Harga Pi Coin masih kesulitan untuk pulih setelah upaya breakout terbarunya gagal. Token ini diperdagangkan di dekat US$0,16 setelah tidak mampu bertahan di atas US$0,19, yaitu level yang sempat tercapai saat upaya breakout bull flag pada 17 Februari. Breakout tersebut sebenarnya memproyeksikan reli hampir 60%, tapi pergerakannya dengan cepat terhenti.
Sejak saat itu, harga Pi perlahan turun, sehingga memunculkan kekhawatiran apakah tren turun secara keseluruhan memang masih berlanjut. Meski terkesan lemah, ada satu sinyal teknikal yang menunjukkan bahwa percobaan bounce masih bisa berkembang. Pertanyaan besarnya, apakah pembeli ritel saja bisa mempertahankannya?
Hidden Bullish Divergence Menjaga Harapan Bounce Tetap Hidup
Penurunan terbaru dari Pi Network membentuk struktur yang menarik pada grafik.
Antara 13 Februari sampai 22 Februari, harga nampaknya membentuk higher low, sementara Relative Strength Index (RSI) justru menunjukkan lower low.
RSI adalah indikator momentum yang mengukur kekuatan beli dan jual. Pola ini, yang disebut hidden bullish divergence, seringkali memberi sinyal bounce sementara di tengah tren turun yang lebih besar.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.
Inilah yang menjelaskan kenapa Pi Coin masih mampu stabil di kisaran US$0,16 meski gagal breakout. Namun, sinyal ini masih sangat lemah. Agar divergensi ini valid, PI harus tetap bertahan di atas level support US$0,16 (tepatnya US$0,162). Jika turun di bawah level ini, struktur bullish tersembunyi akan melemah sementara dan membuka potensi harga turun lebih dalam.
Namun, momentum saja tidak cukup. Ujian sesungguhnya ada pada partisipasi yang menopang rebound tersebut.
Minat Sosial dan Money Flow Mengalami Collapse
Walaupun RSI mulai memperlihatkan potensi rebound, indikator lain justru menunjukkan kepercayaan diri yang melemah.
Volume sosial, yakni seberapa sering Pi Coin dibahas di berbagai platform sosial, turun drastis. Skor volume sosial turun dari tertinggi bulanan di angka 18 pada 16 Februari, menjadi hanya 3 pada 22 Februari. Ini menandakan penurunan perhatian sebesar 83%.
Penurunan ini penting karena upaya breakout sebelumnya justru didorong oleh lonjakan minat sosial. Semakin sedikit peserta yang membicarakan Pi, permintaan untuk mendukung reli pun berkurang.
Terakhir kali volume sosial turun mendekati level yang sama terjadi pada 9 Februari (terendah bulanan saat itu), ketika skor jatuh ke angka 6. Dua hari kemudian, harga Pi Network anjlok ke level terendah sepanjang masa di kisaran US$0,13.
Mengingat minat sosial sekarang lebih rendah lagi di angka 3, penurunan perhatian ini sekali lagi bisa melemahkan dukungan harga dan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut.
Data arus modal juga memperlihatkan pola serupa. Chaikin Money Flow (CMF), yang melacak aksi beli dan jual dari investor besar, terus menurun sejak 18 Februari, seiring dengan penurunan harga. Nilainya juga masih di bawah nol, menandakan uang masih terus keluar dari Pi Network, bukan masuk.
Kurangnya dukungan modal inilah yang menjelaskan mengapa breakout 60% gagal dan pemulihan harga tetap lemah. Jika arus masuk modal tidak bertambah kuat, biasanya rebound gagal bertahan meski RSI memberi sinyal bangkit.
Pembelian Ritel Meningkat, tapi Mungkin Belum Cukup
Meskipun begitu, ada satu kelompok yang masih menunjukkan tanda-tanda akumulasi.
On-Balance Volume (OBV), yang melacak tekanan beli dan jual secara kumulatif serta sering dipakai sebagai acuan aktivitas ritel, justru naik sejak 16 Februari, walau harga tetap turun. Ini menandakan investor ritel memborong saat harga turun.
Partisipasi ritel inilah yang sepertinya membantu harga Pi Coin bertahan di atas level support pentingnya untuk sementara waktu. Namun, ritel saja jarang mampu mendorong pemulihan yang berkelanjutan. Tanpa dukungan dari investor besar dan arus modal yang lebih kuat, rebound harga biasanya gagal bertahan lama.
Ini membuat Pi Network berada di posisi rentan. Jika PI mampu bertahan di atas US$0,16, upaya reli bisa berlanjut ke US$0,18 dan berpotensi mencapai US$0,20, yang merupakan salah satu level paling krusial.
namun, jika level support turun di bawah US$0,16, breakout yang gagal ini bisa memicu penurunan lebih dalam menuju US$0,14, dan bahkan mendekati rekor terendahnya di sekitar US$0,13. Saat ini, Pi Network nampaknya terjebak di antara minat institusi yang mulai luntur dan pembelian ritel yang masih bertahan.