Sentient (SENT) bergerak berlawanan dengan pasar. Saat pasar aset kripto secara umum turun hampir 5%, harga Sentient justru naik lebih dari 60% pada saat publikasi. Namun, pergerakan tajam ini menyimpan detail penting: Harga token SENT juga sempat turun hampir 18% setelah mencapai US$0,044, sebelum kembali naik.
Kombinasi ini penting. Hal ini menunjukkan Sentient bersifat volatil, namun tetap tangguh. Hanya sedikit token baru yang mampu pulih secepat itu di tengah pasar yang sedang lemah. Ada tiga metrik jelas yang menjelaskan mengapa Sentient masih mampu bertahan, serta risiko apa saja yang masih mengintai ke depan.
Kelemahan Bitcoin Membantu Sentient, dan Pembeli Koreksi Masih Aktif: Dua Metrik yang Berguna
Pendorong pertama adalah hubungan terbalik Sentient dengan Bitcoin.
SponsoredDalam beberapa hari terakhir, Sentient menunjukkan korelasi −0,92 dengan Bitcoin. Korelasi mengukur seberapa sering dua aset bergerak bersamaan. Angka negatif mendekati −1 berarti keduanya biasanya bergerak berlawanan arah. Saat Bitcoin mengalami koreksi, Sentient menjadi incaran trader yang mencari aset yang tidak terpengaruh oleh pelemahan BTC.
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Editor Harsh Notariya seputar Crypto di sini.
Pergerakan berlawanan ini mendorong aksi beli di harga bawah (dip buying), yang tampak jelas pada grafik teknikal.
Money Flow Index (MFI) membantu menjelaskan perilaku ini. MFI mengukur tekanan beli dan jual dengan melihat harga serta volume. Saat MFI tetap tinggi, ini menunjukkan pembeli masih aktif meski harga sempat terkoreksi.
Pada 29 sampai 30 Januari, Sentient mencatatkan higher high, tapi MFI justru membuat lower high. Divergensi bearish ini menjelaskan penurunan hampir 18% dari puncak harga. Namun, detail penting adalah apa yang tidak terjadi: MFI tidak anjlok. MFI tetap jauh di atas level 28 Januari dan masih berada di atas garis tren naiknya.
Ini menandakan aksi beli di harga bawah masih terjadi. tapi, jika MFI turun di bawah garis tren seiring harga yang juga melemah, risiko koreksi yang lebih besar bisa muncul.
Sponsored SponsoredSpot Buying Tetap Konsisten meskipun Ada Koreksi
Pendorong ketiga adalah permintaan spot yang stabil.
Sejak awal peluncurannya, arus spot Sentient didominasi pembeli. Arus bersih exchange sebagian besar tetap negatif sepanjang sesi, artinya token lebih banyak keluar dari exchange daripada masuk untuk dijual.
Namun, ada satu pengecualian jelas. Pada 29 Januari, satu candle inflow hijau menandakan aksi ambil untung jangka pendek. Ini sejalan dengan aksi koreksi harga dari level tertinggi. tapi, perilaku pasar sesudahnya justru lebih penting.
Hanya pada 30 Januari saja, Sentient mencatat arus keluar exchange lebih dari US$4.000.000, meski hari tersebut belum selesai. Ini menunjukkan pembeli masih bersedia akumulasi di harga yang lebih tinggi.
Permintaan ini juga terlihat di Chaikin Money Flow (CMF). CMF melacak apakah pelaku besar sedang akumulasi atau distribusi. Setelah memuncak pada 29 Januari, CMF mengalami koreksi, namun masih bertahan di atas garis nol.
Bertahan di atas nol berarti tekanan beli masih lebih besar daripada tekanan jual. Pemain besar memang sedikit mengendurkan aksi belinya, tetapi belum berbalik melakukan distribusi. Keseimbangan inilah yang menjelaskan mengapa Sentient terhindar dari aksi jual yang lebih dalam.
Risiko Meningkat saat Leverage Bertambah di Dekat Level Harga Kunci Sentient
Metrik ketiga justru lebih menunjukkan potensi risiko daripada kekuatan.
Data posisi derivatif di Bybit memperlihatkan tingkat optimisme yang tinggi. Leverage posisi long mendekati US$7,96 juta, sementara leverage short sekitar US$1,15 juta. Artinya posisi long tujuh kali lipat lebih banyak dari posisi short.
Sponsored SponsoredJika komposisi leverage sangat berat di satu sisi, penurunan harga sekecil apa pun bisa memicu likuidasi paksa. Hal ini membuat reli harga Sentient menjadi rentan.
Indikator momentum memperkuat risiko harga SENT. Relative Strength Index (RSI) mengukur seberapa kuat sebuah pergerakan harga. Di antara 29 Januari sampai 30 Januari, harga Sentient sempat mencatatkan higher high, sedangkan RSI justru mencatatkan sedikit lower high. Divergensi bearish tersebut menandai adanya koreksi baru-baru ini.
Agar reli ini tetap sehat, RSI harus menembus puncak sebelumnya di sekitar level 70 supaya sejalan dengan harga SENT. Jika RSI gagal, risiko penurunan akan semakin besar. Level harga menjadi sangat penting sekarang.
Penutupan 4 jam yang bersih di atas US$0,039 akan mengindikasikan kekuatan baru. Jika Sentient gagal menembus level itu, maka US$0,036 akan jadi level support pertama yang perlu diperhatikan.
Penyusutan harga ke arah US$0,036 kemungkinan akan memicu likuidasi posisi long, mengingat adanya ketidakseimbangan leverage saat ini. Kondisi itu bisa membuka peluang harga turun ke level lebih rendah, seperti US$0,031 atau bahkan US$0,022, jika harga BTC mulai menunjukkan kekuatan.
Semua itu terjadi karena korelasi negatif dengan SENT.