Kembali

CZ Binance Prediksi Kedatangan ‘Super Cycle’ Kripto, Ini Faktor Kuncinya

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

12 Januari 2026 14.23 WIB
  • Pendiri Binance, Changpeng Zhao, berpendapat pasar kripto bisa jadi tengah memasuki fase baru yang disebut sebagai “super cycle”.
  • Ia menilai perubahan tajam dalam lingkungan regulasi Amerika Serikat telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan sektor ini.
  • Namun, ia mewanti-wanti bahwa aturan yang lebih jelas tidak menjamin lonjakan pasar yang cepat, dan kemajuan kemungkinan akan berlangsung secara bertahap.
Promo

Pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, menyampaikan bahwa pasar kripto bisa saja sedang memasuki “super cycle”. Ia menilai perubahan ini terjadi karena sikap regulator di Washington atas aset digital yang berubah drastis 180 derajat.

Prediksi super cycle kripto yang bullish dari Zhao ini muncul ketika pemerintah AS secara agresif membongkar kerangka kerja pengawasan ketat yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.

Sponsored
Sponsored

Mengapa Pendiri Binance Ramalkan ‘Super Cycle’ Kripto?

Pergeseran ini ditopang oleh pengesahan undang-undang Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act.

GENIUS Act, yang disahkan pada Juli lalu, menghadirkan kerangka federal pertama untuk stablecoin pembayaran. Dengan demikian, aturan ini secara efektif melegitimasi stablecoin sebagai pilar utama sistem keuangan AS, bukan lagi sebagai risiko sistemik.

Hanya saja, untuk saat ini pelaku industri tengah menantikan tanggal 15 Januari, saat di mana Komite Perbankan Senat bakal membahas RUU CLARITY Act.

Apabila lolos, RUU ini akan mengakhiri persaingan yurisdiksi yang sudah lama berlangsung antara Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) serta Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Nantinya, kedua lembaga tersebut wajib bekerja sama menjalankan rezim kepatuhan terpadu.

Di sisi lain, tanda-tanda kerja sama antar lembaga itu sudah mulai terlihat.

Sponsored
Sponsored

Tahun lalu, SEC menghapus aset kripto dari daftar prioritas pemeriksaan mereka di tahun 2026, menunjukkan langkah mundur dari strategi “regulasi lewat penegakan hukum”. Sekarang, SEC mengalihkan fokus dananya untuk mengawasi kecerdasan buatan dan risiko pihak ketiga.

Kejelasan regulasi ini mulai menarik modal institusi. Khususnya, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot sudah menarik dana segar lebih dari US$56 miliar sejak resmi mengudara pada 2024.

Pada saat yang sama, institusi keuangan tradisional seperti JPMorgan dan Morgan Stanley juga aktif mengembangkan produk yang berfokus pada kripto.

Meskipun begitu, analis industri menegaskan agar berhati-hati terhadap proyeksi bullish ini. Mereka mengingatkan investor bahwa undang-undang pro-kripto saja tidak bisa menjamin pertumbuhan yang selalu naik terus tanpa hambatan.

“Jika Anda berpikir supercycle akan terjadi hanya karena cuitan ini, Anda pasti akan sangat kecewa. Turunkan ekspektasi Anda. Sangat mungkin tidak akan terjadi apa-apa dalam satu tahun ke depan. Itu sebetulnya hal baik, karena Anda jadi punya waktu menambah aset kripto lebih banyak lagi,” terang analis keuangan tradisional Rajat Soni.

Zhao dari Binance juga menekankan supaya tak berharap terlalu tinggi pada super cycle kripto ini, sembari mengingatkan bahwa ia “tidak bisa meramal masa depan”.

Bagaimana pendapat Anda tentang super cycle kripto menurut CZ Binance di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori