Kembali

Reli Bitcoin Tunjukkan Perpecahan Pasar yang Dalam: Peluang atau Kerentanan Struktural?

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

02 Februari 2026 03.35 WIB
  • Bulls menganggap penurunan Bitcoin sebagai peluang akumulasi jangka panjang
  • Analis menandai arus masuk yang lemah dan realized cap yang terhenti sebagai tanda peringatan
  • Deleveraging lintas aset menunjukkan ketergantungan Bitcoin pada modal yang terpusat
Promo

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini telah memperlihatkan ketegangan yang semakin besar di pasar aset kripto, mempertemukan investor berpengalaman “buy the dip” dengan bukti-bukti kerentanan struktural yang terus meningkat.

Ketika aset digital ini turun bersamaan dengan pergerakan risk-off yang meluas di pasar global, para analis memberikan interpretasi yang sangat berbeda tentang penurunan ini dan dampaknya bagi investor.

Sponsored
Sponsored

Aksi Jual Bitcoin Mengungkap Pertarungan yang Semakin Dalam antara Pembeli Berkeyakinan dan Kelemahan Pasar Struktural

Bagi Robert Kiyosaki, seorang “Bitcoin bull” dan penulis kenamaan, penurunan harga ini merupakan kesempatan langka untuk membeli. Ia membandingkan perilaku pasar dengan penjualan ritel, seraya menjelaskan bahwa banyak orang justru berbondong-bondong membeli barang diskon di toko, tapi investor sering panik ketika terjadi aksi jual aset di pasar keuangan.

“Pasar emas, perak, dan Bitcoin baru saja anjlok… Saya sedang menunggu dengan uang tunai di tangan untuk mulai membeli lebih banyak,” ujar Kiyosaki , sembari menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai kesempatan masuk dengan diskon untuk akumulasi jangka panjang.

Namun, beberapa pakar lain justru meminta untuk tetap waspada. CEO CryptoQuant Ki Young Ju menyoroti kurangnya arus modal segar dan Realized Cap yang stagnan—yakni metrik yang melacak nilai koin di harga terakhir saat berpindah tangan—sebagai sinyal bahwa aksi jual ini lebih mengindikasikan aksi ambil untung daripada pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.

“Bitcoin turun karena tekanan jual yang masih bertahan. Ketika market cap turun dalam kondisi ini, itu bukan bull market,” terang dia , sembari menjelaskan bahwa meski crash drastis seperti siklus sebelumnya nampaknya tidak akan terjadi, posisi bottom pasar masih belum pasti.

Kelemahan di Bitcoin juga merupakan bagian dari koreksi lintas kelas aset yang lebih luas. Ahli strategi makro dari Bull Theory menggambarkan penurunan ini sebagai reaksi berantai secara berurutan, diawali dari saham berkapitalisasi kecil dan dolar AS, lalu merembet ke saham, logam mulia, dan akhirnya juga ke pasar aset kripto yang sangat banyak menggunakan leverage.

“Ini bukan kejadian acak. Ini reaksi berantai: small caps, dolar, ekuitas, logam, kripto,” komentar pihak Bull Theory , sekaligus menyoroti keterkaitan pasar global yang sangat erat.

Sponsored
Sponsored

Model Kuantitatif Soroti Kondisi Undervalued Bitcoin di Tengah Risiko Struktural Pasar

Meski ada indikator bearish seperti ini, beberapa analisis kuantitatif justru menilai Bitcoin masih undervalued secara historis.

Model power-law terbaru menunjukkan bahwa BTC saat ini diperdagangkan sekitar 35% di bawah tren 15 tahunnya, sehingga masuk ke zona “oversold” yang secara historis sering diikuti oleh pembalikan tajam ke rata-rata.

Menurut model ini, Bitcoin berpotensi rebound ke US$113.000 pada pertengahan 2026 dan bahkan melewati US$160.000 di awal 2027, dengan proyeksi potensi imbal hasil di 12 bulan ke depan bisa melampaui 100%.

Namun, aksi jual kali ini juga memperlihatkan pelajaran struktural yang mendasar. Analis JA Maartun menegaskan bahwa pasar secara konsisten selalu menguji tingkat konsentrasi dan keyakinan.

Ketika pergerakan harga sangat bergantung pada aksi beli konsisten oleh segelintir pelaku, perlambatan apa pun bakal mengungkap kelemahan yang ada.

Kejadian masa lalu, mulai dari Terra/LUNA hingga kepemilikan Bitcoin MicroStrategy, menunjukkan bahwa ketergantungan pada arus modal terpusat bisa memperbesar volatilitas ketika arus tersebut mulai terhenti.

Seiring Bitcoin mencari stabilitas, pasar saat ini seperti terjepit di antara dua kekuatan: investor dengan keyakinan kuat yang memanfaatkan harga diskon dan tekanan struktural akibat minimnya modal baru serta posisi leverage yang ada.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$76.819, turun sebesar 0,34% dalam 24 jam terakhir.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori