Hubungan antara Binance dan FTX sudah lama menjadi salah satu rivalitas paling hangat dibahas di dunia aset kripto. Kini, Changpeng Zhao (CZ) memberikan salah satu penjelasan publik terperinci tentang hal ini.
CZ menceritakan bagaimana kerja sama berubah menjadi persaingan, jauh sebelum FTX runtuh di tahun 2022.
SponsoredCZ Membuka Tabir di Balik Breakout Rahasia Binance dengan FTX
Berbicara dalam All-In Podcast, mantan CEO Binance mengisahkan hubungan tersebut sejak awal 2019, saat pertama kali bertemu Sam Bankman-Fried (SBF) yang saat itu memimpin Alameda Research.
“Uh, saya pikir saya pertama kali bertemu dengannya pada Januari 2019 di salah satu konferensi Binance di Singapura. Saya rasa FTX belum ada saat itu… Sam… masih menjalankan Alameda,” ujar CZ, mengenang saat itu Alameda merupakan klien trading besar di Binance dan hubungan keduanya awalnya baik.
Menurut CZ, Alameda dan tim yang nantinya menjadi FTX segera mendekati Binance dengan tawaran kerja sama di platform derivatif. Beberapa penawaran pun diberikan seiring waktu, termasuk skema joint venture yang sebenarnya lebih menguntungkan Binance.
Pada akhirnya, di akhir tahun 2019, Binance sepakat untuk berinvestasi.
“Ya… kami dulu berinvestasi hanya 20% sebagai saham pada awalnya, lalu kami keluar satu tahun… setelahnya… kami tidak lama di sana,” terang CZ.
Kesepakatan tersebut juga melibatkan penukaran token antara BNB dan FTT, dan Binance menjadi pemegang saham minoritas. CZ menekankan bahwa:
- Ia tetap menjadi investor pasif selama menjalin hubungan tersebut
- Memilih tidak meminta laporan keuangan, karena kedua perusahaan menjalankan bisnis Futures yang saling bersaing.
Sponsored Sponsored“Karena bisnisnya memang saling bersaing… saya tidak pernah benar-benar… meminta laporan keuangan mereka… Saya investor yang sangat pasif. Jadi kalau saya investasi, saya tidak ikut campur bisnis mereka,” ucapnya.
Ketegangan Binance-FTX di Balik Permukaan
Meskipun awalnya bekerja sama, CZ menuturkan bahwa hubungan mereka cepat memburuk. Kabarnya, ia mendengar kabar bahwa SBF membicarakan Binance secara negatif di kalangan pembuat kebijakan dan regulator di Washington.
“Dan hampir setelah kami melakukan kesepakatan itu, saya terus mendengar dari teman-teman… SBF berbicara buruk tentang kami di lingkungan Washington,” ujar CZ.
Ia juga menggambarkan rasa frustrasinya soal praktik perekrutan karyawan, menuduh FTX merekrut staf Binance dengan menawarkan gaji jauh lebih besar. Setelah itu, FTX disebut kemudian menggunakan karyawan yang baru direkrut itu untuk mendekati klien VIP milik Binance dengan penawaran bersaing.
Meski begitu, CZ menyampaikan bahwa ia mencoba tetap menjaga citra kooperatif di muka publik dan bahkan setuju tampil bersama dalam acara industri, namun ia menyiratkan persaingan sudah semakin panas di balik layar.
SponsoredMengapa Binance Keluar
Memasuki awal tahun 2021, FTX menggalang dana dengan valuasi yang dikabarkan mencapai US$32 miliar. CZ mengatakan Binance punya hak veto kontraktual atas ronde pendanaan berikutnya namun memilih tidak menggunakannya.
“Jadi… kami bilang… mengapa tidak keluar saja, sebenarnya?” kenang CZ, menjelaskan bahwa Binance lebih memilih bersaing secara bebas daripada tetap menjadi pemegang saham pesaing yang tumbuh sangat cepat.
Proses keluar itu tuntas pada Juli 2021, sekitar satu setengah tahun sebelum FTX kolaps pada November 2022.
“Ini sekitar setahun setengah sebelum mereka punya masalah… waktu itu kami tidak tahu,” terang CZ, membantah tuduhan Binance keluar karena memiliki informasi orang dalam. “Itu sama sekali tidak benar.”
Kejatuhan FTX dan Dampaknya Setelah Itu
Pada akhirnya, FTX gagal bertahan setelah terungkap bahwa dana nasabah digunakan untuk menutup kerugian di Alameda Research, sehingga memicu krisis likuiditas hingga bangkrut.
Sponsored SponsoredKeputusan Binance pada November 2022 untuk melikuidasi kepemilikan FTT-nya mempercepat penarikan dana massal. Namun, penyelidikan dan proses pengadilan berikutnya menyimpulkan bahwa penyebab utama kolaps FTX adalah penipuan internal dan salah kelola.
CZ menolak memberikan komentar rinci tentang sengketa hukum yang masih berjalan, termasuk upaya FTX yang bangkrut untuk menagih dana dari proses keluar tahun 2021. Tapi, ia kembali menegaskan bahwa Binance tidak pernah bisa mengakses keuangan internal FTX saat masih menjadi pemegang sahamnya.
Secara keseluruhan, penuturan CZ menggambarkan hubungan Binance–FTX bukan sebagai keretakan mendadak, melainkan perlahan-lahan memburuk. Jika pernyataannya menjadi pertimbangan, maka hubungan mereka ditandai oleh kerja sama awal, persaingan semakin besar, dan keputusan keluar strategis jauh sebelum krisis yang mengubah industri aset kripto.
SBF belum memberikan jawaban atas permintaan komentar BeInCrypto terkait pernyataan CZ.