Harga Ethereum Mulai Stabil Setelah Jatuh Tajam, tapi Sentimen Holder Jangka Panjang Melemah
Namun, data on-chain menunjukkan cerita yang lebih hati-hati. Walaupun struktur bullish belum benar-benar patah, perilaku holder jangka panjang dan metrik untung-rugi mengalami pelemahan. Kedua hal ini mengisyaratkan bahwa rebound ini belum didukung keyakinan yang kuat. Jika tren seperti ini berlanjut, Ethereum bisa tetap rentan terkoreksi lebih dalam, bahkan sampai ke level US$1.500.
Penurunan Harga 37% Tak Mematahkan Pola, Tapi Ada Syaratnya
Sejak pertengahan Januari, Ethereum sudah turun hampir 37% hingga menyentuh level terendah di kisaran US$2.160. Penurunan ini terjadi setelah adanya divergensi bearish yang jelas.
SponsoredAntara 6 Januari hingga 14 Januari, ETH mencetak higher high, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk lower high. RSI sendiri mengukur momentum pada skala 0–100. Ketika harga naik, namun RSI melemah, itu menunjukkan tekanan beli mulai berkurang. Divergensi seperti ini sering memicu pembalikan tren, dan Ethereum juga bergerak sesuai pola tersebut.
Walaupun sempat anjlok tajam, harga masih berada dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk ketika harga menciptakan lower high dan lower low di dalam garis tren yang semakin menyempit. Biasanya, struktur ini merupakan pola bullish yang mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah.
Ingin wawasan token seperti ini? Langganan Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Secara struktur, Ethereum belum benar-benar breakdown. Tetapi, hal yang lebih penting justru melemah: keyakinan holder jangka panjang.
Hodler Net Position Change memantau apakah investor jangka panjang sedang akumulasi atau justru menjual. Pada 18 Januari, perubahan net posisi 30 hari mencapai puncak mendekati +338.708 ETH. Ini menandakan akumulasi yang kuat.
Pada 2 Februari, angka itu anjlok ke sekitar +40.953 ETH. Itu turun hampir 90%.
Ini menandakan holder jangka panjang sangat mengurangi aksi beli selama koreksi. Jika holder yang punya keyakinan tidak tambah akumulasi saat harga turun, biasanya pasar memang belum menyentuh dasar yang kuat. Bottom yang kokoh biasanya terjadi ketika holder terus akumulasi saat harga jatuh. Sekarang, situasi tersebut belum terlihat.
Sponsored SponsoredKeuntungan di Atas Kertas dan Transfer ke Exchange Tunjukkan Reli Sedang Dijual
Peringatan kedua datang dari data Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) Ethereum dan data transfer exchange.
NUPL mengukur seberapa besar keuntungan atau kerugian holder secara hitungan di atas kertas. Metode ini membandingkan harga saat ini dengan rata-rata harga beli. Jika NUPL tinggi, mayoritas investor sedang cuan. Jika NUPL negatif, banyak investor sedang merugi.
Akhir Januari, NUPL Ethereum turun dari kisaran 0,25 menjadi sekitar 0,007 per 1 Februari. Ini memperlihatkan bahwa keuntungan hampir lenyap, meski belum sepenuhnya habis.
Namun, kalau melihat dalam periode satu tahun, NUPL masih jauh dari kondisi benar-benar kapitulas.
Pada April 2025, NUPL sempat turun ke −0,22. Kondisi itu menandai adanya ketakutan dan kapitulas yang mendalam. Setelah itu, ETH reli dari sekitar US$1.472 ke US$4.829, melonjak sekitar 228%. Saat ini, NUPL masih jauh dari level tersebut.
SponsoredIni mengindikasikan fase kapitulas besar-besaran belum terjadi. Koreksi masih bisa berlanjut sampai terbentuk bottom yang benar-benar kuat.
Data transfer exchange menambah risiko ini. Saat harga turun tajam akhir Januari, jumlah transfer (bukan koin) jatuh jadi sekitar 23.000–24.000 per hari. Ini menandakan tekanan jual berkurang di level terendah. Namun, saat rebound antara 1 sampai 2 Februari, jumlah transfer langsung melonjak ke atas 37.000.
Lonjakan ini lebih dari 50% hanya dalam satu hari. Artinya, banyak holder (mungkin holder spekulatif) memanfaatkan bounce untuk memindahkan ETH ke exchange dan kemungkinan besar menjual. Jika setiap reli malah memicu lonjakan transfer ke exchange, berarti reli justru jadi momen distribusi, bukan akumulasi.
Pola ini menyoroti semakin besarnya jarak antara trader spekulatif dengan dana jangka panjang.
Gil Rosen, Co-Founder Blockchain Builders Fund, menjelaskan perbedaan ini secara eksklusif kepada BeInCrypto:
Sponsored Sponsored“Ada dua arus modal yang terpisah. Ada modal institusi yang mulai banyak berinvestasi di aset kripto dari semua kelas aset, dan ada juga arus modal ritel. Modal institusi selalu mendahulukan ekonomi makro, dan ketika pasar berubah, aset kripto masih dianggap sebagai aset berisiko. Sementara itu, modal spekulatif jangka pendek melonjak pada kuartal 4,” terang dia.
Perilaku ini membuat pergerakan naik jadi kurang kuat.
Level Harga Ethereum Tunjukkan Mengapa US$1.500 Kembali Masuk dalam Permainan
Dengan struktur yang masih bertahan namun keyakinan mulai melemah, level harga Ethereum kini lebih penting daripada indikator. Support utama pertama berada di sekitar US$2.250. Level ini menjadi dasar jangka pendek setelah terjadi rebound.
Di bawahnya, US$2.160 tetap menjadi level krusial. Ini menandai level terendah terbaru dan mendekati batas bawah pola falling wedge. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah zona ini, struktur harga bullish Ethereum akan semakin melemah.
Jika US$2.160 gagal bertahan dan juga lower trendline wedge ditembus, risiko penurunan harga bisa terbuka menuju wilayah US$1.540, yang merupakan level ekstensi Fib utama ke bawah. Koreksi seperti ini juga akan membawa NUPL mendekati level kapitulasi historis serta harga mendekati zona April 2025.
Di area itulah potensi reset yang lebih dalam bisa terjadi. Untuk bergerak naik, Ethereum harus bisa menembus kembali US$2.690 agar sentimen berubah. Level ini merupakan area resistance Fibonacci utama dan juga zona breakdown sebelumnya.
Hanya pergerakan yang bertahan di atas US$2.690 yang menandakan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali. Sampai saat itu, reli di antara US$2.250 dan US$2.690 kemungkinan akan mengalami tekanan jual yang kuat. Selama ETH masih terjebak di rentang ini, setiap pantulan harga berisiko menjadi peluang keluar berikutnya.