Para crypto whale Bitcoin (BTC) sedang melepas kepemilikannya di tengah volatilitas pasar. Lookonchain mengungkapkan bahwa sebuah wallet “Bitcoin OG” yang mengumpulkan BTC sejak 2013 memindahkan 1.000 BTC senilai US$71,57 juta ke Binance.
“OG ini menerima 5.000 BTC (harga US$1,66 juta) dengan harga US$332 sekitar 12 tahun lalu, dan mulai menjual BTC pada 26 November 2024, menjual total 3.500 BTC (US$337 juta) dengan rata-rata harga sekitar US$96.262. Total keuntungan: US$442 juta — menghasilkan return 266x,” terang postingan itu.
Di postingan berbeda, Lookonchain mengungkapkan bahwa Owen Gunden, salah satu holder Bitcoin tertua, mentransfer 650 BTC senilai US$46,3 juta ke Kraken. Sebelumnya, Gunden juga pernah menjual 11.000 BTC dengan nilai US$1,12 miliar di akhir tahun 2025.
Data on-chain memberikan gambaran yang lebih luas. Analis Maartunn melaporkan bahwa alamat-alamat whale Bitcoin telah memindahkan 44.459 BTC, setara sekitar US$3,15 miliar, menuju exchange.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Penjual dari lembaga negara juga menambah tekanan suplai. BeInCrypto melaporkan bahwa Pemerintah Kerajaan Bhutan memindahkan 375 BTC pada awal pekan ini, melanjutkan aksi jual yang telah mengurangi kepemilikan negara tersebut dari 13.000 BTC menjadi sekitar 4.452,79 BTC sejak akhir 2024.
Bitcoin Turun Lebih dari 4% di Tengah Tekanan Ekonomi Makro
Tekanan jual ini terjadi di saat aset kripto terbesar terus menghadapi tekanan pasar. Kemarin, The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,50%–3,75%.
Suku bunga rendah sering dianggap “bullish” untuk kripto. Ketika The Fed menurunkan suku bunga, maka biaya pinjaman juga turun dan likuiditas di sistem keuangan meningkat. Situasi ini biasanya melemahkan dolar, sehingga aset alternatif menjadi lebih menarik bagi investor yang ingin mencari imbal hasil lebih tinggi.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli
namun, kenaikan harga minyak karena konflik yang masih terjadi di Timur Tengah membuat prospek penurunan suku bunga semakin tidak pasti dan memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini menciptakan situasi sulit bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Selain itu, Producer Price Index bulan Februari melonjak 0,7% secara bulanan. Angka ini lebih dari dua kali lipat konsensus 0,3%. Situasi ini juga membuat harga BTC mengalami penurunan.
Berdasarkan data terbaru dari BeInCrypto Markets, BTC diperdagangkan di harga US$70.862, turun lebih dari 4% dalam sehari terakhir.