Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$70.725 pada 21 Maret, terjebak antara akumulasi holder jangka panjang yang terus meningkat dan periode panjang kerugian realisasi on-chain yang menunjukkan penyerapan permintaan di atas US$70.000 masih lemah.
Ketegangan antara dua faktor ini membuat pergerakan harga Bitcoin menyempit dalam rentang yang kecil selama hampir dua minggu terakhir. Hasil dari penyempitan ini kemungkinan besar akan menentukan apakah BTC berhasil breakout dengan jelas atau akan kembali menguji support yang lebih rendah.
Holder Bitcoin Belum Menunjukkan Kepercayaan Diri
Bagan Net Realized Profit/Loss (Rata-rata Pergerakan 24 jam) BTC dari Glassnode, yang mencakup periode 29 Januari hingga 20 Maret, memperlihatkan bahwa metrik ini hampir sepenuhnya berada di zona negatif sepanjang waktu tersebut. Titik terendah terjadi sekitar -US$240 juta pada 7 Februari, bersamaan dengan penurunan harga paling tajam mendekati US$62.000.
Sejak saat itu, kerugian realisasi bersih Bitcoin menyempit ke rentang yang lebih kecil, berfluktuasi antara -US$25 juta hingga -US$50 juta hingga pertengahan sampai akhir Maret. Sesekali, metrik ini sempat masuk ke wilayah positif sekitar 9 Februari, 14 Februari, dan sebentar di awal hingga pertengahan Maret, namun tidak pernah bertahan lama.
Pembacaan terbaru, per 18–19 Maret, menunjukkan metrik ini masih negatif, di kisaran -US$25 juta, meskipun harga sempat pulih ke US$74.000 lalu terkoreksi kembali.
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Crypto Newsletter harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Hal ini penting karena kerugian realisasi bersih yang berkepanjangan menandakan bahwa acquisisi rata-rata pasar berada di atas harga saat ini bagi sebagian besar holder.
Buyer yang masuk pada reli akhir 2025 masih mengalami “tenggelam”, dan keengganan mereka untuk menjual belum mampu mengangkat harga secara signifikan.
Agar metrik ini bisa secara konsisten berbalik positif, BTC harus bertahan di atas harga acqusisi rata-rata para buyer baru-baru ini — yang berdasar grafik harga, ada di kisaran US$72.000 sampai US$75.000.
LTH Masih Optimistis
Meski tekanan kerugian realisasi terjadi, grafik Long-Term Holder (LTH) dari Glassnode menunjukkan cerita yang berbeda. Total pasokan yang dipegang oleh holder jangka panjang mencapai titik terendah sekitar 14,46 juta BTC pada 4–5 Februari, tepat saat harga anjlok ke titik terendah siklusnya di kisaran US$62.000.
Sejak itu, pasokan LTH naik stabil menjadi sekitar 14,61 juta BTC pada 20 Maret — bertambah sekitar 150.000 BTC selama enam minggu.
Garis oranye di grafik terus bergerak ke atas, meski harga Bitcoin sempat naik turun antara US$63.000 sampai US$75.850.
Divergensi antara kedua grafik ini sangat signifikan. Holder jangka panjang terus menyerap BTC setiap kali harga turun, sehingga suplai likuid di pasar berkurang.
Namun, akumulasi mereka masih belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance di US$75.850. Tekanan dari sisi penawaran memang terbentuk, tapi permintaan dari buyer jangka pendek dan institusi belum cukup kuat untuk menembus “tembok” di atasnya.
Apakah Bitcoin Siap Membentuk Ceiling?
Harga Bitcoin kini berada di US$70.725 dalam kondisi squeeze Bollinger Band. Garis atas sudah terkoreksi turun ke sekitar US$74.636; garis tengah berada di kisaran US$70.366; dan garis bawah mulai naik ke sekitar US$66.097. Penyempitan band ini menunjukkan volatilitas menurun — sebuah kondisi yang secara historis lazim mendahului pergerakan harga tajam ke arah tertentu.
Harga Bitcoin sempat menyentuh US$75.850 pada 17 Maret sebelum ditolak dua candle dan kembali ke bawah US$74.000. Level itu kini menjadi resistance yang jelas. Di bawah harga sekarang, support pertama ada di US$68.865, lalu garis bawah Bollinger di US$66.097, dan lantai terendah di US$62.891.
Setup ini menunjukkan keputusan yang tegas. Penutupan harian di atas US$75.850 — didukung perubahan positif pada net realized P/L — akan menghilangkan hambatan utama di atas dan membawa level US$78.000 dalam jangkauan.
Namun jika harga turun di bawah US$68.865, ini mengonfirmasi akumulasi LTH belum cukup kuat menyerap tekanan jual di level tersebut, sehingga membuka peluang retest ke area US$65.000–US$66.000.
Kadaluarsa options kuartalan pada 27 Maret, dengan open interest Bitcoin notional sebesar US$14 miliar Bitcoin notional open interest, merupakan katalis paling mungkin untuk menyelesaikan pergerakan harga dalam kisaran saat ini. Sampai peristiwa itu selesai, tekanan Bollinger Band menunjukkan pasar sedang menahan diri untuk bergerak — namun arahnya belum pasti.