Laporan tanggal 27 Desember dari seorang investigator on-chain anonim, Specter, menuduh bahwa aktivitas aset digital Tate bukan hanya soal trading spekulatif, melainkan berpotensi melakukan pencucian uang.
Analisis tersebut mengklaim, sejumlah alamat blockchain yang diduga terhubung dengan Tate menerima sekitar US$1,2 juta. Dana itu kabarnya berasal dari wallet yang disebutkan dalam gugatan hukum Texas yang terkait dengan kasus penipuan investasi senilai US$5 juta.
SponsoredTate wallet diduga terima dana dari penipuan US$5 juta di Amerika Serikat
Menurut Specter, dokumen pengadilan dari berkas Maret 2025 di Texas mengungkap jaringan wallet yang digunakan untuk mencuci uang hasil curian dari korban antara Januari 2023 sampai Februari 2025.
Analisis dari Specter memperlihatkan bahwa salah satu wallet terdakwa mentransfer US$1,2 juta ke alamat “0x9B67.”
Sang investigator menghubungkan “0x9B67” ke Tate lewat rangkaian interaksi on-chain, termasuk transfer langsung sejumlah US$4 pada 14 Desember 2024 dari alamat publik milik Tate ke wallet kripto yang dicurigai itu.
Selain itu, pola trading wallet tersebut di decentralized exchange Hyperliquid meniru bagaimana Tate mengumumkan aktivitas trading-nya secara publik.
Walau Tate saat ini belum tercantum sebagai terdakwa dalam kasus penipuan Texas tersebut, dana korban telah teridentifikasi berada di wallet yang diduga terhubung dengan dirinya. Keterkaitan ini bisa membuatnya berisiko terkena aksi perampasan sipil di Amerika Serikat.
SponsoredKaitan dengan investigasi penipuan asal Amerika Serikat ini bisa memperumit pembelaan hukum Tate di Eropa karena mungkin memicu kerja sama lintas negara antara DOJ dan otoritas Rumania.
Transfer Railgun
Di sisi lain, laporan ini juga memaparkan arus modal besar ke Railgun, pool privasi yang dirancang untuk menyamarkan catatan transaksi.
Selama dua tahun, entitas yang dikaitkan dengan Tate diduga telah menyetor US$30 juta ke protokol kripto tersebut. Sebagian besar dana berasal dari Radom Pay, prosesor pembayaran kripto.
Petugas kepatuhan biasanya menandai penggunaan alat privasi legal dalam volume besar oleh individu yang sedang didakwa, sebagai teknik layering untuk mengaburkan asal-usul dana.
Investigasi Specter juga mengindikasikan bahwa Tate memanipulasi sentimen pasar dengan membuat pernyataan publik palsu. Analis itu menyoroti insiden Juni 2024 saat Tate membagikan tangkapan layar yang mengklaim ia menolak tawaran promosi token.
namun, Specter menuturkan, data blockchain menunjukkan wallet dalam tangkapan layar tersebut didanai oleh Tate. Ia menambahkan bahwa aktivitas tersebut menandakan Tate mengendalikan wallet itu, meski ia menyatakan wallet itu milik promotor pihak ketiga.
Hal ini menunjukkan bahwa ia merekayasa “penolakan” tadi untuk membangun reputasi integritas, meskipun diam-diam tetap mengelola asetnya.
Pada waktu publikasi, Tate belum memberi tanggapan atas tuduhan ini.