Kembali

Mengapa Komputasi Kuantum Bukan Ancaman Langsung bagi Bitcoin

author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Bey

09 Februari 2026 16.03 WIB
  • CoinShares mengatakan ancaman komputasi kuantum terhadap Bitcoin masih jauh.
  • Hanya sekitar 0,1% pasokan Bitcoin menghadapi kerentanan kuantum yang masuk akal.
  • Para ahli memperingatkan bahwa perubahan protokol yang terlalu dini bisa merugikan netralitas Bitcoin.
Promo

Kekhawatiran bahwa komputasi kuantum suatu hari nanti bisa membobol kriptografi Bitcoin kembali muncul. Namun, laporan baru dari CoinShares menegaskan bahwa risiko kuantum ini masih sangat jauh, dengan hanya sebagian kecil pasokan Bitcoin yang mungkin berpotensi rentan.

Laporan tersebut memandang komputasi kuantum sebagai tantangan rekayasa jangka panjang. CoinShares menuturkan bahwa Bitcoin masih punya banyak waktu untuk beradaptasi jauh sebelum mesin kuantum mencapai skala yang relevan dalam kriptografi.

Sponsored
Sponsored

Analisis Ancaman Kuantum untuk Bitcoin

Pada laporan berjudul “Quantum Vulnerability in Bitcoin: A Manageable Risk”, Pimpinan Riset Bitcoin CoinShares, Christopher Bendiksen, menjelaskan bahwa Bitcoin mengandalkan kriptografi elliptic-curve untuk mengamankan transaksi.

Secara teori, komputer kuantum yang cukup kuat bisa memanfaatkan algoritma Shor untuk menemukan private key dari public key. Hal ini berpotensi memungkinkan pengeluaran dana tanpa izin.

namun, Bendiksen mengungkapkan bahwa serangan seperti itu membutuhkan mesin kuantum dengan jutaan qubit yang stabil dan sudah teratasi kesalahan. Ini masih sangat jauh dari kemampuan teknologi saat ini.

“Untuk membobol secp256k1 dalam waktu yang masuk akal (<1 tahun) membutuhkan 10-100.000 kali lipat jumlah qubit logis yang ada saat ini; teknologi kuantum yang relevan setidaknya masih 10 tahun lagi. Serangan jangka panjang bisa terjadi selama bertahun-tahun—ini bisa menjadi mungkin dalam satu dekade; serangan jangka pendek (serangan mempool) butuh komputasi <10 menit—hal ini tidak mungkin dilakukan kecuali dalam skenario sangat panjang (puluhan tahun),” terang laporan tersebut.

Laporan itu juga memaparkan seberapa besar eksposur nyata Bitcoin. Menurut Bendiksen, hanya sekitar 1,6 juta BTC, atau kira-kira 8% dari total suplai Bitcoin, yang tersimpan di alamat lama Pay-to-Public-Key (P2PK) di mana public key-nya sudah terlihat. Tapi, risiko praktis sebenarnya jauh lebih kecil.

Dari jumlah itu, laporan memperkirakan hanya sekitar 10.200 BTC yang secara masuk akal bisa menjadi target dengan risiko berdampak nyata. Angka ini kurang dari 0,1% dari total suplai Bitcoin.

Sponsored
Sponsored

“Sisanya sekitar 1,6 juta BTC tersebar dalam 32.607 UTXO individu, masing-masing sekitar 50 BTC, yang butuh waktu ribuan tahun untuk dibuka bahkan dalam skenario kemajuan teknologi komputasi kuantum paling optimistis,” papar Bendiksen.

Sisa koin yang rentan tersebar di puluhan ribu alamat. Penyebaran ini akan membuat eksploitasi dalam skala besar berjalan lambat dan operasionalnya nyaris mustahil bahkan untuk sistem kuantum paling canggih sekalipun, menurut analisis tersebut.

Eksposur terbatas ini muncul berkat jenis alamat modern. Pay-to-Public-Key-Hash (P2PKH) dan Pay-to-Script-Hash (P2SH) tidak mengungkapkan public key sampai koin digunakan, sehingga permukaan serangan jadi sangat kecil.

Walau ada usulan kriptografi pasca-kuantum, Bendiksen memperingatkan agar jangan gegabah atau terpaksa mengubah sistem. Ia mewanti-wanti perubahan prematur justru bisa menimbulkan risiko baru, melemahkan desentralisasi, atau malah bergantung pada sistem kriptografi yang belum benar-benar diuji dalam lingkungan yang menghadirkan lawan.

“Untuk masa mendatang, dampak ke pasar nampaknya terbatas,” tambah Bendiksen. “Kekhawatiran terbesar adalah tetap menjaga imutabilitas dan netralitas Bitcoin, di mana keduanya bisa terancam jika protokol berubah sebelum waktunya.”

Sponsored
Sponsored

Di sisi lain, pandangan ini senada dengan pendapat para pelaku industri lain, termasuk co-founder Casa Jameson Lopp dan pendiri Cardano Charles Hoskinson. Keduanya telah menyampaikan bahwa komputasi kuantum tidak jadi ancaman nyata untuk kriptografi Bitcoin dalam waktu dekat.

Risiko Quantum Tak Lagi Diabaikan saat Investor dan Pengembang Bersiap

Meski begitu, tidak semua pelaku pasar sependapat. Beberapa investor institusi mulai memasukkan risiko komputasi kuantum dalam pertimbangan eksposur mereka ke Bitcoin, bukan hanya menganggapnya sebagai kekhawatiran yang masih jauh.

Sponsored
Sponsored

BeInCrypto melaporkan bahwa strategist Christopher Wood mengurangi alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model Jefferies, lalu memindahkan modal ke emas dan saham pertambangan. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa kemajuan komputasi kuantum di masa depan berpotensi mengancam keamanan Bitcoin.

Pada saat yang sama, beberapa proyek blockchain sudah mengambil langkah antisipasi. Coinbase, Ethereum, dan Optimism sudah membeberkan upaya persiapan mereka menghadapi masa depan setelah hadirnya komputasi kuantum.

Charles Edwards dari Capriole Investments juga menyarankan bahwa harga Bitcoin perlu anjlok lebih jauh agar jaringan menarik perhatian lebih besar pada isu keamanan kuantum ini. Ia menyebut tekanan pasar bisa menjadi pemicu diskusi teknis yang lebih luas.

“US$50.000 sudah tidak terlalu jauh sekarang. Saya benar-benar serius waktu bilang tahun lalu bahwa harga harus turun dulu supaya perhatian ke keamanan kuantum Bitcoin bisa benar-benar muncul. Ini adalah kemajuan menjanjikan pertama yang kita lihat sampai saat ini,” ujar dia.

Edwards menambahkan masih banyak pekerjaan berat ke depan, seraya mengingatkan bahwa upaya kesiapan kuantum Bitcoin harus dipercepat pada tahun 2026.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis ancaman kuantum di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori