Kembali

Rp48 Triliun Opsi Bitcoin & Ethereum Kedaluwarsa Hari Ini, Pasar Uji Keyakinan Breakout

author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

16 Januari 2026 15.32 WIB
  • Hampir US$3 miliar opsi Bitcoin dan Ethereum akan kedaluwarsa, menguji keyakinan di balik breakout Bitcoin baru-baru ini.
  • Bitcoin nangkring jauh di atas level max pain, tetapi bias opsi yang defensif menandakan lindung nilai risiko penurunan masih dominan.
  • Ethereum masih bergerak range-bound, dengan posisi opsi yang relatif seimbang dan partisipasi derivatif institusional yang lebih lemah.
Promo

Hampir US$3 miliar nilai nosional opsi Bitcoin dan Ethereum akan kedaluwarsa pada 16 Januari. Momen ini menempatkan pasar derivatif dalam sorotan, tepat ketika harga kripto menguji kekuatan reli terbaru.

Meski Bitcoin telah sukses menaklukkan area resistance teknikal penting, penempatan opsi serta metrik volatilitas menunjukkan bahwa para trader masih berhati-hati untuk menyebut pergerakan ini sebagai bull breakout yang terkonfirmasi.

Sponsored
Sponsored

Kedaluwarsa Opsi Uji Breakout Bitcoin

Berdasarkan data Deribit, total nilai nosional opsi yang kedaluwarsa hari ini mencapai sekitar US$2,84 miliar. Bitcoin mendominasi dengan porsi sekitar US$2,4 miliar, sementara Ethereum menyumbang sekitar US$437 juta.

Bitcoin Expiring Options
Opsi Bitcoin yang Kedaluwarsa | Sumber: Deribit

Ketimpangan ini menegaskan bahwa perhatian dan risiko pasar saat ini terpusat pada Bitcoin.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$95.310, jauh di atas level max pain di US$92.000. Dalam pasar opsi, max pain merujuk pada harga di mana jumlah kontrak yang kedaluwarsa tanpa nilai paling besar, dan kerap bertindak sebagai level “gravitasi” menjelang kedaluwarsa.

Diperdagangkan jauh di atas level tersebut meningkatkan potensi volatilitas seiring penutupan, perpanjangan (roll), atau lindung nilai posisi.

Namun, meski terjadi breakout, struktur opsi Bitcoin masih terlihat defensif. Open interest call tercatat 11.170 kontrak, sementara put mencapai 14.050 kontrak, menghasilkan rasio put-to-call 1,26.

Bias ini menunjukkan bahwa proteksi ke bawah masih lebih dominan dibanding leverage bullish, meski BTC telah keluar dari fase konsolidasi hampir dua bulan.

Sponsored
Sponsored
Bitcoin (BTC) Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: TradingView

Jika harga Bitcoin mampu mencetak daily close atau penutupan harian di atas US$94.304, area ini berpotensi menjadi pijakan untuk kenaikan lanjutan dan mengarahkan fokus pasar ke US$100.000. Sebaliknya, jika level ini gagal dipertahankan, harga berisiko kembali masuk ke zona konsolidasi multi-bulan.

Opsi Ethereum Tunjukkan Sikap Hati-hati saat ETH Masih Konsolidasi

Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum masih menunjukkan tanda-tanda konsolidasi alih-alih akselerasi tren. ETH diperdagangkan di sekitar US$3.295, hanya tipis di atas max pain di US$3.200.

Pasar opsi Ethereum nampak lebih seimbang, dengan 65.527 kontrak call dan 67.207 kontrak put, menghasilkan rasio put-to-call 1,03 yang nyaris netral.

Sponsored
Sponsored
Ethereum Expiring Options
Opsi Ethereum yang Kedaluwarsa | Sumber: Deribit

Data ini mencerminkan pasar yang ter-hedge namun belum menentukan arah, sejalan dengan kesulitan Ethereum menembus secara meyakinkan area resistance US$3.400.

Ethereum (ETH) Price Performance
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView

Sementara itu, aliran derivatif semakin menegaskan dominasi Bitcoin dalam reli kali ini. Dalam catatan pasar 14 Januari, analis dari Greeks.live menyoroti perbedaan tajam aktivitas block trade antara kedua aset.

“Bitcoin berhasil menembus resistance US$95.000, keluar dari fase konsolidasi hampir dua bulan,” tulis para analis. “Ethereum memang mencatat kenaikan persentase yang lebih besar, tetapi pergerakan harganya kurang solid dibanding BTC dan masih tertahan di kisaran konsolidasi US$3.400.”

Sponsored
Sponsored

Perbedaan ini paling terlihat pada transaksi berukuran institusional. Menurut Greeks.live, block trade Bitcoin mencapai US$1,7 miliar, atau lebih dari 40% dari total volume harian. Sebaliknya, block trade Ethereum hanya sekitar US$130 juta, atau sekitar 20% dari volume ETH.

“Pasar jelas lebih terfokus pada momentum bullish Bitcoin,” tulis mereka.

Meski demikian, latar belakang derivatif secara keseluruhan masih belum sepenuhnya meyakinkan. Greeks.live mencatat bahwa volume futures tidak meningkat signifikan seiring lonjakan harga, dan implied volatility untuk kedaluwarsa utama juga tidak mengalami rebound berarti.

“Pasar derivatif belum memasuki fase bullish yang struktural,” beber para analis, seraya menambahkan bahwa kondisi saat ini lebih menyerupai “respons reaktif terhadap lonjakan mendadak, sementara prospek jangka panjang belum bergeser ke bull market.”

Seiring kedaluwarsanya opsi besar hari ini, harga spot berpotensi bergerak mendekati level max pain dan investor perlu bersiap menghadapi volatilitas jangka pendek. Namun, biasanya kondisi pasar cenderung mereda setelahnya, ketika trader menyesuaikan diri dengan lingkungan perdagangan yang baru.

Bagaimana pendapat Anda tentang kedaluwarsa opsi Bitcoin dan Ethereum di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori