Terkait topik iniDewan Intelijen Pasar

Arthur Hayes Bertaruh pada Apa yang Terjadi Setelah Crash AI

  • Arthur Hayes menyarankan trader untuk melakukan long pada BTC dan ETH daripada bertaruh pada AI.
  • Dia memperkirakan crash AI akan berakhir dengan bailout bernilai triliunan dolar.
  • Hayes memadukan prediksinya dengan grafik penurunan saham CoreWeave sebesar 15%.
Promo

Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, menyarankan para trader untuk melakukan long pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), bukannya bertaruh pada kejatuhan AI. Ia menyampaikan ajakan ini bersamaan dengan grafik saham CoreWeave yang terus turun.

Hayes mengatakan ia tidak akan berjudi pada AI, baik naik atau turun. Sebaliknya, ia memperkirakan akan ada bailout bernilai triliunan dolar AS, dan ia ingin memegang aset yang bisa menyerap dana besar tersebut.

Arthur Hayes Melakukan Trading untuk Momen Penyelamatan, Bukan Kejatuhan

Hayes membagikan ajakannya ini di X.

Dasarnya untuk para investor berasal dari sejarah. Menurut pandangan Hayes, setiap teknologi besar yang berkembang selalu mengalami pembangunan berlebih, kemudian jatuh, dan akhirnya diselamatkan. Ia memperkirakan booming data center AI akan mencapai titik kritis sekitar akhir tahun 2027 atau 2028.

Disponsori
Disponsori

Ketika momen penyelamatan datang, Hayes memperkirakan penguasa akan mencetak uang lebih banyak daripada setelah krisis keuangan 2008.

Uang baru itu nantinya perlu tempat berlabuh. Hayes berpendapat bahwa Bitcoin dan aset kripto lainnya akan menyerap likuiditas tersebut, dan ia percaya gelombang dana itu akan mendorong harga Bitcoin menembus US$1.000.000 atau bahkan lebih.

Sebaliknya, short AI bukan hal menarik baginya. Arthur Hayes memilih menunggu peluang penyelamatan daripada menebak-nebak waktu terjadinya kejatuhan.

Penyelamatan saat pandemi 2020 mendukung pendapat ini. Ketika The Fed lebih dari menggandakan neraca, harga Bitcoin naik dari di bawah US$5.000 menjadi di atas US$60.000.

Penjelasan bailout Arthur Hayes ditunjukkan dalam grafik suplai uang M2 AS versus harga Bitcoin
Suplai Uang AS vs. Harga Bitcoin | Sumber: BeInCrypto

Belakangan ini, hubungan itu memang mulai renggang. Suplai uang AS mencatat rekor tertinggi pada Agustus, tetapi Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 35% di bawah puncaknya pada Oktober 2025. Kesenjangan antara suplai uang dan harga Bitcoin ini juga muncul secara global.

Kedua aset pilihannya juga masih tertinggal dari saham-saham AI sepanjang 2026.

Arthur Hayes mendukung Bitcoin dan Ethereum meski keduanya tertinggal saham AI di tahun 2026
Bitcoin dan Ethereum vs. Saham AI tahun 2026 | Sumber: BeInCrypto

Tidak semua orang meyakini ledakan akan terjadi dalam waktu dekat. Co-founder Fundstrat, Tom Lee, berpendapat bahwa fase AI saat ini mirip dengan tahun 1997, bukan 1999, dan memperkirakan puncak bubble akan terjadi sekitar 2033.

Ketakutan Utang AI, Menguji Strategi Bailout

CoreWeave, penyedia cloud AI, anjlok 15% sehari setelah pembawa acara CNBC, Jim Cramer, menyebutnya sebagai satu-satunya pilihan cloud AI yang ia percaya.

Penurunan ini menambah kekhawatiran tentang utang AI. Dalam buletin pada bulan September, Hayes menyebut sejumlah perusahaan asuransi besar AS berada di ambang bangkrut akibat utang AI jika menurut nilai pasar.

Bagi para trader aset kripto, perdebatan kini beralih dari sekadar jatuhnya saham AI, menjadi siapa yang akan menanggung kerugian jika itu terjadi. Arthur Hayes sudah memasang taruhan bahwa pemerintah yang akan mencetak uang untuk menutupinya, dengan Bitcoin dan ETH sebagai lindung nilai utamanya.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori