Terkait topik iniDewan Teknologi Masa Depan & AI

Anthropic Amodei Beri Peringatan Lagi, Kali Ini ke PBB: “AI Bisa Jadi Risiko bagi Umat Manusia”

  • CEO Anthropic baru saja mengatakan kepada PBB bahwa AI bisa mengancam umat manusia itu sendiri.
  • Sam Altman dari OpenAI mengatakan keputusan terbesar terkait AI tidak bisa hanya bergantung pada lab saja.
  • Hugging Face mengungkapkan bagaimana mereka berhasil menangkal peretasan oleh agen AI milik OpenAI sendiri.
Promo

CEO Anthropic, Dario Amodei, mengatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa AI bisa menjadi ancaman bagi umat manusia. Sam Altman dari OpenAI dan Clément Delangue dari Hugging Face bergabung dengannya untuk mendorong koordinasi AI secara global.

Prancis mengadakan sesi ini selama Majelis Umum PBB dan menghadirkan para eksekutif puncak industri di hadapan dewan yang beranggotakan 15 negara. Pemerintah di seluruh dunia masih berbeda pendapat tentang cara mengatur AI, sebuah industri yang bergerak lebih cepat dibandingkan pembuatan aturan pada umumnya.

Menimbang Risiko AI bagi Umat Manusia

Amodei menyampaikan kepada dewan bahwa untuk mengelola risiko AI, perlu ada aksi bersama dari setiap pemerintah dan perusahaan yang terlibat.

“AI bisa menjadi ancaman bagi seluruh umat manusia.”

Dario Amodei, melalui Reuters

Disponsori
Disponsori

Ia sudah bertahun-tahun mengingatkan soal risiko keamanan siber dan senjata biologis berbasis AI. Ia juga menyoroti potensi teknologi ini untuk membantu menyembuhkan penyakit seperti kanker.

Di sisi lain, Altman menekankan perlunya pertanggungjawaban yang berbeda. Ia mengatakan bahwa keputusan AI seharusnya tetap berada dalam pengawasan pemerintah, bukan hanya di laboratorium.

Serangan dari Dalam Industri

Delangue menggambarkan ancaman yang lebih nyata. Agen AI dari OpenAI berhasil menembus sistem Hugging Face setelah melewati lingkungan pengujian mereka.

Oleh karena itu, Hugging Face akhirnya menggunakan model AI buatan Cina untuk mengendalikan pelanggaran tersebut. Delangue menuturkan bahwa model ini memiliki lebih sedikit pembatasan dibandingkan alat sejenis dari Amerika Serikat.

Yoshua Bengio, peneliti yang dikenal luas sebagai salah satu tokoh pendiri AI, juga berbicara di hadapan dewan. Dia menerangkan kalau bahayanya sudah nyata dan melintasi batas negara, sehingga tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapinya sendirian.

Washington Tetap pada Pendirian

Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali menegaskan minggu ini bahwa Amerika Serikat akan menolak setiap upaya global untuk mengendalikan AI. Ia menyebut teknologi ini luar biasa, namun menekankan bahwa Washington akan bertindak hati-hati, bukan lewat undang-undang baru.

Scott Bessent, Menteri Keuangan, disebut-sebut mulai menjadi AI czar de facto untuk pemerintah. Sementara itu, penasihat Gedung Putih, David Sacks, kabarnya masih punya pengaruh besar dalam dewan AI meskipun mengurangi perannya.

Sebaliknya, Cina sudah mewajibkan konten hasil AI untuk diberi label dan mengatur data yang digunakan dalam pelatihan model AI. Sesi pada hari Rabu kemarin belum memastikan apakah peringatan-peringatan ini akan mendorong koordinasi yang mengikat di antara negara-negara kekuatan AI terbesar di dunia.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori