Kembali

Airdrop 2.000 BTC Tidak Sengaja Sebabkan Harga Bitcoin Turun 10% di Bithumb

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

06 Februari 2026 21.07 WIB
  • Staf Bithumb dilaporkan secara tidak sengaja mengirim 2.000 BTC alih-alih hadiah KRW kecil.
  • panic selling mendominasi order book Bithumb, sehingga menyebabkan crash Bitcoin sebesar 10% secara lokal.
  • Insiden tersebut membangkitkan kembali kekhawatiran terkait kontrol exchange dan risiko operasional di pasar aset kripto.
Promo

Exchange aset kripto asal Korea Selatan, Bithumb, mengalami gangguan operasional besar pada 6 Februari 2026, yang langsung membuat pasangan perdagangan BTC/KRW anjlok dua digit.

Peristiwa ini mengingatkan pada kontroversi sebelumnya soal exchange tersebut, termasuk insiden di mana mereka sebagian bertanggung jawab atas kebocoran data.

Sponsored
Sponsored

Airdrop 2.000 BTC Secara Tidak Sengaja oleh Bithumb Picu Crash Bitcoin 10% di Exchange

Disebutkan bahwa seorang staf secara tidak sengaja mengirimkan 2.000 Bitcoin (BTC) ke ratusan pengguna, bukannya hadiah 2.000 Korean Won (KRW) yang seharusnya diberikan.

Kesalahan ini segera memicu gelombang penjualan, sehingga harga Bitcoin di exchange tersebut turun lebih dari 10% di bawah harga pasar global.

Performa Harga BTC/KRW
Performa Harga BTC/KRW | Sumber: TradingView

Anggota inti Dumpster DAO bernama Definalist pertama kali melaporkan insiden ini, seraya mengungkapkan bahwa insentif tersebut seharusnya hanya berupa airdrop kecil untuk pengguna platform.

Di tengah kekacauan, beberapa pengguna dilaporkan sangat diuntungkan dari kesalahan ini, dengan menjual Bitcoin yang mereka terima secara tak terduga ke pasar dengan harga normal.

Pembagian BTC secara tidak sengaja ini kembali memunculkan pertanyaan soal kontrol internal dan manajemen risiko di exchange aset kripto, terutama yang mengelola aset digital bernilai tinggi.

Sponsored
Sponsored

“Gila juga membayangkan exchange masih bisa melakukan paper trading seperti ini, bahkan di 2026 lmao,” komentar Definalist.

Perlu dicatat, walau begitu, kejatuhan harga Bitcoin ini hanya terjadi di Bithumb karena order book di exchange tersebut terisolasi. Banyak pengguna melepas BTC dalam jumlah besar langsung di Bithumb, sehingga likuiditas exchange ini kewalahan dan harga lokal turun 10%.

Exchange lainnya tidak terkena dampak karena tekanan jual tidak masuk ke pasar mereka, dan mekanisme arbitrase global pun belum sempat menyesuaikan selisih harga, sehingga dampaknya tetap terbatas.

Perbandingan BTC/KRW vs BTC/USDT di Binance dan Coinbase
Perbandingan BTC/KRW vs BTC/USDT di Binance dan Coinbase | Sumber: TradingView

Kendati demikian, insiden ini menyoroti risiko operasional yang masih bisa terjadi bahkan di exchange besar, meskipun industri sudah berkembang selama bertahun-tahun. Insiden ini juga memperlihatkan bahwa kesalahan input sederhana bisa berujung pada gangguan pasar yang signifikan.

Sponsored
Sponsored

Bithumb belum memberikan tanggapan resmi kepada BeInCrypto, dan hingga kini belum merilis pernyataan publik terkait langkah perbaikan.

Walaupun begitu, kejadian ini bisa memengaruhi kepercayaan pasar untuk jangka pendek, terutama di exchange yang kesalahan operasionalnya langsung berdampak pada pergerakan harga.

Sejarah Operasional dan Perubahan Korporasi Bithumb Soroti Risiko yang Masih Berlanjut

Bithumb sendiri punya rekam jejak penuh masalah terkait keamanan dan operasional. Pada tahun 2017, kebocoran data terjadi dan mengungkapkan informasi pelanggan, lalu pada putusan tahun 2020, media lokal memberitakan bahwa exchange ini ditemukan sebagian bertanggung jawab dalam sebuah kasus di mana seorang pengguna merugi US$27.200.

Pengadilan memutuskan, meski basis data Bithumb sempat diakses, para penggugat seharusnya bisa mengenali upaya penipuan tersebut dan hanya memberikan ganti rugi sebesar US$5.000.

Sponsored
Sponsored

Gugatan lainnya ditolak karena pengadilan menilai informasi pribadi tersebut bisa saja didapatkan dari tempat lain.

Bithumb juga telah mengalami perubahan kepemilikan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, exchange ini menjual 50% sahamnya ke BK Global Consortium, yaitu grup yang dipimpin investor startup Kim Byung-gun, yang sebelumnya merupakan pemegang saham kelima terbesar di perusahaan tersebut.

Akusisi ini terjadi di tengah penurunan investasi sektor kripto secara global. Berdasarkan riset FinTech Global, investasi kripto global sempat mencapai puncak US$7,62 miliar pada 2018 sebelum turun menjadi US$3,11 miliar di 2019. Sementara, pada paruh pertama 2020 saja, sektor ini hanya meraih US$578,2 juta.

Insiden terbaru ini menambah panjang deretan masalah operasional Bithumb, memperkuat pandangan bahwa walau adopsi kripto semakin meluas, sektor ini tetap rentan terhadap kesalahan manusia maupun teknis, bahkan pada exchange papan atas.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori