Kembali

Reli Tiga Pekan Bitcoin Kandas, Harga BTC Balik ke Area US$88.000

author avatar

Ditulis oleh
Oihyun Kim

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

21 Januari 2026 09.02 WIB
  • Bitcoin hapus seluruh raihan reli awal 2026 pasca drop sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke kisaran US$88.850.
  • Harga kembali ke level penutupan akhir 2025, mengakhiri reli tiga pekan yang sempat membawa BTC menembus US$97.000.
  • Eskalasi risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan kembali memicu volatilitas pasar kripto.
Promo

Bitcoin (BTC) kehilangan seluruh kenaikan awal 2026 setelah terkoreksi sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke area US$88.850 pada Rabu (21/1) pagi waktu Asia.

Harga kini berada nyaris persis di level penutupan akhir 2025, menghapus reli tiga pekan yang sebelumnya sempat mendorong Bitcoin menembus US$97.000. Pada waktu publikasi, BTC berupaya memantul setelah sempat menyentuh level terendah sesi di US$87.901.

Sponsored
Sponsored

Penutupan 2025 yang Mengecewakan

Bitcoin menutup tahun 2025 di kisaran US$87.000–US$88.000, turun sekitar 30% dari rekor all-time high Oktober di US$126.000, serta mencatatkan penurunan tahunan sekitar 6%. Desember menjadi periode yang sangat berat. BTC anjlok sekitar 22%, menjadikannya kinerja bulanan terburuk sejak Desember 2018.

Reli yang dinanti-nantikan, kerap disebut sebagai “Santa rally”, tidak pernah terwujud. Likuiditas liburan yang tipis dan minimnya katalis baru membuat pasar bergerak lesu hingga sesi perdagangan terakhir tahun ini. Upaya berulang untuk merebut kembali area resistance utama terus berujung pada tekanan jual.

Awal 2026: Rebound Singkat Didukung Inflasi dan Harapan Regulasi

Sentimen berubah drastis di awal tahun 2026. Pada 14 Januari, Bureau of Labor Statistics merilis laporan inflasi yang menunjukkan harga mulai stabil, sehingga Bitcoin melesat lebih dari 4% dalam 24 jam dan menembus level US$97.000, yang terakhir kali tercapai pada pertengahan November.

Keberhasilan menembus area US$95.000—zona yang penting secara teknikal sekaligus psikologis—membuka peluang kelanjutan kenaikan. Optimisme terhadap Clarity Act, yang bertujuan membentuk kerangka regulasi menyeluruh bagi aset digital, turut menopang sentimen. Namun, Senat AS menunda agenda pembahasan (markup) RUU tersebut hingga pekan terakhir Januari, menandakan dukungan suara yang dibutuhkan belum sepenuhnya terkunci.

Sponsored
Sponsored

Risiko Geopolitik Kembali Menekan Pasar

Pada 21 Januari, upaya Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland serta ancaman tarif baru pada sekutu Eropa mengguncang pasar global. Indeks saham acuan AS jatuh lebih dari 2%, VIX menyentuh level tertinggi sejak November, dan dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia.

Shiyan Cao dari hedge fund Winshore Capital mengatakan kepada Bloomberg bahwa situasi ini “membuka risiko baru—yaitu orang-orang tidak lagi ingin memegang aset AS”. Maka dari itu, menurut Cao, sekarang investor harus memperhitungkan premi risiko politik.

Aksi jual ini mengingatkan pada ketakutan di April 2025, ketika pengumuman tarif besar-besaran dari Trump memicu penurunan tajam di pasar AS serta lonjakan volatilitas yang sangat signifikan.

Prospek: Volatilitas Masih Membayangi

Bitcoin kini telah menyelesaikan pergerakan bolak-balik penuh (round trip), menghapus seluruh kenaikan year-to-date dan kembali ke level penutupan 2025. Volatilitas tambahan berpotensi muncul pada Rabu. Yaitu ketika Mahkamah Agung AS mendengarkan argumen terkait upaya Trump memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook.

Meski sebuah kesepakatan pada akhirnya dapat meredakan ketegangan seputar Greenland, proses tersebut diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan. Dalam periode tersebut, pasar berisiko menghadapi volatilitas yang tetap tinggi.

Untuk sementara, Bitcoin terekam berusaha bertahan di atas US$88.000. Sementara pelaku pasar menilai apakah level ini menjadi peluang beli atau justru awal dari koreksi yang lebih dalam.

Bagaimana pendapat Anda tentang prospek harga Bitcoin (BTC) ke depan? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori