Ethereum turun hampir 1% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini sendiri sebenarnya tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi sebelumnya.
Pada pertengahan Januari, Ethereum melakukan breakout dari pola inverse head-and-shoulders yang sudah terbentuk dengan jelas. Pola ini kelihatan positif. Momentum mengalami perbaikan, whale melakukan pembelian, dan harga berhasil menembus struktur utama. Dalam kondisi normal, kombinasi ini biasanya mendukung keberlanjutan pergerakan harga.
Namun, Ethereum justru terhenti di dekat tembok krusial dan sejak itu sudah mengalami koreksi hampir 16%. Ini bukan kegagalan secara acak. Sebuah supply wall bernilai sekitar US$4 miliar secara diam-diam menyerap permintaan, sehingga breakout yang terjadi malah berubah menjadi bull trap klasik.
SponsoredBreakout yang Langsung Menuju Tembok US$4 Miliar
Pola inverse head-and-shoulders Ethereum mulai terbentuk sejak akhir Oktober. Breakout terkonfirmasi pada 13 Januari, ketika harga ETH naik menembus garis neckline dan bergerak dengan percaya diri.
Pergerakan itu bukan gagal karena pembeli menghilang.
Ingin dapat lebih banyak insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Breakout gagal karena harga bertemu dengan tembok cost-basis yang tebal.
Data cost-basis menunjukkan terdapat klaster besar holder Ethereum di kisaran US$3.490 hingga US$3.510. Sekitar 1.190.317 ETH telah terakumulasi di area ini. Dengan harga rata-rata mendekati US$3.500, jumlah itu mewakili suplai sekitar US$4,1 miliar.
Tembok cost-basis terbentuk saat banyak ETH sebelumnya dibeli pada rentang harga yang sempit. Ketika harga kembali ke zona tersebut atau mendekatinya, para holder sering memilih untuk menjual agar impas. Distribusi awal seperti ini menciptakan resistance kuat, walaupun sentimen pasar terlihat bullish.
Itu memang yang terjadi di kisaran US$3.407, tempat tekanan jual mematahkan breakout.
Sponsored SponsoredEthereum sempat mendekati tembok itu, lalu terhenti dan berbalik arah. Breakout masih bertahan secara teknikal sebentar, namun dari sisi struktur sudah terganggu. Penawaran di atas terlalu besar. Dan kondisi ini bahkan menjebak satu klaster kunci di jalurnya!
Whale Membeli Breakout — dan Terjebak
Situasi ini jadi makin berisiko karena whale ETH sudah melakukan langkah “benar”.
Setelah 15 Januari (tepat setelah breakout dikonfirmasi), holder besar secara konsisten menambah eksposur. Saldo whale meningkat dari sekitar 103,11 juta ETH menjadi 104,15 juta ETH, atau bertambah sekitar 1,04 juta ETH yang nilainya hampir US$3 miliar.
Pembelian tersebut tetap berlanjut bahkan saat harga mulai berbalik turun, menunjukkan perilaku averaging yang jelas.
Jika dilihat secara terpisah, akumulasi whale terlihat mendukung. Tapi, kali ini itu saja tidak cukup.
Penyebabnya bukan berasal dari perilaku on-chain. Aliran dana ETF mendadak berbalik arah. Pada minggu yang berakhir 16 Januari, arus masuk ETF cukup kuat sehingga mendorong breakout. Namun, pada minggu berikutnya yang berakhir 23 Januari, ETF justru keluar bersih sebesar US$611,17 juta.
SponsoredPerubahan ini sangat menentukan. Penjualan ETF memberikan tekanan yang konsisten dan satu arah saat Ethereum sedang menguji supply wall utama. Pembelian whale harus bertemu resistance di area ini. Bahkan para holder besar juga akhirnya terjebak di atas support saat harga Ethereum bergerak lebih rendah.
Hal inilah yang menjelaskan mengapa koreksi terus berjalan walaupun terjadi akumulasi. Permintaan memang ada, terutama dari whale, namun supply ternyata lebih kuat. Tembok itu menang. Ketika aliran dana ETF dan resistance cost-basis bertemu, struktur harga mudah roboh.
Level Harga Ethereum yang Menentukan Apa yang Terjadi Selanjutnya
Ethereum kini kembali ke dalam rentang sebelumnya, dan strukturnya sedang lemah.
Di sisi bawah, level krusial ada di US$2.773, yang akan kita bahas lebih lanjut di grafik harga Ethereum setelah ini.
Jika Ethereum menutup harga harian di bawah zona ini, maka pola inverse head-and-shoulders bagian bahu kanan akan patah dan bull trap pun terkonfirmasi sepenuhnya. Pergerakan ini juga akan mengancam klaster biaya dasar US$2.819 sampai US$2.835.
Sponsored SponsoredMeskipun zona ini merupakan area permintaan besar yang bisa menahan tekanan jual, apabila kehilangan level ini, Ethereum bisa semakin cepat turun ke bawah.
Di bawah area ini, struktur harga akan makin mudah melemah. Untuk upaya pemulihan, Ethereum harus bergerak naik secara bertahap.
Pertama, Ethereum perlu kembali ke level US$3.046. Ini akan menstabilkan harga, tapi belum cukup. Ujian sebenarnya ada di US$3.180, yang akan membalikkan dinding supply US$3.146 sampai US$3.164. Jika area ini bisa ditembus, artinya permintaan sungguhan telah kembali.
Meski begitu, resistance di area atas masih sangat besar. Dinding sell di zona US$3.407–US$3.487 masih mendominasi grafik harga. Area inilah yang sebelumnya menolak breakout dan memicu koreksi.
Sampai Ethereum berhasil tembus level-level tersebut secara bersih, setiap reli masih rentan koreksi. Inti kesimpulannya cukup jelas.
Kegagalan Ethereum bukan karena pembeli lemah, tetapi karena supply yang terlalu besar. Jika situasi ini belum berubah, bull trap masih akan terus aktif.