Kembali

Apa Arti Kontrol AS atas Cadangan Minyak Venezuela Senilai US$17 Triliun bagi Bitcoin

author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

05 Januari 2026 18.06 WIB
  • Harga minyak dan gas turun setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
  • Pasar mengharapkan suplai minyak naik dari kontrol AS atas cadangan Venezuela, sehingga menekan harga.
  • Analis menyarankan likuiditas bisa bergeser ke Bitcoin saat biaya energi turun dan modal berotasi.
Promo

Harga minyak dan gas alam turun hari ini karena pasar merespons serangan AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Ketika diskusi soal masa depan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar makin memanas, analis pasar percaya bahwa Bitcoin (BTC) bisa jadi penerima manfaat dari situasi ini.

Sponsored
Sponsored

Mengapa Langkah Trump di Venezuela Menekan Harga Minyak dan Gas

Pada 3 Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negara itu telah melakukan operasi militer besar-besaran di Venezuela. Presiden Venezuela Nicolás Maduro serta istrinya, Cilia Flores, juga berhasil ditangkap.

Pasar keuangan langsung bereaksi terhadap perkembangan ini saat perdagangan dibuka hari ini, di mana harga energi langsung turun. The Kobeissi Letter menerangkan bahwa harga gas alam turun sekitar 6% hanya dalam waktu 15 menit setelah perdagangan Futures dibuka. Selain itu, harga minyak turun di bawah US$57 per barel, dan bergerak di level yang terakhir kali terlihat pada tahun 2021.

Biasanya, eskalasi geopolitik besar yang melibatkan negara produsen minyak cenderung menaikkan harga energi. Tapi kali ini, pasar nampaknya bereaksi secara berbeda. Pergeseran ini berkaitan dengan ekspektasi terhadap rencana Trump atas cadangan minyak dan gas Venezuela yang sangat besar.

“Kita akan mengirim perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, masuk ke sana, menginvestasikan miliaran Dollar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” ujar Trump dalam sebuah pidato publik.

Sebagai konteks, Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Jumlahnya hampir 20% dari total cadangan global.

Tidak hanya minyak, Venezuela juga memiliki cadangan gas alam sekitar 200 triliun kaki kubik, di mana banyak yang masih belum dieksplorasi.

Sponsored
Sponsored

“AS yang mengambil alih Venezuela diperkirakan akan membawa suplai minyak dan gas alam LEBIH BANYAK ke pasar. Pasar tahu bahwa peristiwa akhir pekan ini pada akhirnya akan menghasilkan situasi sebaliknya dari gangguan suplai. Pasar tidak pernah salah,” papar The Kobeissi Letter dalam sebuah posting.

Hipotesis Rotasi Likuiditas

Kendali AS atas sektor energi Venezuela bisa membuat suplai makin bertambah, sehingga harga minyak dan gas alam bisa semakin turun. Tapi bagaimana skenario ini bisa menguntungkan Bitcoin?

Menurut analis pasar Eric Fung, di situasi seperti ini, para trader dan perusahaan ekuitas swasta mungkin akan mengalokasikan dana ke aset alternatif, termasuk emas dan perak. Aset digital juga bisa jadi bagian dari rotasi portofolio ini, dengan Bitcoin dan Ethereum berpotensi menjadi pihak yang diuntungkan dari pergeseran arus modal tersebut.

Seorang analis berpendapat bahwa tindakan AS di Venezuela menyoroti bagaimana sistem fiat sangat terikat pada kekuasaan negara, yang bisa mengurangi kepercayaan pada Dollar. Akibatnya, investor mungkin akan mencari alternatif seperti Bitcoin yang tahan sita dan tidak dikuasai negara, sehingga permintaan naik dan mendorong penguatan harga pada masa ketegangan geopolitik.

Meski begitu, para kritikus menilai bahwa pasar mengabaikan hambatan praktis. Seorang pengamat pasar berpendapat bahwa minyak mentah berat Venezuela hanyalah risiko suplai secara teori, mirip seperti Bitcoin milik Mt. Gox.

Sumber ini memang ada, tapi pasar tidak bisa menghitung harganya dengan tepat karena produksinya lambat, tidak pasti, dan terhalang oleh masalah infrastruktur maupun politik. Karena itu, isu ini lebih sering dipakai sebagai narasi untuk mempengaruhi sentimen daripada menjadi guncangan pasokan yang nyata.

“Memang betul-betul belum diketahui bagaimana/ kapan hal ini akan masuk ke pasar dengan tingkat produksi signifikan yang lebih tinggi, mengingat butuh waktu membangun sistem yang efisien. Lebih mungkin isu ini hanya dipakai sebagai alat manipulasi imajinatif, bukan penyeimbang pasokan/permintaan yang nyata. Pasar juga tak bisa memperkirakan dengan tepat apakah AS bisa mempertahankan kendali itu atau akan bertahan berapa lama,” tutur penulisnya dalam posting.

Selain pengaruh harga minyak, BeInCrypto juga melaporkan bahwa dugaan cadangan Bitcoin Venezuela, jika disita oleh AS, bisa menciptakan guncangan pasokan jangka panjang yang pada akhirnya menguntungkan harga Bitcoin.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori