Trusted

Bitcoin dan Ethereum Layu, Tren Bullish Berakhir?

3 menit
Diperbarui oleh Adi Wiratno
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pasar kripto tengah berada dalam fase konsolidasi kritis, dari perspektif teknikal potensi pemulihan tetap terbuka selama Bitcoin bertahan di atas US$100.000.
  • Jika support di US$3.524 jebol, Ethereum bisa turun menuju US$3.067. Tetapi, peluang rebound ke atas US$4.000 tetap terbuka.
  • promo

Memasuki bulan ke-8 di tahun ini, dua aset kripto teratas untuk kapitalisasi pasar, Bitcoin (BTC) juga Ethereum (ETH) mengalami tekanan berat. Data terbaru menunjukkan adanya pelemahan signifikan pada permintaan pasar spot Bitcoin dan ETH. Hal itu bertambah berat dengan berkurangnya arus masuk dari ETF serta melambatnya aktivitas spekulatif.

Permintaan pasar spot Bitcoin anjlok dari -US$107,1 juta menjadi -US$220 juta. Peristiwa ini terjadi seiring dengan menyusutnya arus masuk ETF sebesar 25%. Hanya mencapai US$269,4 juta. Di sisi lain, volume perdagangan juga layu, turun daru US$8,4 miliar menjadi US$7,5 miliar yang membuat tekanan pada metrik RSI Bitcoin ke level 35,8. Mengindikasikan kondisi jenuh jual.

Merespons situasi tersebut, analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan bahwa pasar kripto tengah berada dalam fase konsolidasi kritis, yang terlihat dari data on-chain. Menurutnya, tekanan jangka pendek terlihat dengan jelas, terutama imbas dari derasnya arus keluar ETF dan profit taking oleh investor jumbo.

Meskipun demikian, bukan berarti hal itu menjadi tanda bahwa bull run telah berakhir. Bahkan dalam kacamatanya, kondisi itu justru memberi peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi ulang di level penting. Yakni antara US$110.000 hingga US$112.000.

“Penurunan pasar kripto mendapatkan dorongan dari kekhawatiran terhadap tarif perdagangan AS dan indikasi perlambatan ekonomi global. Situasi itu secara signifikan mengikis kepercayaan investor. Mendorong para pelaku pasar untuk menjauh dari aset berisiko seperti kripto. Selain itu, aksi profit taking yang terjadi setelah reli kuat pada bulan Juli turut mempercepat tekanan jual. Meskipun altcoin sempat menunjukkan lonjakan di awal pekan, momentum tersebut tak bertahan lama dan akhirnya menyeret pasar secara keseluruhan turun bersama Bitcoin,” jelasnya.

Profit Taking dan Arus Keluar Whale Memberi Tekanan di Pasar

Fyqieh menambahkan bahwa tekanan makroekonomi dan ketidakpastian kebijakan suku bunga dari The Fed masih menjadi penentu utama arah pasar dalam jangka pendek. Namun, dari perspektif teknikal, potensi pemulihan tetap terbuka selama Bitcoin bertahan di atas US$100.000.

Kekhawatiran pasar semakin parah oleh aksi profit taking dari investor besar. Arthur Hayes, pendiri Maelstrom Fund, dilaporkan melikuidasi aset senilai lebih dari US$13 juta, termasuk ETH, ENA, dan PEPE. Sebagian besar dananya kini terparkir dalam bentuk stablecoin USDC.

Langkah ini diikuti oleh arus keluar ETF Bitcoin senilai US$800 juta dalam satu hari, penarikan terbesar kedua dalam sejarah ETF kripto. Meski demikian, sejumlah analis tetap melihat struktur pasar kripto tetap solid. Fyqieh menyebutkan bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian wajar, bukan keruntuhan struktural.

Menurutnya, sentimen jangka panjang tetap ditopang oleh tren investasi institusional dan adopsi perbendaharaan korporasi terhadap aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Toncoin, dan Solana.

Sementara itu, Ethereum (ETH) juga menunjukkan pelemahan. Harga ETH masih bergerak sideways antara US$3.524 hingga US$3.859 sejak 21 Juli. Tidak adanya dorongan kuat dari sisi leverage dan akumulasi paus membuat potensi breakout tertunda.

“Ethereum saat ini berada dalam fase ketidakpastian teknikal. Rasio leverage yang menurun dan arus bersih negatif dari pemegang besar mencerminkan sikap hati-hati pasar. Jika support di US$3.524 jebol, ETH bisa turun menuju US$3.067. Namun, peluang rebound ke atas US$4.000 tetap terbuka jika terjadi lonjakan volume atau katalis baru dari sisi makro atau ekosistem DeFi,” ungkap Fyqieh.

Harga Ethereum Bergantung Pada Sentimen Pasar

Data dari CryptoQuant dan IntoTheBlock menunjukkan bahwa aktivitas spekulatif melemah, dan investor besar mengurangi eksposur mereka terhadap ETH. Hal ini membuat Ethereum semakin bergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan dan narasi fundamental baru untuk kembali menguat.

Meskipun tekanan jangka pendek sangat nyata, para analis percaya bahwa siklus bull market belum berakhir. Koreksi saat ini dinilai sebagai fase pendinginan pasar pasca euforia kuartal sebelumnya.

Dengan masih kuatnya narasi institusional dan fundamental blockchain yang berkembang, pasar kripto masih memiliki ruang untuk tumbuh. Namun, pelaku pasar disarankan untuk lebih selektif dan mempertimbangkan manajemen risiko secara serius, terutama menjelang potensi katalis global seperti kebijakan The Fed atau adopsi regulasi baru.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi dan analisis Bitcoin (BTC) serta Ethereum (ETH) ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia
Platform kripto terbaik di Indonesia
Platform kripto terbaik di Indonesia

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

adi-wiratno.jpeg
Adi Wiratno
Adi adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 9 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
BACA BIO LENGKAP
Disponsori
Disponsori