Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, menyarankan para trader untuk melakukan long pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), bukannya bertaruh pada kejatuhan AI. Ia menyampaikan ajakan ini bersamaan dengan grafik saham CoreWeave yang terus turun.
Hayes mengatakan ia tidak akan berjudi pada AI, baik naik atau turun. Sebaliknya, ia memperkirakan akan ada bailout bernilai triliunan dolar AS, dan ia ingin memegang aset yang bisa menyerap dana besar tersebut.
Arthur Hayes Melakukan Trading untuk Momen Penyelamatan, Bukan Kejatuhan
Hayes membagikan ajakannya ini di X.
Dasarnya untuk para investor berasal dari sejarah. Menurut pandangan Hayes, setiap teknologi besar yang berkembang selalu mengalami pembangunan berlebih, kemudian jatuh, dan akhirnya diselamatkan. Ia memperkirakan booming data center AI akan mencapai titik kritis sekitar akhir tahun 2027 atau 2028.
Ketika momen penyelamatan datang, Hayes memperkirakan penguasa akan mencetak uang lebih banyak daripada setelah krisis keuangan 2008.
Uang baru itu nantinya perlu tempat berlabuh. Hayes berpendapat bahwa Bitcoin dan aset kripto lainnya akan menyerap likuiditas tersebut, dan ia percaya gelombang dana itu akan mendorong harga Bitcoin menembus US$1.000.000 atau bahkan lebih.
Sebaliknya, short AI bukan hal menarik baginya. Arthur Hayes memilih menunggu peluang penyelamatan daripada menebak-nebak waktu terjadinya kejatuhan.
Penyelamatan saat pandemi 2020 mendukung pendapat ini. Ketika The Fed lebih dari menggandakan neraca, harga Bitcoin naik dari di bawah US$5.000 menjadi di atas US$60.000.
Belakangan ini, hubungan itu memang mulai renggang. Suplai uang AS mencatat rekor tertinggi pada Agustus, tetapi Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 35% di bawah puncaknya pada Oktober 2025. Kesenjangan antara suplai uang dan harga Bitcoin ini juga muncul secara global.
Kedua aset pilihannya juga masih tertinggal dari saham-saham AI sepanjang 2026.
Tidak semua orang meyakini ledakan akan terjadi dalam waktu dekat. Co-founder Fundstrat, Tom Lee, berpendapat bahwa fase AI saat ini mirip dengan tahun 1997, bukan 1999, dan memperkirakan puncak bubble akan terjadi sekitar 2033.
Ketakutan Utang AI, Menguji Strategi Bailout
CoreWeave, penyedia cloud AI, anjlok 15% sehari setelah pembawa acara CNBC, Jim Cramer, menyebutnya sebagai satu-satunya pilihan cloud AI yang ia percaya.
Penurunan ini menambah kekhawatiran tentang utang AI. Dalam buletin pada bulan September, Hayes menyebut sejumlah perusahaan asuransi besar AS berada di ambang bangkrut akibat utang AI jika menurut nilai pasar.
Bagi para trader aset kripto, perdebatan kini beralih dari sekadar jatuhnya saham AI, menjadi siapa yang akan menanggung kerugian jika itu terjadi. Arthur Hayes sudah memasang taruhan bahwa pemerintah yang akan mencetak uang untuk menutupinya, dengan Bitcoin dan ETH sebagai lindung nilai utamanya.











