Bitcoin menembus US$75.000 pada Selasa pagi di sesi Asia, mencapai level tertinggi sejak awal Februari. Pergerakan ini memperpanjang tren kemenangan selama delapan hari, menjadi yang terpanjang sejak breakout bull market Februari 2024.
Pada pukul 01:30 UTC, BTC diperdagangkan di atas US$75.000, naik 3% dalam 24 jam terakhir. Aset ini kini sudah reli sekitar 25% dari level terlemah Februari di kisaran US$60.000, yang terjadi saat konflik Iran memicu aksi jual besar-besaran.
Data On-Chain Menunjukkan Pasokan Semakin Ketat
Arus masuk ke exchange, terutama di Binance, turun drastis dalam beberapa minggu terakhir sehingga tekanan jual di pasar spot pun berkurang. Di saat yang sama, Bitcoin Exchange Whale Ratio mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun. Para holder besar mendominasi sebagian besar transaksi, dan pola ini juga pernah mendahului titik-titik balik besar pada siklus sebelumnya.
Penerbitan stablecoin dan pembelian ETF keduanya meningkat seiring pulihnya harga. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS menerima arus masuk bersih sekitar US$2,1 miliar selama tiga minggu berturut-turut. Hal itu menandakan ada modal segar yang masuk ke pasar yang mulai mengetat.
Modal Berotasi dari Emas ke BTC
Harga emas turun di bawah US$5.000 pekan lalu, sementara Bitcoin naik sekitar 7%, sehingga muncul spekulasi rotasi aset. Di Polymarket, probabilitas BTC mencapai US$80.000 bulan ini mencapai rekor 56%.
Analis mengingatkan bahwa pembacaan tinggi di prediction market bisa menandakan pasar sedang overheat. Prediksi breakout di atas 60% pada masa lalu biasanya diikuti koreksi aksi ambil untung.
Risiko Ekonomi Makro Masih Berlanjut
Pasar energi global masih mengalami tekanan, dengan harga bahan bakar minyak di pusat-pusat utama mencetak rekor tertinggi. Meski begitu, Bitcoin mampu mengungguli saham maupun komoditas di tengah ketidakpastian kawasan Timur Tengah.
Keputusan suku bunga The Fed pada hari Rabu menjadi katalis besar berikutnya. Jika Bitcoin bertahan di atas US$75.000 dalam waktu lama, jalur menuju US$80.000 bisa terbuka, meski struktur korektif yang lebih besar sejak akhir 2025 belum sepenuhnya berubah.