Altura sedang membubarkan stablecoin vault multi-strategi mereka setelah memproses penarikan jutaan dana pengguna dalam 24 jam terakhir. CEO Ranveer Arora menyebut permintaan penebusan yang terus-menerus dan sentimen pasar sebagai alasan utama keputusan ini.
Penutupan ini terjadi setelah Altura membantah memiliki paparan ke Main Street USD (msUSD), stablecoin yang baru-baru ini kehilangan patokan terhadap dolar.
CEO Altura Ranveer Arora: Tekanan Penarikan Jadi Alasan Penutupan Vault
Arora mengungkapkan, Altura telah memproses lebih dari 8,5 juta penebusan dalam Tether (USDT) selama 24 jam. Angka ini melampaui US$5 juta yang disebutkan pada hari sebelumnya.
CEO tersebut menuturkan, perusahaan telah memberi tahu pihak-pihak terkait dan mulai membubarkan posisi di berbagai exchange, kredit privat, serta strategi aset dunia nyata. Ia menyampaikan, melindungi dana pengguna tetap menjadi fokus utama perusahaan, dan setiap penebusan dilakukan secara “adil, transparan, dan efisien.”
“Meskipun beberapa posisi bisa ditebus segera, posisi lain memerlukan waktu penyelesaian dan penebusan standar. Kami bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk mempercepat proses ini sebisa mungkin,” terang dia.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Altura Membela Rekam Jejaknya dari Spekulasi
CEO tersebut juga menyatakan dirinya “sangat kecewa” karena klaim tak berdasar bisa begitu cepat menyebar di sektor ini. Ia tidak menunjuk sumber secara spesifik. Sebelumnya, Altura menyebut telah memproses penarikan lebih dari US$5 juta.
“Altura selalu beroperasi secara transparan dan berintegritas. Sangat disayangkan jika narasi tidak berdasar justru memicu ketakutan pasar dan tekanan penarikan,” tambahnya.
Altura juga menanggapi peristiwa pelepasan patokan msUSD di akun resminya. Mereka mengatakan kejadian itu sepenuhnya berada di luar operasional Altura. Protokol juga menegaskan HyperEVM lending vault dan pasar-pasar terkait tetap tidak terpengaruh.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan wawasan para pemimpin dan jurnalis ahli









