Harga Bitcoin 2026 diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan berkat terbentuknya pola cup-and-handle pada grafik harian. Meskipun saat ini sedang terjadi konsolidasi, banyak analis tetap optimis bahwa tren Harga Bitcoin 2026 masih berada dalam jalur bullish yang kuat menuju target US$104.000.
Sebuah pola cup-and-handle berpotensi terbentuk di grafik harian. Jika pola ini benar-benar terjadi, pergerakan berikutnya dari Bitcoin mungkin akan lebih mengutamakan struktur daripada kecepatan.
Konsolidasi sepertinya akan terjadi?
Struktur Bitcoin belakangan ini mirip dengan rounded bottom, yang membentuk bagian “cup” dalam pola cup-and-handle. Pola ini muncul ketika harga perlahan pulih setelah penurunan, kemudian stabil, dan akhirnya jeda sebelum breakout selanjutnya.
SponsoredCandle harian terakhir ditutup hijau, namun dengan sumbu atas yang panjang. Hal ini penting. Sumbu panjang di bagian atas menandakan penjual aktif di level harga yang lebih tinggi, meski harga penutupan masih naik.
Kondisi ini biasanya menjadi awal koreksi atau konsolidasi, bukan kelanjutan reli. Jika konsolidasi terjadi, bisa saja membentuk bagian handle dalam pola tersebut.
Data on-chain juga mendukung kemungkinan jeda ini.
Hodler Net Position Change, metrik yang memantau apakah holder jangka panjang sedang akumulasi atau menjual Bitcoin, memperlihatkan pembelian sudah mulai lagi meski dengan sikap hati-hati. Dari 26 Desember, para holder terus menambah BTC. Tapi puncak pembelian terkini pada 4 Januari hanya sekitar 12.349 BTC. Jumlah itu hampir 93% lebih rendah dibanding puncak penjualan akhir November yang sekitar 185.451 BTC.
Sederhananya, holder memang mulai beli lagi, tapi tidak dengan tergesa-gesa. Pola ini sejalan dengan pembentukan handle, bukan breakout secara langsung.
Positioning di pasar derivatif juga menunjukkan sinyal konsolidasi. Pada peta likuidasi perpetual BTC/USDT di Binance, leverage likuidasi long tercatat sekitar US$2,24 miliar, sementara leverage likuidasi short hanya sekitar US$416 juta. Artinya, eksposur posisi long sekitar lima kali lebih besar dari eksposur short.
Sponsored SponsoredJika leverage long sebesar itu, bahkan koreksi kecil saja dapat memicu likuidasi. Risiko tersebut sendiri bisa membuat harga tetap tertahan dalam jangka pendek, sehingga handle bisa terbentuk sempurna.
Lalu, pertanyaannya adalah: setelah jeda ini, apa yang bisa mendorong Bitcoin naik lebih tinggi?
Kenapa Skenario Bullish Masih Bertahan setelah Jeda
Meski ada risiko konsolidasi harga, tekanan jual di bawah permukaan terus berkurang.
Salah satu sinyal utama berasal dari arus masuk ke exchange, yang mencatat seberapa banyak Bitcoin dikirim ke exchange, biasanya untuk dijual. Pada 31 Desember, total arus masuk ke exchange sempat melonjak hingga 43.940 BTC. Namun pada 5 Januari, angka itu turun drastis menjadi sekitar 3.970 BTC.
Penurunan ini lebih dari 90% hanya dalam beberapa hari.
SponsoredHal ini penting karena Bitcoin juga sedang naik dalam periode yang sama. Saat harga naik sementara arus masuk ke exchange menurun, itu tandanya para trader tidak terburu-buru jual saat harga menguat.
Sinyal lain yang mendukung datang dari Spent Coins Age Bands, yakni indikator yang menghitung berapa banyak koin dari umur berbeda yang bergerak on-chain. Angka tinggi berarti banyak koin digunakan atau dijual, angka rendah artinya holder memilih diam.
Pada 31 Desember, aktivitas koin yang terpakai ada di sekitar 28.033 BTC. Sedangkan per 5 Januari, turun menjadi sekitar 5.644 BTC, penurunan pergerakan koin sebesar 80%.
Koin lama maupun baru bergerak lebih sedikit. Hal ini menandakan tekanan jual spot mulai melemah, meskipun posisi derivatif masih ramai di sisi long.
Singkatnya, risiko leverage menjelaskan mengapa Bitcoin bisa tertahan, tapi perilaku on-chain menunjukkan tren secara umum masih cenderung bullish.
Sponsored SponsoredLevel Harga Bitcoin yang Menentukan Langkah Selanjutnya
Jika konsolidasi harga BTC bertahan, struktur akan lebih penting daripada momentum.
Selama Bitcoin tetap di atas US$89.450, setup bullish secara umum masih terjaga. Jika turun lebih dalam di bawah US$84.320, pola ini batal dan risiko penurunan kembali terbuka.
Untuk sisi atasnya, level pertama yang perlu diperhatikan adalah US$93.560, yang berada dekat leher handle yang sedang terbentuk. Jika tembus level ini, hipotesis bullish akan makin kuat. Penutupan harian yang jelas di atas US$94.710 akan sangat mengonfirmasi breakout.
Dari garis leher tersebut, pergerakan harga dari pola cup memproyeksikan target harga Bitcoin di sekitar US$104.000, atau naik sekitar 12%. Jika momentum terus berlanjut, US$107.460 berpotensi jadi resistance berikutnya.
Bitcoin mungkin akan membuat para bull merasa frustasi dulu dengan pergerakan sideways. Namun jika konsolidasi ini berhasil membentuk handle, breakout setelahnya bisa jadi akan lebih sulit dihadapi para bear.
Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan Harga Bitcoin 2026 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!