Bitcoin (BTC) naik kembali ke atas US$70.000 pada 10 Maret, menjelang rilis laporan Consumer Price Index (CPI) Februari yang akan diumumkan hari Selasa pukul 8:30 pagi ET — sementara bank-bank Wall Street memprediksi percepatan bulanan yang lebih tajam daripada harapan pasar.
Rilis CPI Februari datang di momen penting. BTC telah menghabiskan dua bulan terakhir bergerak sideways di antara US$63.000 dan US$75.000 setelah turun sekitar 45% dari puncaknya di Januari 2026 yang berada di atas US$126.000.
Mengapa Angka-Angka Wall Street Harus Bikin Para Bull Bitcoin Khawatir
Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$70.984 setelah menguat hampir 5% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan ini terjadi jelang rilis CPI Februari pada hari Rabu, yang menjadi salah satu peristiwa ekonomi AS yang diperkirakan akan memengaruhi sentimen Bitcoin pekan ini.
Perkiraan median dari 16 bank besar yang disurvei oleh WSJ adalah 0,27% secara bulanan untuk headline CPI. Ini lonjakan tajam dari 0,17% pembacaan MoM di Januari, menurut data BLS. Dalam basis tahunan, median tetap di 2,4%.
Percepatan bulanan adalah angka yang paling diperhatikan trader. Angka MoM Januari sebesar 0,17% tercatat lemah, sebagian karena shutdown pemerintah Oktober 2025 membuat BLS harus mengisi kekosongan data survei.
Kesenjangan antara inflasi yang dilaporkan dan inflasi riil ini berarti angka tahunan yang “bergerak sideways” pun bisa menutupi tekanan nyata yang lebih panas.
Bank Tidak Sepakat
Persebaran prediksi antar bank sangat lebar, dan hal ini saja sudah menunjukkan ketidakpastian yang nyata. Goldman Sachs berada di sisi paling dovish dengan perkiraan headline MoM 0,18%.
Sementara itu, Citigroup (0,31%), Moody’s (0,33%), Morgan Stanley (0,33%), dan Nomura (0,33%) semuanya memperkirakan headline CPI di atas 0,3% MoM, menurut survei bank WSJ.
Analis pasar TheBullishTradR menyoroti core CPI 0,3% MoM sebagai pemicu risk-off untuk BTC. Angka yang keluar di level itu atau di atasnya (yang kini diperkirakan oleh empat dari 16 bank survei) kemungkinan akan menekan BTC turun kembali di bawah US$68.000, mendekati US$65.000.
Jika angka yang keluar di bawah 0,2% MoM, narasi akan berbalik bullish, dengan target jangka pendek di US$72.000, papar analis di X.
Nilai korelasi BTC/S&P 500 saat ini berada di 0,30, yang mengaitkan arah pergerakan aset kripto dalam jangka pendek langsung ke data ekonomi makro tersebut.
Indeks Volatilitas CBOE (VIX) berada di 29,5 yang menandakan pasar sudah tegang sebelum rilis data tersebut.
The Fed Tetap Bertahan, tapi Perhitungan Pemangkasan Suku Bunga Mulai Berubah
Di sisi lain, data CME FedWatch menghitung probabilitas 97,4% tidak ada perubahan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 18 Maret, dan peluang kenaikan nol. Target suku bunga The Fed saat ini ada di kisaran 350–375 basis poin.
Namun, ekspektasi pemangkasan suku bunga di akhir tahun secara langsung bergantung pada jalur CPI. Ekonom JPMorgan memperkirakan pada Januari bahwa The Fed akan menahan suku bunga tetap hingga 2026 dan menaikkan 25 basis poin pada kuartal 3 2027.
Bank tersebut menyebutkan adanya pasar tenaga kerja yang bisa makin ketat pada kuartal 2 dan proses disinflasi yang bertahap. Sementara itu, Goldman Sachs dan Barclays memperkirakan pemangkasan suku bunga pada September dan Desember 2026.
CoinShares menyoroti di outlook 2026 mereka bahwa skenario stagflasi (inflasi tetap tinggi bersamaan dengan pertumbuhan yang melambat) menjadi skenario bearish untuk BTC dengan batas bawah di sekitar US$70.000.
Skenario ini semakin masuk akal jika koreksi data BLS bulan Oktober pada bulan April nanti memperlihatkan bahwa inflasi sektor hunian ternyata lebih tinggi dari angka saat ini.
“Wall Street melihat inflasi yang diukur melalui CPI bergerak sideways pada bulan Februari dan bertahan di level terendah 12 bulan selama lima tahun terakhir* *setidaknya sampai April, ketika distorsi pengumpulan/imputasi data akibat penutupan pemerintahan bulan Oktober bisa sepenuhnya terkoreksi,” peringatan ekonom Nick Timiraos.
Angka hari Rabu belum akan memberikan gambaran utuh. Karena BLS masih melakukan imputasi untuk meratakan data sektor hunian, bahkan jika headline inflasi Februari terlihat rendah, bisa jadi tekanan biaya sebenarnya masih tersembunyi di bawah permukaan.
Laporan CPI bulan April, ketika distorsi diharapkan benar-benar tereleminasi, sepertinya akan menjadi ujian makro yang lebih menentukan untuk jalur pemulihan BTC.