Video deepfake hasil AI yang menampilkan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, dan Yi He membanjiri Crypto Twitter. Kejadian ini memicu perdebatan tentang seberapa maju kecerdasan buatan dalam meniru sosok nyata di dunia kripto.
Video pendek ini, bergaya seperti mini-seri “internal affairs” yang dramatis, memakai avatar AI sangat realistis yang diambil dari Zhao dan Yi He, lengkap dengan suara, ekspresi wajah, dan penyampaian emosi yang menyerupai aslinya.
SponsoredWalau banyak pengguna sudah jelas menandai video ini sebagai satire buatan AI, kualitas video-video tersebut membuat sebagian komunitas kripto terkejut. Beberapa klip beredar luas di X sepanjang hari, dengan pengguna menyebut visual dan dialognya kini sudah setara dengan produksi studio profesional.
Deepfakes dan Masalah yang Semakin Besar di Aset Kripto
Zhao dan Yi He, yang bersama mendirikan Binance di tahun 2017, sudah lama dikenal memiliki hubungan profesional yang erat sekaligus hubungan pribadi.
Video-video tersebut sedikit menyinggung dinamika itu, tetapi lebih banyak berfokus pada ketegangan imajinasi dalam perusahaan, bukan kejadian nyata.
Baik Zhao maupun Yi He belum memberi komentar di publik mengenai video-video tersebut.
Klip viral ini muncul di tengah lonjakan konten deepfake berbasis AI yang semakin luas di industri kripto.
Dalam beberapa bulan terakhir, para peneliti memperingatkan bahwa industri kripto masih menjadi target utama untuk peniruan identitas melalui deepfake.
Video buatan AI, cloning suara, dan avatar sintetis kini semakin sering dipakai dalam skema penipuan yang meniru para pendiri, eksekutif, dan influencer di dunia kripto.
Menurut Chainalysis, kasus penipuan impersonasi oleh AI meningkat lebih dari 1.400% di tahun 2025. Pihak penegak hukum juga telah memperingatkan bahwa batas antara satire, misinformasi, dan penipuan terang-terangan kian sulit dikenali seiring kemajuan generative AI.
Sebuah Titik Nyala Budaya Baru
Dalam kasus ini, video Binance sepertinya memang dibuat untuk hiburan dan bukan penipuan. Tapi, realisme video-videonya menegaskan bahwa alat serupa sangat mudah disalahgunakan untuk manipulasi pasar atau penipuan investasi.
Karena teknologi deepfake semakin murah dan mudah diakses, industri kripto kini menghadapi tekanan lebih besar untuk mendidik pengguna tentang verifikasi dan literasi digital.