Harga XRP kembali mengalami tekanan baru setelah penolakan tajam di dekat level tertingginya baru-baru ini. Nilai token ini turun hampir 10% dalam 24 jam terakhir, dan masih sekitar 13% di bawah level US$1,67 yang dicapai pada 15 Februari. Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa.
Penurunan ini mencerminkan perubahan yang lebih dalam di bawah permukaan: crypto whale XRP mulai menjual, sementara holder jangka panjang (HODLer) berusaha menyerap pasokan tersebut. Hasil dari pertarungan antara whale dan HODLer ini bisa sangat menentukan dalam prediksi harga XRP beberapa minggu ke depan.
SponsoredRising Wedge dan Bearish Divergence Tunjukkan Penjual Sedang Bertahan di Level Kunci
Harga XRP telah bergerak dalam pola rising wedge sejak awal Februari. Rising wedge adalah struktur grafik bearish, di mana harga bergerak naik di antara garis tren yang makin menyempit, namun laju kenaikannya makin melemah dari waktu ke waktu. Pola ini biasanya diakhiri dengan breakdown, dan struktur saat ini mengisyaratkan potensi koreksi 26% apabila support gagal bertahan.
Sinyal momentum pun sudah memberikan peringatan bahwa tekanan jual tengah membangun. Antara 26 Januari hingga 15 Februari, harga XRP membentuk lower high, artinya setiap puncak reli lebih lemah dari sebelumnya.
namun, di periode yang sama, Relative Strength Index atau RSI membentuk higher high. RSI adalah indikator yang mengukur kekuatan beli dan jual. Ketika harga melemah tetapi RSI naik, ini menciptakan hidden bearish divergence.
Hal ini menandakan bahwa pergerakan naik mulai kehilangan dukungan yang kuat, dan tren penurunan harga XRP yang terjadi bisa saja berlanjut.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Divergensi ini terjadi pada 15 Februari, ketika harga XRP sempat melonjak ke US$1,67. Alih-alih menembus ke atas, di luar wedge bearish, candle malah membentuk ekor atas yang panjang. Ekor ini menunjukkan penjual masuk secara agresif dan menekan harga agar turun.
Sponsored SponsoredSejak penolakan itu, harga XRP sudah turun sekitar 13%. Koreksi ini mendorong token mendekati batas bawah pola rising wedge, dan menyoroti risiko breakdown. Kelemahan teknikal ini kini menjadi faktor utama dalam prediksi harga XRP, karena struktur seperti sekarang lebih mendukung penjual kecuali pembeli bisa mengambil alih kendali.
Whale XRP Jual Jutaan Sementara Holder Berusaha Cegah Breakdown
Penolakan di dekat US$1,67 bukanlah peristiwa acak. Data on-chain menunjukkan whale XRP melakukan penjualan aktif saat reli terjadi. Wallet yang memegang antara 100 juta dan 1 miliar XRP mengurangi kepemilikan dari 8,59 miliar menjadi 8,58 miliar XRP. Ini berarti sekitar 10 juta XRP, atau setara sekitar US$15 juta dengan harga saat ini, dijual dalam periode tersebut.
Whale XRP yang lebih kecil, yaitu yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP, juga melakukan penjualan besar-besaran. Kepemilikan mereka turun dari 10,91 miliar (per 12 Februari) menjadi 10,87 miliar XRP saat ini. Ini menandakan ada tambahan 40 juta XRP, atau senilai sekitar US$60 juta, yang masuk ke pasar. Secara total, whale XRP telah menjual hampir 50 juta XRP, senilai kurang lebih US$75 juta, selama upaya reli baru-baru ini.
Pada waktu yang sama, holder jangka panjang mulai melakukan pembelian. Data Hodler Net Position Change menunjukkan para holder menaikkan posisi mereka dari sekitar 127 juta XRP per 13 Februari menjadi sekitar 150 juta XRP sekarang, atau naik 17%. Ini mengindikasikan beberapa investor berupaya menyerap pasokan dari whale dan menstabilkan pasar.
Namun, skala pembelian ini masih terbatas. Pada 1 Februari, kelompok yang sama pernah mengakumulasi lebih dari 337 juta XRP dalam satu lonjakan. Dibandingkan itu, pembelian kali ini jauh lebih kecil dan masih turun lebih dari 55%. Ketidakseimbangan inilah yang menjelaskan kenapa harga XRP gagal mempertahankan breakout dan kenapa prediksi harga XRP masih belum pasti.
Saat ini, pasar terkunci dalam pertarungan antara whale XRP yang mendistribusikan pasokan dan holder yang mencoba mencegah koreksi lebih dalam. Dan para holder jangka panjang masih belum memiliki daya yang cukup kuat.
Prediksi Harga XRP Bergantung pada Support US$1,26
Level paling penting untuk harga XRP saat ini ada di sekitar US$1,26. Data cost basis menunjukkan lebih dari 442 juta XRP pernah diakumulasi di antara US$1,27–US$1,28. Cost basis adalah harga di mana investor membeli koin mereka. Ketika harga kembali ke level tersebut, para holder biasanya mempertahankannya agar terhindar dari kerugian.
Sponsored SponsoredHal ini membuat zona US$1,26 menjadi level penting di grafik, sebagai support utama terakhir sebelum terjadi breakdown yang lebih besar. Jika harga XRP bertahan di atas level ini, ada peluang harga bisa stabil dan prediksi harga XRP dapat beralih menuju pemulihan. Tapi jika harga XRP turun di bawah US$1,26, maka prospeknya bisa langsung berubah. Meski begitu, breakdown dari wedge bisa saja terjadi saat candle harga XRP 12 jam ditutup di bawah garis tren bawah wedge, lalu menuju US$1,35.
Di bawah level ini, support berikutnya berada di sekitar US$1,16, lalu US$1,06. Kedua level ini sesuai dengan proyeksi breakdown penuh dari pola rising wedge. Artinya, harga XRP bisa turun mendekati zona US$1 jika tekanan jual terus berlanjut. Pergerakan tersebut akan menandakan bahwa whale XRP berhasil mengambil alih tren.
Untuk sisi atasnya, harga XRP harus kembali ke US$1,48 agar tekanan bearish langsung melemah. Pemulihan yang lebih kuat di atas US$1,67 akan menggagalkan pola wedge dan menandakan bahwa pembeli sudah kembali mengontrol tren.
Saat ini, prediksi harga XRP masih bergantung pada perseteruan antara whale dan holder. Bila holder jangka panjang tidak mampu menahan aksi jual whale yang sedang berlangsung, breakdown rising wedge bisa mendorong XRP ke kisaran US$1. Sesi perdagangan berikutnya akan menentukan siapa yang akan menang.