Kembali

Binance Ancam Tindakan Hukum terhadap Wall Street Journal atas Laporan Kepatuhan Iran

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Mohammad Shahid

25 Februari 2026 01.22 WIB
  • Binance memperingatkan akan mengambil tindakan hukum dan menuntut WSJ menarik laporan kepatuhannya.
  • Binance membantah pelanggaran sanksi dan mengatakan program kepatuhannya berjalan dengan baik.
  • wsj menuduh binance memproses dana yang terkait dengan iran dan mengabaikan penyelidik.
Promo

Binance mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap The Wall Street Journal (WSJ), menuduh media tersebut melakukan pencemaran nama baik. Exchange ini menuntut adanya koreksi dan penarikan kembali atas investigasi terbaru mengenai program kepatuhan sanksinya.

CEO Richard Teng mengonfirmasi langkah ini secara publik pada 24 Februari. Ia menyatakan bahwa exchange tersebut telah secara resmi menggugat laporan itu dan mengirimkan surat hukum yang memaparkan keberatannya.

Binance Bantah Pelanggaran Sanksi

Surat yang dikirim oleh firma hukum Withers Bergman LLP ini menuduh WSJ telah menerbitkan klaim palsu dan menyesatkan sehingga merusak reputasi Binance.

Binance berpendapat bahwa artikel itu salah menggambarkan tindakan kepatuhannya dan tidak memasukkan tanggapan perusahaan yang sebenarnya sudah diberikan sebelum publikasi.

Secara khusus, Binance membantah tuduhan bahwa mereka telah melanggar sanksi Iran atau menekan investigasi internal. Kuasa hukum mereka menuturkan bahwa laporan tersebut secara keliru memberi kesan exchange berperilaku ilegal dan membalas dendam pada karyawan yang melaporkan risiko kepatuhan.

Disponsori
Disponsori

Surat itu juga menuduh WSJ tidak bersikap adil dan tidak netral.

Artikel WSJ yang Diancam Tindakan Hukum oleh Binance
Artikel WSJ yang Diancam Tindakan Hukum oleh Binance

Secara bersamaan, Binance juga menerbitkan sebuah blog yang membela program kepatuhannya dan membantah kesimpulan dari investigasi itu.

Exchange tersebut menjelaskan bahwa mereka memiliki lebih dari 1.500 staf di bidang kepatuhan dan secara besar-besaran berinvestasi dalam pemantauan, penyaringan sanksi, serta deteksi kejahatan keuangan.

Mereka juga menyebutkan bahwa paparan terkait sanksi telah turun tajam antara tahun 2024 dan 2025 dan setiap akun yang terkait potensi risiko sudah dilakukan investigasi dan dikeluarkan dari platform.

Paparan Binance terhadap Transaksi Terkait Sanksi
Paparan Binance terhadap Transaksi Terkait Sanksi

Binance juga menegaskan kembali bahwa mereka tidak memecat staf semata-mata karena menyuarakan isu kepatuhan.

Sebaliknya, mereka menyatakan bahwa beberapa karyawan diberhentikan setelah hasil evaluasi internal membuktikan pelanggaran kebijakan kerahasiaan dan tata kelola data.

Investigasi WSJ: Dugaan Lebih dari US$1 Miliar Arus Kripto Terkait Iran

Perselisihan ini terjadi setelah investigasi WSJ yang menuduh Binance telah memproses transaksi aset kripto senilai lebih dari US$1 miliar yang berkaitan dengan entitas Iran, termasuk akun-akun yang terkait dengan organisasi yang masuk daftar sanksi.

Laporan itu juga mengklaim bahwa penyelidik internal telah memperingatkan aktivitas tersebut dan beberapa dari mereka akhirnya diberhentikan, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap penegakan pengawasan sanksi.

Binance pun membantah klaim tersebut dan kini menuntut adanya koreksi secara resmi.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori