Kembali

Aksi Harga Bitcoin saat Perang Iran Menggema Pola Awal Ukraina

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Mohammad Shahid

14 Maret 2026 06.18 WIB
  • Reaksi Bitcoin terhadap perang Iran menyerupai perilakunya selama bulan pertama invasi Ukraina.
  • Kedua periode menunjukkan panic sell-off yang diikuti reli cepat dan konsolidasi volatil.
  • Indikator Relative Strength Index (RSI) dan Chaikin Money Flow (CMF) menyiratkan aktivitas pembelian saat harga turun tetap aktif meskipun ada ketidakpastian geopolitik.
Promo

Reaksi pasar Bitcoin terhadap perang Iran yang sedang berlangsung mulai menyerupai perilaku harga yang terjadi pada bulan pertama setelah Rusia menginvasi Ukraina di tahun 2022.

Perbandingan antara kedua periode ini menunjukkan urutan yang sangat mirip: penurunan harga akibat panik di awal, reli yang sangat cepat, lalu fase konsolidasi penuh volatilitas saat pasar menyesuaikan diri dengan risiko geopolitik.

Perbandingan Harga Bitcoin Saat Fase Awal Perang Ukraina dan Perang Iran
Perbandingan Harga Bitcoin Saat Fase Awal Perang Ukraina dan Perang Iran
Disponsori
Disponsori

Kejutan Awal diikuti oleh Pemulihan Cepat

Saat Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, Bitcoin awalnya anjlok karena pasar global merespons eskalasi mendadak tersebut.

Namun, hanya dalam beberapa hari, aset ini kembali melonjak tajam karena para trader menilai ulang dampak ekonomi yang terjadi secara langsung.

Pola serupa kini terlihat setelah serangan AS dan Israel ke Iran yang dimulai sekitar 28 Februari 2026.

Bitcoin sempat turun ketika berita pertama muncul, namun dengan cepat pulih dan kembali naik ke kisaran US$70.000–US$73.000 dalam beberapa minggu berikutnya.

Pada kedua kejadian ini, pasar nampaknya langsung memperhitungkan kejutan geopolitik sebelum akhirnya stabil.

Prediksi Bitcoin dari Geoff Kendrick Standard Chartered
Prediksi Bitcoin dari Geoff Kendrick Standard Chartered
Disponsori
Disponsori

RSI Menunjukkan Pergerakan Momentum yang Serupa

Indikator momentum menunjukkan cerita yang serupa.

Selama bulan pertama perang Ukraina, Relative Strength Index (RSI) Bitcoin turun tajam hingga ke area jenuh jual sebelum akhirnya melonjak dan masuk ke fase momentum kuat.

Pola RSI saat ini selama konflik Iran juga memperlihatkan hal yang sama. Indikator ini sempat turun saat pasar merespons situasi perang, lalu kembali naik ke wilayah momentum kuat sebelum akhirnya kembali melandai.

Pergerakan seperti ini biasanya menandakan panic selling yang langsung diikuti aksi beli agresif saat harga turun; pola seperti ini memang kerap terjadi ketika ada kejutan geopolitik.

Chart RSI Bitcoin Februari-Maret 2022 dan 2026. Sumber: TradingView
Chart RSI Bitcoin dari Februari hingga Maret 2022 dan 2026 | Sumber: TradingView

Money Flow Tunjukkan Rotasi Modal yang Berlanjut

Indikator arus modal juga memperkuat perbandingan ini.

Pada tahap awal perang Ukraina, Chaikin Money Flow (CMF) secara bertahap pulih setelah aksi jual masif di awal, menandakan tekanan beli mulai kembali ke pasar.

Pola CMF saat konflik Iran sekarang juga menunjukkan kecenderungan yang sama, dengan pergerakan berulang kembali ke area positif. Ini artinya, modal terus mengalir masuk ke Bitcoin saat harga turun.

namun, chart tahun 2026 terlihat lebih volatil, menandakan aliran trading jangka pendek alih-alih akumulasi secara bertahap.

Arus Uang Bitcoin Lebih Volatil Kali Ini Dibanding Bulan Pertama Perang Rusia-Ukraina
Arus Uang Bitcoin Lebih Volatil Kali Ini Dibanding Bulan Pertama Perang Rusia-Ukraina


Pasar Nampaknya Mulai Beradaptasi dengan Risiko Perang

Jika melihat keseluruhan data, dapat disimpulkan bahwa reaksi pasar Bitcoin terhadap perang Iran mengikuti pola yang sudah dikenal sebelumnya.

Bukannya berujung kejatuhan besar, guncangan geopolitik sejauh ini justru menghasilkan siklus panic selling, pemulihan sangat cepat, serta volatilitas harga dalam rentang tertentu.

Jika pola ini terus meniru fase awal perang Ukraina, peluang Bitcoin untuk bergerak sideways dengan kecenderungan naik akan lebih besar ketimbang anjlok.

Perjalanan yang mirip juga mengindikasikan bahwa Bitcoin mungkin tetap volatil dalam jangka pendek, namun perlahan naik seiring trader terus membeli di saat harga turun dan risiko perang semakin diperhitungkan pasar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori