Kembali

Bitcoin Tembus US$75.000 — Polymarket Beri Peluang US$80.000 Sebesar 56%

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Oihyun Kim

17 Maret 2026 08.34 WIB
  • Bitcoin menyentuh US$75.000 pada jam perdagangan Asia hari Senin, memperpanjang reli selama delapan hari berturut-turut — yang terpanjang sejak breakout bull Februari 2024.
  • Arus masuk exchange turun tajam sementara rasio whale mencapai level tertinggi dalam enam tahun, menandakan pasokan yang semakin ketat dan akumulasi.
  • Polymarket kini memberi peluang 56% untuk US$80.000 bulan ini seiring pelemahan emas mendorong rotasi modal ke aset kripto.
Promo

Bitcoin menembus US$75.000 pada Selasa pagi di sesi Asia, mencapai level tertinggi sejak awal Februari. Pergerakan ini memperpanjang tren kemenangan selama delapan hari, menjadi yang terpanjang sejak breakout bull market Februari 2024.

Pada pukul 01:30 UTC, BTC diperdagangkan di atas US$75.000, naik 3% dalam 24 jam terakhir. Aset ini kini sudah reli sekitar 25% dari level terlemah Februari di kisaran US$60.000, yang terjadi saat konflik Iran memicu aksi jual besar-besaran.

Disponsori
Disponsori

Data On-Chain Menunjukkan Pasokan Semakin Ketat

Arus masuk ke exchange, terutama di Binance, turun drastis dalam beberapa minggu terakhir sehingga tekanan jual di pasar spot pun berkurang. Di saat yang sama, Bitcoin Exchange Whale Ratio mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun. Para holder besar mendominasi sebagian besar transaksi, dan pola ini juga pernah mendahului titik-titik balik besar pada siklus sebelumnya.

Penerbitan stablecoin dan pembelian ETF keduanya meningkat seiring pulihnya harga. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS menerima arus masuk bersih sekitar US$2,1 miliar selama tiga minggu berturut-turut. Hal itu menandakan ada modal segar yang masuk ke pasar yang mulai mengetat.

Modal Berotasi dari Emas ke BTC

Harga emas turun di bawah US$5.000 pekan lalu, sementara Bitcoin naik sekitar 7%, sehingga muncul spekulasi rotasi aset. Di Polymarket, probabilitas BTC mencapai US$80.000 bulan ini mencapai rekor 56%.

Analis mengingatkan bahwa pembacaan tinggi di prediction market bisa menandakan pasar sedang overheat. Prediksi breakout di atas 60% pada masa lalu biasanya diikuti koreksi aksi ambil untung.

Risiko Ekonomi Makro Masih Berlanjut

Pasar energi global masih mengalami tekanan, dengan harga bahan bakar minyak di pusat-pusat utama mencetak rekor tertinggi. Meski begitu, Bitcoin mampu mengungguli saham maupun komoditas di tengah ketidakpastian kawasan Timur Tengah.

Keputusan suku bunga The Fed pada hari Rabu menjadi katalis besar berikutnya. Jika Bitcoin bertahan di atas US$75.000 dalam waktu lama, jalur menuju US$80.000 bisa terbuka, meski struktur korektif yang lebih besar sejak akhir 2025 belum sepenuhnya berubah.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori