lini EMA memberi bobot lebih pada harga terbaru sehingga lebih responsif terhadap perubahan tren. Garis-garis ini juga sering berfungsi sebagai zona support atau resistance penting.
Jika WLFI jatuh di bawah EMA 50 dan kemudian US$0,136, struktur penurunan makin kuat dan membuka potensi koreksi lebih dalam ke US$0,112.
Di sisi lain, berhasil tembus ke atas US$0,181 bisa mengembalikan kepercayaan pada thesis smart money. Pergerakan di atas US$0,191 akan membatalkan struktur bearish sepenuhnya.
Konflik ini membuat WLFI menjadi salah satu altcoin paling volatil yang patut dipantau di pekan terakhir Januari. Ada peluang rebound, namun keyakinan masih terbelah dan harga bisa bergerak tajam ke dua arah.
Render (RENDER)
Render melengkapi daftar altcoin Made in USA dengan setup yang lebih dipengaruhi oleh arus dana dibandingkan sentimen. Walau sudah naik lebih dari 50% dalam 30 hari terakhir, token ini terkoreksi sekitar 4% dalam 24 jam terakhir, sehingga beberapa trader mulai mempertanyakan apakah reli ini mulai kehilangan momentum.
Sponsored SponsoredData arus di exchange justru menunjukkan sebaliknya. Pada akhir Desember, Render mencatat arus masuk besar ke exchange yang menandakan tekanan jual yang kuat.
Pada puncaknya, arus bersih masuk mencapai sekitar 469.000 token. Per tanggal 26 Januari, angka tersebut sudah berbalik menjadi arus keluar bersih sekitar 9.800 token. Perubahan ini menunjukkan tekanan jual sudah sangat berkurang, dan akumulasi mungkin mulai terjadi.
Pada chart, RENDER sedang konsolidasi dalam channel menurun setelah reli tajam 130% dari 19 Desember sampai 11 Januari. Walau channel ini masih bertahan, harga saat ini menekan batas atasnya. Pergerakan di atas US$2,03 akan mematahkan channel dan mengubah struktur harga menjadi netral ke bullish.
Jika breakout itu terjadi, target kenaikan berada di sekitar US$2,37 dan US$2,71. Tapi jika gagal keluar dari channel, token ini tetap rentan dalam jangka pendek, dengan US$1,88 menjadi area pertahanan utama.
Breakdown lebih dalam baru kemungkinan terjadi jika harga turun di bawah US$1,49, yang masih cukup jauh dari harga saat ini.
Dengan narasi AI yang masih aktif dan tekanan jual yang kian mereda, Render menjadi salah satu altcoin Made in USA yang lebih seimbang secara struktur untuk dipantau di pekan terakhir Januari.
Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan 3 Altcoin made in USA di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!