Kembali

Analis Temukan Peluang Reli Harga Bitcoin, Bisakah Batas Kredit 10% Trump Memicunya?

author avatar

Ditulis oleh
Harsh Notariya

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

12 Januari 2026 13.14 WIB
  • Arus on-chain beri indikasi Bitcoin membentuk bottom pada akhir Desember, membuka peluang rebound jangka pendek.
  • BTC parkir di bawah biaya produksi miner, yang secara historis kerap membentuk price floor dengan aktivitas rendah.
  • Usulan batas kredit 10% dari Trump berpotensi mendorong pengguna beralih ke Bitcoin dan alternatif DeFi.
Promo

Harga Bitcoin berpotensi mendekati rebound jangka pendek. Setidaknya demikian menurut analis on-chain Willy Woo. Sebab, perkembangan kebijakan ekonomi makro di AS berpotensi mempercepat adopsi aset kripto.

Model berbasis data dari Woo mengungkap bahwa arus investasi ke Bitcoin mencapai titik terendah pada 24 Desember 2025 dan terus menguat setelah itu. Meski pandangannya secara keseluruhan untuk tahun 2026 masih hati-hati karena likuiditas yang melemah, situasi dalam waktu dekat memberikan tanda-tanda peluang bullish secara hati-hati selama beberapa minggu ke depan.

Sponsored
Sponsored

Arus Bitcoin Tunjukkan Rebound saat Batas Kartu Kredit Trump Mendekat

Saat ini, Bitcoin bertengger di kisaran US$90.580, masih berada di bawah estimasi biaya produksi miner yang sekitar US$101.000 per BTC.

Bitcoin (BTC) Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Menurut analis Wimar.X, perdagangan di bawah biaya miner secara historis tidak memantik aksi jual panik (panic selling). Sebaliknya, miner justru memperlambat produksi dan menunggu harga yang lebih baik, sehingga tercipta zona aktivitas rendah yang biasanya menjadi lantai atau floor sementara harga Bitcoin.

“BTC itu murah bila dibandingkan dengan biaya produksinya… Kebanyakan orang panik dan jual di sini. Lalu, BTC kembali naik melewati biaya miner dan semua orang langsung berubah jadi bullish lagi. Ceritanya seperti ini di setiap siklus,” ujar Wimar.X .

Di sisi lain, analis on-chain Willy Woo menekankan bahwa arus investasi spot yang nyata, bukan narasi maupun korelasi dengan pasar ekuitas, adalah katalis utama pemulihan harga Bitcoin.

“Seluruh pasar bisa reli naik tanpa BTC jika para investor tidak melakukan alokasi,” paparnya. “Kita fokus mengukur arus dana nyata yang benar-benar masuk ke BTC… bukan arus dana imajinasi lewat narasi.”

Sponsored
Sponsored

Kondisi teknikal dan arus dana tersebut bisa saja bertemu dengan katalis makro yang baru: usulan Presiden Donald Trump untuk membatasi bunga kartu kredit di angka 10% selama satu tahun, mulai berlaku 20 Januari 2026.

Batas Kredit Trump Bisa Dorong Konsumen ke Bitcoin & DeFi

Langkah terbaru Presiden Donald Trump untuk membatasi bunga kartu kredit menjadi 10% bertujuan meringankan beban keuangan jutaan warga AS. Kebijakan ini bisa membatasi akses kredit tradisional bagi konsumen dengan skor di bawah 780.

Sponsored
Sponsored

Analis dan komentator kripto mewanti-wanti bahwa langkah ini bisa saja mendorong masyarakat berpindah ke sistem keuangan alternatif, termasuk Bitcoin.

Pihak lain juga menyoroti bahwa bank seperti Visa dan Mastercard bisa mengalami volatilitas jangka pendek saat menyesuaikan diri terhadap potensi pembatasan pada pengguna kredit berisiko tinggi.

“Besok, kita akan melihat respons pasar terhadap seruan Trump membatasi bunga kartu kredit di 10%, yang bisa berdampak besar pada Visa dan Mastercard,” tulis analis Crypto Rover.

Analis industri pun menyoroti bahwa kebijakan ini bisa mendorong perbankan untuk melepas nasabah dengan kredit “rendah”, yang akhirnya bisa masuk ke platform lending DeFi seperti Aave atau Compound.

Sponsored
Sponsored

Teoretikus kripto menganggap hal ini berpotensi menciptakan “siklus adopsi tanpa hambatan,” di mana stablecoin, Bitcoin, dan infrastruktur DeFi berbasis Ethereum bisa mendapat keuntungan dari permintaan yang meningkat untuk layanan DeFi.

Meski Woo melihat ada potensi rebound jangka pendek, dia tetap hati-hati terhadap prospek lebih luas di 2026. Arus likuiditas menurun dibandingkan momentum harga sejak Januari 2025. Walhasil, meskipun reli sementara bisa saja terjadi, kekuatannya bisa jadi tidak cukup untuk mempertahankan kenaikan harga secara berkelanjutan.

Meskipun demikian, pertemuan antara dukungan biaya miner, arus dana yang semakin menguat, dan potensi permintaan akibat kebijakan bisa menciptakan lingkungan volatilitas tinggi bagi Bitcoin.

Seiring pasar menanti penerapan kebijakan tersebut pada 20 Januari serta menunggu perkembangan tren likuiditas, beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk menguji apakah Bitcoin mampu memanfaatkan fundamental dari arus dana sekaligus gejolak ekonomi makro.

Kondisi ini menciptakan titik balik yang langka, di mana kekuatan bullish jangka pendek bertemu dengan ketidakpastian struktural.

Bagaimana pendapat Anda tentang peluang reli harga Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori