Kembali

Apa yang Terjadi jika 20 Juta Bitcoin Selesai Ditambang?

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Shilpa Lama

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

06 Maret 2026 13.02 WIB

Bitcoin sedang mendekati sebuah tonggak yang belum pernah dicapai oleh sistem moneter manapun sepanjang sejarah. Sekitar Maret 2026 nanti, jaringan ini akan menambang koin ke-20 juta — artinya 95% dari seluruh Bitcoin yang akan pernah ada sudah beredar di pasar.

Yang membuat momen ini luar biasa bukan sekadar jumlahnya, tapi perbandingan dengan apa yang terjadi setelahnya. Untuk menambang 20 juta BTC pertama, dibutuhkan waktu sekitar 17 tahun. Satu juta terakhir akan memakan waktu lebih dari satu abad, dengan bagian terakhir dari sebuah koin baru benar-benar ada sekitar tahun 2140.

Artikel ini membahas arti sebenarnya dari tonggak 20 juta Bitcoin — baik untuk jaringannya, para miner, tingkat kelangkaannya, maupun ekonomi jangka panjang Bitcoin.

TAKEAWAY UTAMA
➤ Bitcoin akan menambang koin ke-20 juta di awal 2026, hanya menyisakan 1 juta BTC lagi untuk dibuat
➤ Sisa koin akan memerlukan lebih dari 114 tahun untuk ditambang karena jadwal halving Bitcoin
➤ Diperkirakan ada 2,3 hingga 3,7 juta BTC yang dianggap hilang selamanya, sehingga pasokan beredar efektif menjadi lebih sedikit
➤ Para miner akan mengalami perubahan struktur, dari pendapatan block reward menjadi lebih bergantung ke biaya transaksi
➤ Tonggak ini menegaskan kelangkaan Bitcoin yang terbukti — fitur yang tidak bisa ditiru oleh uang fiat manapun
➤ Kelangkaan saja tidak menjamin harga naik; permintaan tetap menjadi penentu lainnya

Disponsori
Disponsori

Apa Arti Pencapaian 20 Juta Bitcoin?

Protokol Bitcoin menerapkan batas maksimum 21 juta koin. Berbeda dengan mata uang fiat, di mana bank sentral bisa mengubah jumlah pasokan sesuka hati, penerbitan Bitcoin mengikuti jadwal tetap yang transparan dan tercatat di dalam kode. Tidak ada pihak yang bisa mengubah hal ini.

Ketika koin ke-20 juta berhasil ditambang, tepat 95,24% dari total pasokan sudah beredar di pasar. Itu artinya, kurang dari satu juta koin tersisa untuk sepanjang sisa hidup Bitcoin — rentang waktu lebih dari satu abad ke depan.

Batas ini punya nilai simbolis dan juga praktis. Secara simbolis, ini menegaskan bahwa mayoritas besar Bitcoin telah terdistribusi. Secara praktis, laju tambahan koin baru ke pasar sekarang menjadi sangat kecil dibandingkan jumlah yang sudah beredar. Untuk setiap 20 koin yang beredar, hanya satu lagi yang bisa dibuat ke depannya.

Batas 21 juta Bitcoin bukan sekedar pilihan desain — semua node di jaringan ikut menerapkannya. Setiap upaya untuk mengubah batas ini akan membutuhkan persetujuan mayoritas besar partisipan jaringan, membuatnya jadi salah satu parameter moneter paling sulit diubah sepanjang sejarah.

Tonggak ini juga terjadi di tengah meningkatnya minat institusi. Ketika perusahaan finansial besar, sovereign wealth fund, dan pemerintahan negara mulai terlibat dengan Bitcoin, konsep kelangkaan yang bisa diverifikasi — yang bisa dicek sendiri oleh siapa pun yang menjalankan node — jadi semakin penting artinya.

Bagaimana Jadwal Pasokan Bitcoin Bekerja

Bitcoin baru masuk ke sirkulasi lewat proses yang disebut mining. Para miner berlomba untuk memvalidasi blok transaksi, dan yang berhasil mendapat imbalan berupa BTC baru. Inilah satu-satunya cara koin baru bisa tercipta.

Ketika Bitcoin diluncurkan pada Januari 2009, tiap blok memberikan hadiah 50 BTC untuk para miner. Sekitar setiap 210.000 blok — kira-kira setiap empat tahun — hadiah ini dipotong setengah melalui peristiwa yang disebut halving. Halving ini akan terus berlanjut sampai hadiah blok turun menjadi nol, dan seluruh 21 juta koin telah diterbitkan.

Berikut adalah sejarah dan jadwal halving Bitcoin secara lengkap:

HalvingTanggalBlock heightBlock rewardTotal BTC Ditambang
PeluncuranJan 2009050 BTC0
1stNov 2012210.00025 BTC10.500.000
2ndJul 2016420.00012,5 BTC15.750.000
3rdMei 2020630.0006,25 BTC18.375.000
4thApr 2024840.0003,125 BTC19.687.500
5th~Mar 20281.050.0001,5625 BTC~20.343.750
6th~20321.260.0000,78125 BTC~20.671.875

Setiap halving membuat proses mendapatkan BTC baru menjadi dua kali lebih sulit, sehingga kurva pasokannya makin menurun. Saat ini, imbalan per blok yaitu 3,125 BTC menghasilkan sekitar 450 koin baru per hari — sangat jauh bila dibandingkan 7.200 BTC per hari pada empat tahun pertama Bitcoin.

Memahami jadwal ini sangat penting agar kita bisa mengerti mengapa satu juta koin terakhir membutuhkan waktu sangat lama untuk ditambang.

Satu Juta Terakhir: Mengapa Butuh Lebih dari Satu Abad

Matematika di balik pengurangan jumlah Bitcoin yang diterbitkan sangat sederhana, namun membawa dampak besar. Dengan tingkat 3,125 BTC per block dan sekitar 144 block per hari, jaringan memproduksi sekitar 450 BTC setiap hari. Itu berarti sekitar 164.250 BTC setiap tahun.

Setelah halving tahun 2028, produksi harian turun menjadi sekitar 225 BTC. Setelah halving tahun 2032, produksi harian turun lagi menjadi sekitar 112 BTC. Setiap halving berikutnya terus memangkas jumlah Bitcoin yang diterbitkan menjadi setengahnya.

Disponsori
Disponsori

Penyusutan eksponensial ini membuat satu juta koin terakhir tersebar pada puluhan siklus halving. Inilah perbandingannya:

  • 10 juta BTC pertama: Ditambang dalam waktu sekitar 4 tahun (2009–2012)
  • 5 juta BTC berikutnya: Ditambang dalam waktu sekitar 4 tahun (2012–2016)
  • 2,5 juta BTC berikutnya: Ditambang dalam waktu sekitar 4 tahun (2016–2020)
  • 1 juta BTC terakhir: Akan memakan waktu sekitar 114 tahun (2026–2140)

Pada tahun 2040-an, penerbitan Bitcoin harian akan turun di bawah 30 BTC. Pada tahun 2060-an, hanya kurang dari 2 BTC per hari. Bitcoin penuh terakhir kemungkinan akan ditambang sekitar tahun 2090-an, dan satu satoshi terakhir — unit terkecil Bitcoin, setara 0,00000001 BTC — diperkirakan akan tercipta sekitar tahun 2140.

Setelah tahun 2140, tidak akan pernah ada Bitcoin baru lagi. Jaringan sepenuhnya bergantung pada biaya transaksi untuk memberi imbalan pada miner dan menjaga keamanan blockchain.

Desain ini membuat tingkat inflasi Bitcoin yang saat ini sudah di bawah 1% per tahun akan semakin mendekati nol secara bertahap dalam beberapa dekade ke depan. Inilah kebijakan moneter yang mengutamakan prediktabilitas jangka panjang dibandingkan fleksibilitas jangka pendek.

Koin yang Hilang dan Pasokan Nyata

Walaupun 20 juta BTC akan segera selesai ditambang, jumlah Bitcoin yang benar-benar bisa digunakan jauh lebih sedikit. Penelitian dari Chainalysis dan River Financial memperkirakan 2,3 sampai 3,7 juta BTC sudah hilang selamanya — terkunci di wallet yang private key-nya lupa, hilang, atau tidak bisa dipulihkan sama sekali.

Jadi, suplai beredar yang efektif bisa serendah 15,8 sampai 17,5 juta BTC, bukan 20 juta seperti yang terlihat di chain.

Kategori terbesar Bitcoin yang hilang ini milik pencipta Bitcoin yang pseudonim, Satoshi Nakamoto. Sekitar 1,1 juta BTC yang ditambang sejak hari-hari paling awal jaringan masih berada di wallet yang tidak pernah mencatat transaksi keluar. Apakah koin ini benar-benar hilang atau hanya belum disentuh, masih tetap menjadi misteri — namun pasar menganggapnya seperti sudah keluar dari peredaran.

Penyebab utama lain dari Bitcoin yang hilang antara lain:

  • Password lupa dan perangkat hilang — Para pengguna awal yang menambang atau membeli BTC saat harganya masih sangat murah dan akhirnya kehilangan akses ke wallet mereka
  • Transaksi salah — Koin yang dikirim ke alamat yang salah atau tidak bisa digunakan
  • Holder yang telah meninggal dunia — Orang yang wafat dan tidak pernah membagikan akses wallet mereka
  • Pembakaran sengaja — Sejumlah kecil BTC sengaja dikirim ke alamat yang memang tidak bisa digunakan sama sekali

Tidak seperti mata uang fisik yang masih bisa dicetak ulang, Bitcoin yang sudah hilang benar-benar lenyap untuk selamanya. Tidak ada cara untuk mengembalikannya, tidak ada otoritas pusat yang bisa menerbitkan penggantinya, dan tidak ada cara membedakan antara koin yang benar-benar hilang dengan yang hanya disimpan jangka panjang.

Kondisi ini membuat Bitcoin secara praktis lebih langka daripada yang terlihat dari angka maksimal supply 21 juta. Ketika jaringan mendekati 20 juta koin yang sudah ditambang, jarak antara supply maksimum teoritis dengan jumlah yang benar-benar bisa dipakai semakin besar — ini adalah faktor yang mungkin memengaruhi model valuasi jangka panjang.

Dengan makin sedikit koin baru yang masuk sirkulasi dan sebagian supply yang ada sudah hilang selamanya, ekonomi Bitcoin miner kini menghadapi perubahan struktural.

Dampaknya bagi Bitcoin Miner

Bitcoin miner saat ini memperoleh pendapatan dari dua sumber: block reward (BTC baru yang diterbitkan) dan biaya transaksi yang dibayarkan pengguna agar transaksinya dimasukkan ke dalam block. Sekarang, block reward masih menjadi sumber utama. Biaya transaksi hanya menyumbang sekitar 1 sampai 15% dari total pendapatan miner, tergantung pada tingkat kemacetan jaringan.

Ketika block reward terus menyusut setelah setiap halving, proporsi ini harus berubah. Saat halving 2028 memangkas reward menjadi 1,5625 BTC per block, miner yang tidak efisien mungkin harus meninggalkan pasar.

Tekanan yang dihadapi para miner meliputi:

  • Harga listrik naik — Saat ini, mining yang menguntungkan butuh tarif listrik di bawah US$0,06 per kilowatt-jam. Setelah 2028, batas ini akan makin ketat
  • Perangkat keras usang — Peralatan mining lama makin cepat jadi tak menguntungkan karena reward makin kecil, sehingga investasi di ASIC generasi baru harus terus dilakukan
  • Konsolidasi industri — Operasi kecil makin banyak diakuisisi oleh miner skala besar yang punya akses ke listrik murah dan modal besar
  • Ketidakpastian pasar biaya — Apakah biaya transaksi cukup untuk menggantikan subsidi block reward masih menjadi pertanyaan terbuka

Kabar baiknya, efisiensi mining terus meningkat. Perangkat mining generasi berikutnya menargetkan konsumsi daya sekitar 5 joule per terahash — tiga kali lebih efisien dibanding model sebelumnya. Selain itu, sekitar 43% penambangan Bitcoin sekarang memakai energi terbarukan seperti air, angin, surya, dan nuklir.

Peralihan dari block reward ke biaya transaksi tidak terjadi seketika — perubahan ini berproses secara bertahap selama beberapa dekade. Setiap halving perlahan-lahan mengarahkan miner pada model yang tergantung pada biaya transaksi, sehingga ekosistem punya waktu untuk beradaptasi.

Keberlanjutan jangka panjang dari model keamanan Bitcoin bergantung pada apakah jaringan mampu menghasilkan volume transaksi yang cukup besar — dan biaya transaksi yang tinggi — supaya para Bitcoin miner tetap termotivasi walau reward block menjadi sangat kecil. Ini adalah salah satu pertanyaan paling banyak diperdebatkan untuk masa depan Bitcoin.

Kelangkaan, Stock-to-Flow, dan Narasi Harga

Pencapaian angka 20 juta memperkuat salah satu narasi terkuat Bitcoin: kelangkaan digital yang dapat dibuktikan. Berbeda dari emas yang jumlah totalnya hanya bisa diperkirakan dan belum tentu pasti, atau mata uang fiat yang bisa dicetak tanpa batasan, jadwal suplai Bitcoin dapat diverifikasi secara matematis oleh siapa saja yang menjalankan node.

Salah satu kerangka berpikir populer untuk memahami kelangkaan ini adalah model stock-to-flow (S2F), yang membandingkan suplai yang sudah ada (stock) dengan laju produksi tahunan (flow). Saat ini, rasio S2F Bitcoin berada di sekitar 58 — setara dengan emas. Setelah halving 2028, rasio ini akan naik dua kali lipat menjadi sekitar 116 dan menjadikan Bitcoin sebagai salah satu aset paling sulit untuk didapat berdasarkan metrik ini.

Kelangkaan yang terus meningkat ini membentuk pola pikir institusi. Saat perusahaan seperti BlackRock, Fidelity, dan sovereign wealth fund menilai Bitcoin, batas suplai tetap selalu disebut sebagai proposisi nilai utama. Pencapaian 20 juta Bitcoin membuat argumen ini menjadi lebih nyata — hanya tersisa 5% dari total Bitcoin yang akan diciptakan, dan bahkan itu pun akan keluar perlahan selama lebih dari satu abad.

Tapi, kelangkaan saja tidak menentukan nilai. Permintaan adalah bagian lain dari rumus ini. Suatu aset yang langka, misalnya, kalau tidak ada permintaan tetap saja cuma sekadar langka, bukan berarti berharga. Harga Bitcoin bergantung pada adopsi berkelanjutan, utilitas jaringan, perkembangan regulasi, dan kondisi ekonomi makro — bukan hanya pada suplai yang tetap.

Selain itu, penting juga dicatat kalau model S2F telah menerima banyak kritik. Prediksi harga berdasarkan model ini sering berbeda dari kinerja pasar yang sebenarnya di siklus baru-baru ini, dan banyak analis berpendapat bahwa faktor permintaan lebih penting daripada metrik suplai dalam melakukan prediksi harga.

Yang ditekankan dari pencapaian 20 juta ini adalah bahwa kebijakan moneter Bitcoin berjalan persis seperti yang dirancang. Tidak ada satu pun pihak manusia yang mengubah jadwalnya. Tidak ada krisis yang memicu penerbitan darurat. Kode berjalan seperti yang tertulis — dan konsistensi inilah, lebih dari prediksi harga apa pun, yang menjadi fondasi kepercayaan pada protokol ini.

Apa yang Terjadi Setelah 20 Juta Bitcoin?

Perjalanan dari 20 juta ke 21 juta BTC akan melintasi beberapa transisi penting dalam evolusi Bitcoin.

Halving 2028 akan memangkas reward block menjadi 1,5625 BTC. Setiap hari, jumlah Bitcoin yang dihasilkan turun menjadi sekitar 225 BTC, dan laju inflasi tahunan Bitcoin turun di bawah 0,5%. Pada tahap ini, sekitar 97,7% dari seluruh Bitcoin sudah berhasil di-miner.

Halving 2032 akan mengurangi reward lebih jauh lagi menjadi 0,78125 BTC per block, membuat produksi per hari menjadi kurang dari 113 BTC. Pada tahap ini, reward block menyumbang porsi yang semakin kecil bagi pendapatan para miner, sehingga biaya transaksi akan semakin penting sebagai sumber pendapatan mereka.

Jika melihat lebih jauh ke depan, halving akan terus berlangsung setiap empat tahun hingga reward menjadi sangat kecil sampai akhirnya dibulatkan menjadi nol dalam satuan terkecil Bitcoin. Satoshi terakhir diperkirakan akan di-miner sekitar tahun 2140.

Pertanyaan utama di era setelah subsidi block Bitcoin adalah keamanan jaringan. Jika biaya transaksi tidak naik cukup untuk mengkompensasi para miner, hash rate jaringan bisa saja turun sehingga berpotensi membuatnya lebih mudah diserang. Beberapa perkembangan berikut dapat menjadi solusi bagi hal tersebut:

  • Solusi layer-2 — Jaringan seperti Lightning Network dapat mendorong transaksi penyelesaian (settlement) kembali ke main chain sehingga menghasilkan biaya transaksi
  • Ordinals dan use case baru — Inovasi seperti inscriptions dan token BRC-20 sudah membuktikan permintaan baru untuk block space dapat muncul secara tak terduga
  • Nilai transaksi yang meningkat — Seiring harga Bitcoin naik, pengguna mungkin bersedia membayar biaya transaksi yang lebih besar untuk transaksi bernilai tinggi
  • Kedewasaan pasar biaya transaksi — Pasar biaya transaksi yang lebih matang dengan alat estimasi lebih baik dan sistem prioritas bisa mengoptimalkan pendapatan dari biaya transaksi

Tidak ada satupun dari skenario di atas yang pasti akan terjadi. Tapi sejarah Bitcoin menunjukkan bahwa ekosistem ini mampu beradaptasi dengan setiap tantangan baru — bahkan sering kali dengan cara-cara yang sulit diprediksi sebelumnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Bitcoin ke-20 juta akan di-miner?

Berapa banyak Bitcoin yang hilang selamanya?

Apakah Bitcoin benar-benar akan mencapai 21 juta koin?

Apa yang terjadi saat seluruh Bitcoin sudah di-miner?

Apakah pencapaian 20 juta Bitcoin berpengaruh pada harga Bitcoin?

Bagaimana kelangkaan Bitcoin dibandingkan dengan emas?

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Disponsori
Disponsori