Harga Bitcoin telah mengalami pemulihan tajam sebesar 18% dari level terendah Februari di sekitar US$62.530, bahkan sempat menyentuh US$74.150 minggu ini. Banyak headline menyebut ini sebagai comeback. Namun, data on-chain justru menunjukkan cerita yang berbeda.
Riset on-chain dari BeInCrypto sendiri dan laporan Week On-Chain dari Glassnode yang dirilis minggu ini, sama-sama menunjukkan bahwa pasar sedang mendistribusikan kelegaan. Bukan membangun momentum untuk naik lebih tinggi lagi.
Sinyal Profit Memiliki Nuansa Bear Market
Peringatan paling jelas datang dari Net Realized Profit/Loss Bitcoin. Ini adalah metrik yang mengukur selisih antara keuntungan dan kerugian yang sudah dikunci.
Sejak awal Januari, indikator ini tetap berada di area negatif, menandakan lebih banyak nilai yang hilang di on-chain daripada yang tercipta. Pola ini sangat mirip dengan dua momen krusial dalam sejarah Bitcoin, yaitu beberapa minggu sebelum harga Bitcoin anjlok pada Mei 2022 dan beberapa bulan menjelang kejatuhan November 2018.
Kedua masa tren turun panjang itu justru berakhir dengan penurunan besar, bukan pemulihan.
Sinyal ini semakin sulit diabaikan karena masih bertahan walau harga melonjak. Pergerakan harga tanpa kenaikan pada profit bersih yang terealisasi biasanya tidak bertahan lama.
Ada faktor teknikal lain yang memperkuat peringatan ini. Relative Strength Index (RSI), yang mengukur kekuatan momentum, sempat menunjukkan hidden bearish divergence dari 9 Desember hingga 4 Maret. Saat harga Bitcoin membentuk lower high, RSI justru mencatat higher high pada periode yang sama.
Biasanya, kalau momentum menguat sementara harga melemah, ini menandakan reli tidak punya permintaan yang kuat secara struktur — seakan-akan menjadi konfirmasi diam-diam bahwa penjual masih dominan.
Laporan Week On-Chain dari Glassnode semakin menguatkan kesimpulan ini. Supply Profitability State Signal mereka, yang mengamati persentase pasokan Bitcoin yang masih berada di posisi untung belum terealisasi, kini sudah menembus batas penting ke bawah.
Saat ini, sekitar 57% pasokan masih mencatat untung belum terealisasi. Angka ini berada di zona yang secara historis muncul di awal fase bear market yang panjang, paling terlihat pada Mei 2022 dan November 2018.
Kedua periode itulah yang juga ditunjuk oleh rata-rata 30 hari Net Realized Profit/Loss BeInCrypto sebagai momen bersejarah yang paling mirip dengan kondisi on-chain hari ini — dua metrik, dua pendekatan berbeda, tetapi menyimpulkan hal yang sama.
Holder Jangka Pendek Menjual Saat Reli
Metrik Realized Price by Age dari Glassnode melacak rata-rata harga akumulasi Bitcoin yang dikelompokkan berdasarkan kapan terakhir kali koin bergerak di on-chain.
Untuk kelompok yang membeli dalam waktu satu minggu sampai satu bulan terakhir, harga dasar saat ini berada dekat US$70.000 — membentuk zona distribusi alami antara US$68.500 dan US$71.500, di mana pembeli baru hampir impas dan cenderung keluar alih-alih menunggu kenaikan lebih lanjut.
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Analisis HODL Wave dari BeInCrypto — metrik yang memisahkan pasokan Bitcoin berdasarkan usia terakhir bergerak dan menunjukkan kelompok holder mana yang sedang menambah atau melepas kepemilikan — membuktikan ini sudah terjadi.
Pada 19 Februari lalu, di harga Bitcoin sekitar US$67.000, kelompok 1 minggu hingga 1 bulan memegang 6,20% dari total pasokan beredar. Pada 5 Maret, ketika harga Bitcoin mendekati US$70.880, angka itu turun menjadi 4,54%. Artinya, pasokan justru berpindah tangan saat harga naik. Ini bukan akumulasi — melainkan distribusi saat harga naik.
Pasar derivatif juga memperkuat gambaran serupa. Open interest — yakni total nilai posisi Futures dan perpetual yang belum diselesaikan di semua exchange, yang bertambah ketika ada dana baru masuk ke posisi leverage — saat ini berada di sekitar US$24,29 miliar. Jumlah ini kurang dari setengah dari rekor US$47 miliar lebih yang tercapai pada reli Juli 2025 menuju rekor harga tertinggi sepanjang masa.
Laporan Week On-Chain dari Glassnode juga menyoroti dinamika yang sama melalui data perpetual directional premium, yang mengukur bias dari funding rate di Futures perpetual untuk melihat kecenderungan posisi leverage long atau short.
Premium tersebut tetap tertekan, mengonfirmasi bahwa eksposur long spekulatif memang absen. Bisa dibilang, tidak ada gerombolan yang ikut dalam pergerakan ini. Walau sentimen bullish jadi terganggu, di sisi lain ini juga membangkitkan harapan akan deleveraging, karena kita semua tahu bagaimana leverage mempengaruhi reli sebelumnya.
Level Harga Bitcoin Utama yang Menentukan Trade Ini
Zona resistance terdekat untuk harga BTC berada di antara US$74.770 dan US$75.700 (tepatnya area US$75.000).
Di zona US$75.000, sekitar US$2,3 miliar nilai gamma negatif terkonsentrasi. Dari jumlah tersebut, kurang lebih US$1,8 miliar berkaitan dengan expiry pada 27 Maret saja.
Gamma negatif sendiri adalah kondisi di mana dealer opsi harus membeli ketika harga naik dan harus menjual bila harga turun. Bisa dianggap sebagai short squeeze yang disebabkan oleh dealer, di mana pembelian bukanlah berasal dari trader yang menutup posisi, melainkan dealer yang secara mekanis melakukan hedging pada eksposur opsi mereka. Semakin harga mendekati nilai strike, semakin banyak yang harus mereka beli, sehingga pergerakan ke area US$75.000 makin besar.
Dampaknya, harga Bitcoin “ditarik” secara mekanis ke US$75.000. Laporan Glassnode menandai level ini sebagai gamma magnet utama. Sekarang level tersebut benar-benar menarik harga ke sana.
Tapi ketika sudah sampai, dealer yang tadinya beli untuk hedging sudah tidak punya alasan buat beli lagi. Permintaan dari mekanisme tersebut menghilang, dan jika tidak ada permintaan organik baru di atas zona ini, harga biasanya cenderung diam atau malah langsung berbalik arah secara tajam. Diperlukan penutupan harian di atas kedua level itu guna mengubah narasi secara signifikan.
Saat ini, level US$72.150 menjadi resistance pertama yang sedang diuji.
Pada sisi bawah, area antara US$68.640 hingga US$70.090 adalah zona support krusial. Kisaran koreksi ini bertemu dengan level distribusi holder jangka pendek versi Glassnode. Inilah zona di mana pembeli baru-baru ini yang berada di bawah harga kemungkinan besar akan menyerah jika harga Bitcoin kembali ke sana. Selama Bitcoin masih mencatatkan penutupan harian di atas US$68.640, peluang rebound secara taktis masih tetap valid.
Jika harga turun lebih dalam, target logis berikutnya adalah US$67.200 dan US$65.410. Breakdown secara konsisten di bawah US$68.640 pada penutupan harian membuka jalan menuju swing low US$62.520. Itu skenario terburuk jika distribusi terus berlangsung dengan cepat.