Pasar kripto memasuki minggu pertama Februari dengan pertarungan yang semakin sengit antara kubu bull dan bear. Bear masih unggul, namun bull nampaknya mulai melihat peluang. Kondisi ini membuat volatilitas harga semakin rumit. Kerugian likuidasi makin meningkat baik di posisi Long maupun Short.
Mengapa altcoin seperti Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Tron (TRX) perlu diawasi dengan cermat? Artikel berikut membahas secara rinci.
1. Solana (SOL)
Pada awal Februari, SOL sempat turun di bawah US$100 di tengah tekanan negatif pasar secara luas.
SponsoredPeta heatmap likuidasi 7 hari menunjukkan potensi likuidasi lebih banyak didominasi posisi Short. Para trader jangka pendek dengan leverage tampaknya yakin SOL masih bisa turun lebih dalam.
Namun, harga di sekitar US$100 menempatkan SOL pada zona support terpenting dalam dua tahun terakhir. Menambah leverage dan modal untuk short di level support utama sering kali membawa risiko besar.
Analisis BeInCrypto baru-baru ini menyoroti lonjakan tajam alamat baru Solana sepanjang Januari. Setiap harinya tercipta lebih dari 10 juta alamat baru.
Selain itu, beberapa faktor baru juga dapat mendukung pemulihan. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan pengguna dari peluncuran meme coin, ekspansi stablecoin USD1, serta SOL yang mengikuti tren privasi lewat GhostSwap.
Tekanan jual akibat sentimen negatif pasar kini bertabrakan dengan katalis bullish Solana di kisaran US$100. Konflik ini bisa memicu pergerakan wick tajam. Baik trader Long maupun Short berpotensi mengalami kerugian likuidasi.
Data CoinGlass memperkirakan jika SOL bangkit melewati US$113 pekan ini, likuidasi posisi Short dapat mencapai US$500 juta. Sementara sebaliknya, jika SOL turun ke US$86, kerugian likuidasi Long bisa lebih dari US$142 juta.
Sponsored Sponsored2. Hyperliquid (HYPE)
Hyperliquid (HYPE) termasuk salah satu altcoin yang masih mampu mempertahankan reli 50% sejak titik terendah 21 Januari. Sebagian besar altcoin lain justru mencatatkan harga terendah baru.
Peta likuidasi HYPE memperlihatkan situasi yang cukup seimbang antara Long dan Short. Di harga saat ini, sekitar US$31, jika naik ke US$35,5 bisa memicu likuidasi Short sekitar US$80 juta. Jika turun ke US$26, posisi Long senilai US$80 juta juga terancam terlikuidasi.
Kemampuan HYPE untuk naik bertolak belakang dari tren pasar secara umum sudah menjadi risko tersendiri. Laporan BeInCrypto juga menunjukkan arus modal keluar yang besar, sedangkan likuiditas di pasar masih belum cukup untuk menopang pemulihan.
Di sisi lain, HYPE juga memiliki katalisnya sendiri. Di antaranya, alokasi tim bulanan yang dipangkas 90%. Permintaan trading pair logam di Hyperliquid juga ikut menyokong harga token ini.
Bull dan bear saling menetralkan. Selama empat hari terakhir, HYPE membentuk pola candlestick spinning top secara beruntun. Pola seperti ini sering menandakan pergerakan harga besar sudah dekat, yang bisa meningkatkan risiko likuidasi.
Sponsored3. TRX
Baru-baru ini, seorang wanita bernama Ten Ten (Zeng Ying), yang mengaku sebagai mantan kekasih Justin Sun, menuduhnya melakukan manipulasi pasar TRON (TRX) di masa awal. Ia menyatakan bahwa Sun diduga memerintahkan karyawan untuk mendaftarkan banyak akun Binance menggunakan identitas pribadi demi melakukan aksi trading terkoordinasi.
Perkembangan ini bisa menyebarkan sentimen negatif di kalangan holder TRX, terutama ketika terjadi gelombang aksi jual panik.
Trader jangka pendek bertaruh pada penurunan lebih lanjut. Peta heatmap likuidasi menunjukkan potensi likuidasi Short masih mendominasi. Nominalnya bisa hampir US$29 juta jika TRX pulih di atas US$0,31.
Namun, sinyal lain menunjukkan bahwa permintaan TRX juga semakin kuat. Tron Inc. (NASDAQ: TRON) baru-baru ini membeli tambahan 173.051 token TRX dengan harga rata-rata US$0,29. Total cadangan TRX milik perusahaan tersebut kini telah melampaui 679,2 juta TRX.
Sponsored SponsoredJumlah alamat aktif mingguan di Tron juga terus meningkat secara stabil selama bertahun-tahun. Saat ini, jumlahnya mencapai 24,68 juta. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan TRX tetap terjaga bahkan selama penurunan pasar yang lebih luas.
Trader short mungkin bisa meraup untung jangka pendek saat sentimen negatif mendominasi. Namun tanpa rencana ambil untung yang jelas, keuntungan tersebut bisa cepat lenyap.
Masing-masing altcoin ini memiliki narasi sendiri. Tapi, seiring volatilitas pasar yang terus melebar, risiko likuidasi meningkat tajam bagi trader posisi Long maupun Short.
“Total likuidasi kripto secara resmi telah melampaui US$5 miliar dalam 4 hari terakhir, menandai gelombang likuidasi terbesar sejak 10 Oktober,” terang The Kobeissi Letter melaporkan.
Seiring kerugian likuidasi yang terus membesar, investor ritel bisa kehabisan modal untuk mempertahankan tekanan beli. Kondisi ini dapat mendorong pasar memasuki fase stagnan berkepanjangan.