Kembali

CZ Menepis Ketakutan Sentralisasi di Tengah Sorotan atas Kendali Binance terhadap Stablecoin USD1

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

10 Februari 2026 18.54 WIB
  • Binance dikabarkan memegang 87% dari suplai beredar USD1, konsentrasi exchange tertinggi yang pernah tercatat.
  • cz berpendapat bahwa konsentrasi mencerminkan skala binance, bukan kontrol, dan mengatakan aset tersebut milik pengguna.
  • Kaitan World Liberty Financial yang terhubung dengan Trump memperkuat sorotan terhadap tata kelola stablecoin dan pengaruh politik.
Promo

Binance sedang menjadi perbincangan di media sosial karena beberapa alasan. Salah satunya, sebuah laporan Forbes mengungkapkan bahwa exchange ini dan para penggunanya menguasai sebagian besar pasokan USD1, stablecoin yang diterbitkan oleh World Liberty Financial (WLFI).

Dengan keterlibatan proyek WLFI yang terhubung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan keluarganya, pengungkapan ini telah memicu perdebatan tentang risiko konsentrasi, pengaruh exchange, dan meningkatnya keterkaitan antara pasar aset kripto dan dunia politik.

Dominasi US$1 dari Binance Bangkitkan Lagi Perdebatan soal Sentralisasi Stablecoin

Penyelidikan yang dilakukan Forbes pada 9 Februari menemukan bahwa Binance memegang sekitar 87% dari total pasokan beredar USD1 — sekitar US$4,7 miliar dari total kira-kira US$5,4 miliar.

Sponsored
Sponsored
Pasokan Beredar USD1
Pasokan Beredar USD1 | Sumber: CoinGecko

Menurut laporan tersebut, angka ini menjadi rekor konsentrasi tertinggi pada satu exchange di antara stablecoin besar lainnya. Data analitik blockchain dari Arkham Intelligence turut mendukung temuan ini.

Konsentrasi USD1 di Binance
Konsentrasi USD1 di Binance | Sumber: Arkham Intelligence

Temuan ini memicu diskusi apakah tingkat konsentrasi yang sangat tinggi bisa menciptakan risiko sistemik atau melemahkan narasi desentralisasi yang sering dikaitkan dengan stablecoin.

CZ Menolak Narasi Sentralisasi

Changpeng Zhao (CZ), pendiri dan mantan CEO Binance, secara terbuka menanggapi perdebatan tersebut dan menilai kekhawatiran yang ada terlalu dibesar-besarkan. Dalam postingan di X (Twitter), CZ berargumen bahwa Binance memang secara historis sering memegang porsi besar banyak stablecoin karena skala exchange-nya yang terbesar.

“Binance (pengguna) memegang persentase terbesar dari sebagian besar stablecoin (USDT, USDC, USD1, U … sebut saja) dibanding seluruh CEX lainnya. Ini bukan berita,” tulis CZ.

Sponsored
Sponsored

Lebih jauh, eksekutif Binance tersebut turut menyebut bahwa jika melihat kepemilikan stablecoin di exchange terpusat, Binance biasanya mewakili sekitar 60–70% dari berbagai aset.

Pendukung Binance juga sependapat, mengklaim bahwa aset-aset tersebut sebagian besar milik pelanggan, bukan exchange itu sendiri, dan konsentrasi tinggi pada exchange dominan memang hal yang biasa dalam pasar aset kripto.

Keterkaitan USD1 dengan World Liberty Financial semakin memperbesar kontroversi. WLFI, yang diluncurkan pada 2024, mencatatkan Trump sebagai co-founder emeritus bersama Donald Trump Jr., Eric Trump, dan Barron Trump.

Sebuah entitas yang terafiliasi dengan Trump dilaporkan memiliki saham besar di perusahaan ini, dan pengungkapan keuangan menunjukkan Trump meraup puluhan juta US$ dari proyek tersebut.

Laporan Forbes tersebut turut menyoroti bahwa promosi terkait USD1 mungkin berkontribusi pada tingginya konsentrasi. Pada akhir Januari, Binance mengadakan kampanye dan insentif terkait token WLFI, termasuk distribusi hadiah bagi holder USD1. Promosi semacam ini bisa dengan cepat meningkatkan likuiditas di satu exchange, apalagi jika digabungkan dengan penambahan pasangan trading baru dan upaya marketing.

Sponsored
Sponsored

Perkembangan ini membuat sebagian analis mempertanyakan apakah insentif dari exchange mampu memengaruhi distribusi stablecoin lebih besar daripada permintaan pasar yang alami.

Analis Peringatkan Risiko Konsentrasi

Pandangan umum menyebut konsentrasi besar pada satu exchange membawa risiko teoretis, meski ancaman langsung bagi stabilitas mungkin masih terbatas.

Risiko ini dapat meliputi paparan terhadap rekan usaha dalam skenario ekstrem, atau kemungkinan exchange memberikan pengaruh atas likuiditas dan struktur pasar.

Peneliti kripto independen, Molly White, menggambarkan konsentrasi ini sebagai sesuatu yang tidak lazim, meski tidak terlalu mengejutkan mengingat peran Binance dalam mempromosikan USD1.

Sponsored
Sponsored

Molly White juga menyorot bahwa konsentrasi tinggi bisa menciptakan dinamika leverage dan memunculkan pertanyaan seputar transparansi kepemilikan pada saldo besar yang dimiliki exchange.

Sementara itu, ada pula pihak yang lebih kritis. Mantan penasihat SEC, Corey Frayer, berpendapat bahwa struktur dan distribusi USD1 menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang tujuan serta tata kelola stablecoin ini, juga identitas para holder besar di balik saldo raksasa yang ada di exchange.

“USD1 memang tidak pernah ditujukan untuk jadi stablecoin sungguhan,” laporan Forbes mengutip Frayer.

Binance dan World Liberty Financial sama-sama membantah bahwa konsentrasi ini menandakan adanya kontrol atau pengaruh yang berlebihan.

Binance menjelaskan bahwa keterlibatannya hanya sebatas layanan listing biasa, infrastruktur, dan akses pasar. Sementara itu, perwakilan WLFI menyampaikan bahwa listing di exchange merupakan saluran distribusi yang wajar.

Meski begitu, kejadian ini kembali memicu perdebatan lebih dalam di industri: apakah stablecoin benar-benar bisa berfungsi sebagai infrastruktur keuangan yang netral jika likuiditas dan aktivitas pengguna sangat terkonsentrasi di platform terpusat.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori