Kembali

Apa yang Diperlukan agar Ethereum Akhirnya Breakout di US$3.300?

author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

08 Januari 2026 21.24 WIB
  • Ethereum Turun Hampir 3% di Tengah Koreksi Pasar yang Dorong Harga ke Bawah US$3.120
  • Gap Premium Coinbase Sentuh Titik Terendah sejak Awal 2025
  • Sinyal Teknikal Bullish Isyaratkan Potensi Kenaikan meski Posisi Institusi Masih Waspada
Promo

Setelah awal tahun 2026 yang kuat, Ethereum (ETH) saat ini menghadapi tekanan turun, dengan harganya turun hampir 3% dalam 24 jam terakhir.

Di tengah kondisi ini, seorang analis menyoroti sinyal bearish utama yang harus diatasi oleh Ethereum sebelum breakout di atas level US$3.300 dapat benar-benar terjadi.

Sponsored
Sponsored

Ethereum Menghadapi Ujian Penting saat Kondisi Pasar Melemah

Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa ETH menutup tahun 2025 dengan penurunan 10,9%. Walaupun begitu, candlestick hijau tetap mendominasi grafik di awal tahun baru, dengan altcoin ini naik 11,3% antara 1 Januari hingga 6 Januari.

namun, sejak hari Rabu, ETH membalik arah pergerakannya. Dalam satu hari terakhir, aset kripto terbesar kedua ini turun sekitar 3%.

Pada waktu publikasi, ETH diperdagangkan di harga US$3.113. Pergerakan ini merupakan bagian dari penurunan pasar yang lebih luas, di mana total kapitalisasi pasar aset kripto turun lebih dari 2,2%.

Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: BeInCrypto Markets

Dalam penilaian terbaru, CryptoOnchain menyoroti perbedaan bearish yang signifikan antara aksi harga Ethereum dan permintaan on-chain dasarnya. Analis tersebut menerangkan bahwa terdapat penurunan tajam pada Coinbase Premium Gap.

Sponsored
Sponsored

Rata-rata pergerakan sederhana 14 harinya turun ke -2,285, yang merupakan level terendah sejak awal Februari 2025. Menurut CryptoOnchain, kondisi ini menandakan permintaan yang melemah dari investor institusi AS.

Coinbase Premium Gap mengukur selisih harga antara Coinbase, yang sering digunakan untuk menilai sentimen institusi AS, dan Binance, yang merefleksikan aktivitas retail global secara luas.

“Gap negatif yang terus-menerus ini jelas mengindikasikan bahwa tekanan jual—atau lebih tepatnya, kurangnya minat beli—jauh lebih kuat di Coinbase dibandingkan Binance,” demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Coinbase Premium Gap Ethereum | Sumber: CryptoQuant
Sponsored
Sponsored

Si analis juga menambahkan bahwa secara historis, reli Ethereum yang berkelanjutan biasanya terjadi bersamaan dengan premium positif di Coinbase. Bacaan negatif saat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar institusi pada umumnya masih menahan diri di level harga sekarang.

“Kelemahan on-chain ini terjadi saat Ethereum masih kesulitan menembus zona resistance kuat di US$3.300…. Sampai gap harga antara Coinbase dan Binance kembali ke area positif dan permintaan riil muncul lagi di pasar spot AS, kemungkinan breakout terkonfirmasi di atas resistance US$3.300 masih rendah,” jelas CryptoOnchain.

Arus keluar berkelanjutan dari exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot juga mempertegas lemahnya permintaan. ETF tersebut mencatat arus keluar bulanan terbesar pada November, yaitu US$1,42 miliar. Setelahnya, terjadi lagi arus keluar sebesar US$616,8 juta di bulan Desember.

Pada 7 Januari, ETF tersebut mengalami arus keluar pertama di tahun 2026, dengan nilai US$98,45 juta mengalir keluar dari produk tersebut menurut data SoSoValue. Hal ini juga terjadi pada ETF Bitcoin dan XRP di hari yang sama, memperkuat lemahnya sektor ETF saat ini.

Sponsored
Sponsored

Sinyal Bullish Muncul Meski Permintaan Institusi Lemah

Walau permintaan terlihat lesu, minat investor ternyata belum sepenuhnya hilang. BeInCrypto melaporkan bahwa pada 6 Januari, Morgan Stanley mengajukan Formulir SEC S-1 untuk exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot, mengikuti aplikasi sejenis terkait Bitcoin dan Solana sebelumnya.

Selain itu, dari sisi teknikal, sejumlah pelaku pasar memperkirakan potensi kenaikan lanjutan ETH. Seorang analis menemukan hidden bullish divergence pada grafik ETH, dengan support yang valid. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut jika support tersebut bertahan. Sementara itu, trader lain menyoroti Bollinger Bands yang menyempit; indikator ini memperlihatkan potensi pergerakan besar yang bisa segera terjadi.

Perbedaan antara metrik institusi yang bearish dan sinyal teknikal yang bullish menciptakan ketidakpastian. Walaupun Coinbase Premium Gap dan arus keluar ETF mengindikasikan kehati-hatian institusi, sinyal teknikal menunjukkan peluang kenaikan Ethereum. Faktor mana yang akan terbukti lebih menentukan, akan menjadi jelas dalam beberapa hari ke depan.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori