Harga Solana telah naik sekitar 5% dalam 24 jam terakhir, membawa optimisme baru ke seluruh pasar. Kenaikan ini mengikuti sinyal momentum bullish dan lonjakan akumulasi oleh holder jangka menengah. Jika dilihat sekilas, rebound ini terlihat sehat.
Tapi jika kita melihat grafik dan data on-chain secara lebih mendalam, situasinya menjadi lebih rumit. Walaupun beberapa investor agresif membeli saat harga memantul, indikator lain menunjukkan kekuatan di balik pergerakan ini mungkin tidak sekuat yang terlihat.
Bounce Dapat Support karena Garis EMA Cross dan Pembelian Holder Meningkat
Salah satu faktor utama di balik pergerakan terbaru Solana adalah terjadinya bullish crossover antara exponential moving average (EMA) periode 20 dan periode 50 pada grafik 8 jam. EMA melacak rata-rata harga dengan memberikan bobot lebih besar pada pergerakan terbaru, sehingga membantu trader mengidentifikasi perubahan momentum.
Formasi yang serupa juga pernah muncul pada awal bulan ini. Sekitar 4 Maret, ketika crossover ini terbentuk, Solana sempat reli hampir 12%.
Saat ini, crossover tersebut kembali mulai terbentuk, dan sejak kedua garis EMA mulai saling mendekat, Solana telah naik sekitar 7,45%. Ini menunjukkan para pembeli bereaksi cepat terhadap sinyal tersebut.
Indikator arus uang juga terlihat mendukung. Smart Money Index, yang mencoba memantau perilaku trader berpengalaman, baru-baru ini naik dan menjauh dari garis sinyalnya. Pergerakan ini biasanya menunjukkan semakin banyak partisipasi dari pelaku pasar yang kuat.
Pada saat yang sama, holder jangka menengah hingga panjang juga meningkatkan aksi beli mereka. Metode Hodler Net Position Change memantau seberapa banyak koin yang diakumulasi oleh investor dengan aset yang disimpan setidaknya selama 155 hari. Nilai positif mengindikasikan investor ini sedang menambah posisi, bukan menjual.
Pada 10 Maret, para holder ini telah mengakumulasi sekitar 396.520 SOL. Menjelang 12 Maret, angka itu naik menjadi sekitar 819.634 SOL, naik lebih dari 100% dalam akumulasi. Jika dilihat di permukaan, sinyal-sinyal ini menunjukkan kondisi yang bullish.
Sinyal pendukung lainnya datang dari perilaku holder jangka pendek. Wallet yang menahan Solana selama satu minggu hingga satu bulan, yang sering dianggap kelompok paling spekulatif, menurunkan porsi suplai mereka dari sekitar 9% pada 7 Maret menjadi sekitar 7,31% pada 12 Maret.
Saat suplai bersifat spekulatif keluar dari peredaran, tekanan jual langsung bisa berkurang dan memberi ruang bagi harga untuk naik kembali. Tapi tidak semua metrik mendukung sentimen optimistis tersebut.
Di Balik Permukaan, Divergensi dan Penjualan Jangka Panjang Memunculkan Pertanyaan
Meski ada sinyal bullish di atas, indikator Solana yang lebih dalam menunjukan munculnya kontradiksi. Salah satunya berasal dari Smart Money Index itu sendiri. Meskipun harga Solana perlahan menguat sejak 1 Maret, Smart Money Index justru bergerak turun di periode yang sama.
Ketidakselarasan ini membentuk bearish divergence, yaitu situasi ketika harga naik tapi aliran uang melemah. Divergensi seperti ini sering muncul sebelum tren melambat atau berbalik arah. Selain itu, pantulan harga yang dipicu oleh crossover EMA juga terbentuk di dalam pola bearish: formasi head-and-shoulders.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Sinyal lain muncul dari distribusi suplai jangka lebih panjang.
Data yang memantau holder 1 hingga 2 tahun menunjukkan bahwa kelompok ini mulai mengurangi eksposur. Pada 4 Maret, kelompok ini menguasai sekitar 16,27% suplai beredar Solana. Kini porsi mereka turun menjadi sekitar 15,83%. Meski penurunan ini terlihat kecil dalam persentase, perubahan ini cukup signifikan karena terjadi pada investor berpengalaman jangka panjang.
Menariknya, penurunan tersebut mulai terjadi hampir bersamaan dengan kemunculan puncak (4 Maret) dari pola head-and-shoulders di grafik. Jika pola ini selesai terbentuk, hal tersebut bisa menimbulkan tekanan penurunan harga meski saat ini Solana sedang mengalami rebound.
Level Harga Solana yang Akan Menentukan Apa yang Terjadi Selanjutnya
Untuk saat ini, Solana berada di persimpangan teknikal. Resistance utama pertama berada di dekat US$91. Jika bisa menutup candle 8 jam di atas level ini, struktur bearish yang sedang berkembang bisa melemah dan mengindikasikan momentum rebound masih kuat.
Jika Solana sanggup menembus US$94 pada grafik 8 jam (uji krusial), maka pola head-and-shoulders kemungkinan besar akan terinvalidasi sepenuhnya, sehingga ada peluang pergerakan naik lebih lanjut. Tapi jika gagal bertahan di level saat ini, situasi bisa segera berubah arah.
Jika Solana jatuh di bawah US$87, potensi area support berikutnya ada di sekitar US$85, US$84, dan US$82, yaitu area di mana pembeli sebelumnya mulai masuk. Level paling krusial terletak di sekitar US$77, yang menjadi neckline dari pola head-and-shoulders tersebut.
Jika neckline itu tembus, maka struktur pola akan aktif dan terbuka peluang penurunan sekitar 13%, sehingga Solana bisa turun menuju area US$67–US$68.