Harga Ethereum telah stabil setelah pergerakan dua minggu yang sangat volatil. Dalam periode ini, harga aset ini sempat reli tajam sebelum sebagian kenaikan tersebut kembali turun. ETH naik hampir 20% dari titik terendah pada 28 Februari di dekat US$1.830 hingga mendekati US$2.200. Akan tetapi, reli ini kini mulai mereda sehingga aset ini diperdagangkan di kisaran US$2.060 dengan hanya mencatatkan kenaikan sekitar 1% dalam 24 jam terakhir.
Koreksi ini terjadi setelah muncul sinyal teknikal bearish yang secara historis sering diikuti penurunan lebih dalam. Meski begitu, beberapa pelaku pasar nampaknya justru mengambil posisi yang berlawanan. Wallet crypto whale terus melakukan akumulasi, holder jangka panjang menambah eksposur, dan trader derivatif tetap bertahan dalam posisi long dalam jumlah besar. Ketiga kelompok ini sepertinya melindungi level yang sama: US$2.030.
Hidden Bearish Divergence Tracker Isyaratkan Kemungkinan Penurunan Ethereum
Peringatan pertama muncul dari hidden bearish divergence yang terlihat pada grafik 12 jam Ethereum. Hidden bearish divergence terjadi ketika harga membentuk lower high sedangkan Relative Strength Index (RSI) membentuk higher high. Pola ini biasanya mengindikasikan tren berlanjut ke bawah, mengisyaratkan bahwa penjual masih mengendalikan struktur utama meskipun sempat terjadi reli.
Ingin mendapatkan lebih banyak insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.
Sinyal ini terdeteksi oleh Hidden Bear Div Tracker eksklusif milik BeInCrypto, yaitu dashboard berbasis AI yang dirancang untuk mengidentifikasi divergence seperti ini pada berbagai grafik aset kripto. Indikator ini dibuat khusus untuk mendeteksi hidden bearish divergence pada periode trading jangka pendek.
Sinyal-sinyal sebelumnya yang dicatat oleh tracker ini menghasilkan penurunan lebih dari 5%, 9%, 14%, dan 7%.
Sejak divergence tersebut muncul — meski indikator belum menandai dasar koreksi secara menyeluruh — Ethereum sudah mengalami penurunan sekitar 6,58% dari harga tertingginya baru-baru ini.
Penurunan ini menempatkan pergerakan tersebut di batas bawah kisaran historis, yaitu sampai sekitar 14%.
Dengan kata lain, jika pola historis terulang, penurunan saat ini mungkin belum selesai. Akan tetapi, data lain justru mengindikasikan potensi penurunan bisa saja terbatas.
Klaster Supply US$2.030 Jadi Inti Optimisme Pasar
Data on-chain menunjukkan kalau US$2.030 adalah salah satu klaster cost-basis terkuat milik Ethereum. Fakta ini menjelaskan alasan para pembeli tetap mempertahankan level tersebut.
Insight ini berasal dari model UTXO Realized Price Distribution (URPD). Meski awalnya dikembangkan untuk blockchain berbasis UTXO, metode ini juga bisa diterapkan ke Ethereum guna mengetahui pada kisaran harga berapa mayoritas pasokan beredar terakhir berpindah on-chain.
Zona-zona ini kerap bertindak sebagai support atau resistance. Lebih dari itu, investor yang membeli pada harga-harga tersebut biasanya cenderung melindungi cost basis-mereka. Data URPD terkini menyoroti beberapa klaster kunci sebagai berikut:
Yang terkuat berada dekat US$2.030, di mana sekitar 1,93% pasokan Ethereum terakhir berpindah. Klaster lainnya ada di kisaran US$1.980 dengan sekitar 1,68% pasokan. Namun, ada zona yang lebih besar di sekitar US$1.880, menampung sekitar 2,24%. Zona ini bisa menjadi support kuat jika harga tetap bertahan.
Sebagian besar pelaku pasar nampaknya meyakini area cost-basis ini akan menjadi support, selama harga Ethereum tetap berada di atas klaster US$2.030. Keyakinan tersebut tampak dari cara berbagai kelompok mengambil posisi.
Whale, Holder, dan Trader Derivatif Kompak Bertaruh di US$2.030
Meski terdapat sinyal divergence bearish, tiga kelompok besar pelaku pasar justru menunjukkan posisi bullish di sekitar level yang sama.
Pertama, para whale meningkatkan kepemilikannya di tengah koreksi ini. Wallet Ethereum berukuran besar menambah saldo mereka dari 113,45 juta ETH menjadi sekitar 113,6 juta ETH pada 4 Maret (saat divergence muncul), menandakan terjadi akumulasi di zona support tersebut.
Kedua, para holder jangka panjang juga menambah eksposur mereka. Hodler Net Position Change, yang mengukur akumulasi bergulir 30 hari untuk investor menengah hingga jangka panjang, telah melonjak secara signifikan. Metrik ini naik lebih dari 4.000% dari hanya 9.454 ETH pada 24 Februari menjadi sekitar 390.292 ETH pada 5 Maret, menandakan akumulasi yang berkelanjutan meskipun divergensi bearish sudah muncul.
Terakhir, para trader derivatif kini sangat condong ke posisi long. Data dari peta likuidasi ETH/USDT di Binance menunjukkan sekitar US$1,07 miliar dalam leverage long, sementara posisi short hanya sekitar US$357 juta.
Bagian besar dari leverage ini berada di sekitar area US$2.030, artinya banyak trader sebenarnya sedang mempertahankan level yang sama dengan yang dibeli oleh whale dan holder jangka panjang. Tapi, posisi ini juga menimbulkan potensi risiko.
Level Harga Ethereum: Mengapa US$2.030 Menjadi Level Penentu
Konsentrasi suplai, akumulasi, dan leverage di sekitar US$2.030 membuat area ini menjadi salah satu level paling penting untuk jangka pendek Ethereum.
Sekitar US$252 juta nilai posisi long dengan leverage berada di zona US$2.030. Karena likuidasi terjadi ketika harga menembus level tertentu (bukan ketika candle ditutup), bahkan penurunan singkat ke area ini bisa memicu penjualan paksa.
Jika Ethereum menembus di bawah US$2.030, likuidasi beruntun dapat mempercepat penurunan menuju US$1.990. Situasi ini bisa mendorong harga ke support basis biaya yang kuat berikutnya di sekitar US$1.880.
Untuk pergerakan naik, Ethereum perlu merebut kembali US$2.080 dan kemudian US$2.150 agar momentum bullish dapat pulih. Jika menembus level-level tersebut, jalur ke US$2.240 bisa terbuka dan potensi reli bisa kembali muncul.
Saat ini, Ethereum berada di posisi yang sangat sensitif. Sinyal teknikal bearish menunjukkan ada kemungkinan penurunan lanjutan. Meski begitu, whale, holder jangka panjang, dan para trader leverage nampaknya sedang bertaruh bahwa klaster support US$2.030 akan bertahan. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah optimisme kolektif tersebut benar-benar terbukti.