Harga perak menunjukkan tanda-tanda kelemahan yang jelas meski sentimen pasar masih cenderung bullish. Meskipun data opsi menunjukkan trader masih mengharapkan kenaikan, struktur harga dan sinyal permintaan justru memberikan gambaran berbeda.
Ini menciptakan konflik utama. Bisakah posisi bullish bertahan, atau justru perak bergerak menuju level terendah yang baru?
Breakdown Harga Sinyalkan Risiko Penurunan saat Struktur Melemah
Harga perak, menggunakan OANDA: XAGUSD sebagai proksi spot, telah menembus pola head-and-shoulders dengan garis leher yang miring ke atas. Breakdown ini terjadi sekitar 13 Maret dan sejak itu terus memberikan tekanan turun.
Garis leher yang menanjak biasanya mencerminkan dukungan beli yang stabil. Ketika dukungan ini gagal, biasanya harga mengalami penurunan yang lebih tajam. Inilah yang saat ini ditunjukkan oleh perak. Proyeksi pergerakan dari struktur ini mengindikasikan penurunan hampir 20%, dengan target mendekati US$66. Level ini berada dekat dengan level terendah terbaru, sehingga potensi penurunan lebih lanjut masih sangat terbuka.
Pada tahap ini, aksi harga sudah menunjukkan bahwa perak tidak lagi berada dalam fase pemulihan. Justru kini perak memasuki tren yang lebih lemah. Namun, struktur harga saja belum cukup. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah pasar secara umum mendukung atau justru menolak pergerakan ini?
Futures Contango Tunjukkan Tidak Ada Urgensi, sehingga Kelemahan Terus Berlanjut
Struktur Futures di COMEX membantu menjawab pertanyaan ini. Selisih antara kontrak bulan depan dan kontrak bulan kedua (SI1 – SI2 sekitar -0,54) menunjukkan bahwa perak masih dalam kondisi contango. Artinya, harga perak di masa depan lebih tinggi daripada harga saat ini.
Sederhananya, pasar tidak buru-buru membeli perak saat ini. Jika permintaan kuat, kontrak front-month akan diperdagangkan dengan premi. Ini akan menunjukkan adanya urgensi dan bisa mendukung rebound. Namun yang terjadi, trader justru merasa nyaman untuk menunggu.
Ketiadaan urgensi ini sangat berpengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa breakdown harga kini tak dilawan oleh permintaan yang kuat. Dengan futures yang tidak menahan tekanan jual, maka kelemahan yang terlihat pada harga perak semakin mungkin berlanjut ketimbang berbalik arah. Fakta ini semakin nyata jika melihat ke mana arus permintaan sesungguhnya mengalir.
Kekuatan Emas dan Permintaan Industri yang Lemah Membuat Perak Tanpa Dukungan
Kelemahan perak ini tidak terjadi sendirian. Saat ini perak kehilangan dukungan dari dua pendorong permintaan utamanya.
Pertama, rasio emas-perak telah breakout dari pola inverse head-and-shoulders dan kini tetap bertahan di atas 65. Hal ini menandakan emas mengungguli perak. Dengan kata lain, modal cenderung mengalir ke emas sebagai aset yang lebih aman, sementara perak jadi tertinggal.
Pada saat yang sama, permintaan industri pun sedang melemah.
Model lag silver-to-solar milik BeInCrypto, yang memantau performa perak terhadap permintaan berbasis energi surya, turun tajam. Nilai Z-score anjlok dari sekitar +2,0 di akhir Januari (saat harga perak mencapai US$121) menjadi sekitar -1,18 saat ini.
Perubahan ini menunjukkan bahwa perak kini sudah tidak lagi mendapat manfaat dari penggunaannya di sektor industri. Jadi, perak kini terjebak antara dua kekuatan yang juga sedang melemah:
- Permintaan moneter lebih condong ke emas
- Permintaan industri kehilangan momentum
Karena kedua pendorong utama ini sama-sama melemah, skenario bearish mendapat dukungan makin kuat. Tapi, meskipun semua fakta ini, posisi pasar justru menunjukkan cerita yang berbeda.
Bullish Positioning Masih Bertahan, tapi Level Harga Kunci Perak Sekarang Menentukan Hasilnya
Data opsi menunjukkan bahwa para trader belum sepenuhnya berubah menjadi bearish.
Rasio put-call SLV masih berada di sekitar 0,69 untuk volume dan 0,65 untuk open interest. Artinya, opsi call masih mendominasi dan merefleksikan adanya bias bullish ringan. Rasio put-call SLV merujuk pada data opsi di iShares Silver Trust (SLV), yaitu exchange-traded fund yang mengikuti harga perak dan mencerminkan sentimen investor.
Tetapi, ini bukan keyakinan yang kuat. Data ini menunjukkan bahwa para trader masih tetap mempertahankan ekspektasi harga akan naik dan belum membeli secara agresif saat harga menguat.
Kondisi ini pun menimbulkan ketidaksesuaian. Harga mulai melemah dan sinyal permintaan mulai memudar, namun penempatan posisi masih cenderung bullish. Celah inilah yang dapat meningkatkan risiko.
Sekarang, level harga kunci akan menentukan pergerakan selanjutnya.
Untuk sisi atas:
- Perak perlu kembali tembus level US$75 agar bisa dapatkan kekuatan jangka pendek
- Zona resistance berikutnya terletak di kisaran US$78–US$80
- Jika menembus di atas US$90, ada perubahan tren yang lebih besar
- Breakout di atas US$96 akan benar-benar membatalkan struktur bearish
Untuk sisi bawah:
- Jika gagal menembus ulang level US$75, harga bisa turun ke US$71
- Bila harga menembus di bawah US$71, perak akan menguji area US$66
- Jika tekanan melemah semakin parah, harga perak kemungkinan bisa jatuh ke sekitar US$63 (level terendah 2026 saat ini) dan bahkan sampai ke US$59
Saat ini, sinyalnya sudah jelas. Struktur harga perak masih lemah, data futures pun tidak menunjukkan urgensi, serta permintaan berkurang. Namun posisi bullish masih bertahan. Kalau harga perak terus turun, posisi bullish ini bisa saja terpaksa dibuka, sehingga menambah tekanan turun dan akhirnya menyentuh level terendah baru di 2026.