Harga XRP (XRP) memperpanjang penurunan pada hari Rabu, menambah tren turun yang telah menghapus 44% nilainya sepanjang tahun lalu.
Di tengah situasi ini, seorang analis pasar menyoroti aktivitas perdagangan yang tidak biasa muncul dari exchange aset kripto terbesar di Korea Selatan, sehingga memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan dampaknya terhadap dinamika harga XRP.
SponsoredStudi 82 Juta Transaksi Tunjukkan Penjualan Struktural di Pasar XRP/KRW di Upbit
Analis kripto Dom mengklaim telah menemukan apa yang ia sebut sebagai “jalur penjualan XRP bernilai miliaran dolar AS yang berlangsung hampir satu tahun.” Dalam sebuah thread yang dipublikasikan di X (sebelumnya Twitter), Dom menyebut temuannya didasarkan pada 82 juta perdagangan XRP/KRW tick-level di Upbit, beserta 444 juta perdagangan dari Binance sebagai perbandingan.
Berdasarkan analisanya, pasangan XRP di Upbit mencatat net negative cumulative volume delta setiap bulan selama 10 bulan terakhir.
“Ini bermula dari pergerakan harga kemarin. -57 juta XRP dalam CVD selama 17 jam. Terlihat sangat gila. Jadi saya lakukan analisis forensik – pemindaian jejak bot, deteksi iceberg, pemeriksaan wash trade. Penjualannya nyata. Algoritmik. 61% perdagangan terjadi dalam 10 ms. Satu bot berjalan terus selama 17 jam dengan jeda 33 detik saja,” tulisnya.
Dom menyoroti beberapa bulan dengan negatif cumulative volume delta signifikan, termasuk April (-165 juta XRP), Juli (-197 juta XRP), Oktober (-382 juta XRP), dan Januari (-370 juta XRP). Secara total, ia melaporkan hanya 1 dari 46 minggu dalam periode sampel yang menunjukkan tekanan beli net positif.
“Dan ini bukan ‘pasar’ – di Binance XRP/USDT tekanan jualnya 2-5 kali lebih rendah pada koin yang sama (mengejutkan). Di bulan Juni, Binance net positif sementara Upbit minus 218 juta. Korelasi per jam antara kedua exchange hanya 0,37. Arus Upbit sebagian besar memang arusnya sendiri,” tambah postingan itu.
Dom berpendapat penjualan ini nampaknya bersifat algoritmik. Antara 57% hingga 60% perdagangan dilakukan dalam waktu 10 milidetik—pola yang umumnya terkait dengan sistem otomatis. Ia juga mengamati bahwa order jual sering kali muncul dalam jumlah bulat seperti 10, 100, atau 1.000 XRP.
Sponsored SponsoredDi sisi lain, order beli seringkali berupa jumlah pecahan seperti 2,537 XRP, sesuai dengan pembelian ritel denominasi KRW-yang umum ditemui di Korea.
“Sepuluh juta order beli pecahan selama 10 bulan. Sementara di sisi jual diterapkan ukuran mekanis angka bulat. Dua profil berbeda sepenuhnya saling berdagang di exchange yang sama,” tambah analis tersebut.
Selain itu, analis tersebut mengungkapkan bahwa dari April hingga September, XRP di Upbit dilaporkan diperdagangkan dengan diskon 3% hingga 6% dibandingkan Binance, yang disebutnya sebagai “reverse Kimchi Discount.”
“Penjual menerima harga 6% lebih buruk daripada yang tersedia di pasar global, selama berbulan-bulan. Mereka tidak peduli soal harga. Mereka butuh KRW, diharuskan menggunakan Upbit, dan/atau merupakan holder Korea yang sedang take profit,” ucapnya. “Lalu datang 10 Oktober. Sejak itu, premi hanya sempat negatif sebentar saja dan para penjual? Mereka menggandakan laju harian. Dari -6,3 juta/hari menjadi -11,2 juta/hari.”
Ia memperkirakan total aktivitas ini mencakup 3,3 miliar XRP, senilai US$5 miliar, dalam “net selling”. Ini setara dengan sekitar 5,4% dari total pasokan beredar token tersebut. Meski Dom tidak mengidentifikasi entitas spesifik di balik aktivitas ini, ia menggambarkan arus tersebut sebagai konsisten, berlangsung terus-menerus 24/7, dan mirip infrastruktur, bukan perdagangan diskresioner.
Sponsored“Jadi, siapa yang punya cukup XRP untuk jual 300-400 juta per bulan selama setahun penuh, tidak peduli soal diskon 6%, menjalankan infrastruktur algoritmik identik 24/7 dan memang butuh KRW, atau ada dalam walled garden dan hanya bisa pakai Upbit? DAN, ke siapa mereka jual? Siapa di sisi lain perdagangan itu? Bisa jadi satu entitas, 50 entitas, atau 10 ribu orang—silakan Anda berspekulasi,” komentar Dom.
Mengapa Ini Penting?
Ini penting karena penjualan berskala besar dan berkelanjutan berpotensi mempengaruhi dinamika harga di waktu mendatang. Arus jual yang konsisten bisa membatasi pergerakan naik, memperdalam penurunan di masa tekanan pasar, serta menyerap permintaan beli sebelum dapat mendorong kenaikan harga bermakna.
Dampaknya makin relevan mengingat XRP adalah aset paling sering diperdagangkan di Upbit pada 2025. Jika pola ini benar, berarti ada sumber suplai signifikan yang aktif di salah satu pasar XRP paling aktif di dunia, sementara peserta ritel sering di posisi berlawanan dalam perdagangan itu.
Jika tekanan jual itu berkurang atau berhenti, perilaku pasar secara keseluruhan sangat bisa berubah saat keseimbangan antara suplai dan permintaan menyesuaikan diri.
Sponsored SponsoredTemuan tersebut muncul ketika saldo XRP di Upbit mencapai level tertinggi dalam satu tahun, melebihi 6,4 miliar XRP dan mencakup hampir 10% dari suplai yang beredar.
Sebaliknya, cadangan di exchange Binance terus menurun sehingga mencerminkan perbedaan antara investor XRP Korea dan pelaku pasar di wilayah lain.
Jika kita lihat bersama, aksi jual struktural yang dilaporkan di Upbit dan kenaikan saldo XRP di exchange tersebut menunjukkan arus token yang terus beredar di platform tersebut. Di sisi lain, tren cadangan yang berbeda dan pola akumulasi yang terlihat di exchange lain menyoroti adanya perbedaan perilaku pasar wilayah.