Bithumb, exchange aset kripto asal Korea Selatan, secara resmi mengonfirmasi bahwa kesalahan operasional menyebabkan pembayaran Bitcoin yang tidak normal selama sebuah acara promosi.
Insiden ini memicu pergerakan harga yang tajam dan singkat di platform tersebut sebelum akhirnya pasar kembali stabil dalam hitungan menit.
SponsoredBithumb Konfirmasi Pembayaran Bitcoin Tidak Sengaja
Dalam pernyataannya, Bithumb meminta maaf kepada para pengguna, dan mengakui bahwa “jumlah Bitcoin yang tidak normal telah dibayarkan kepada beberapa pelanggan” saat acara tersebut, sehingga menimbulkan volatilitas sementara ketika penerima menjual aset mereka.
“Harga Bitcoin sempat berfluktuasi tajam karena beberapa akun yang menerima Bitcoin itu langsung menjualnya,” terang exchange tersebut dalam keterangannya.
Menurut Bithumb, sistem pemantauan internal mereka dengan cepat mendeteksi transaksi abnormal tersebut. Platform ini pun menanggapi dengan membatasi aktivitas trading pada akun-akun yang terkena dampak, sehingga gangguan dapat segera dikendalikan.
“Akibatnya, harga pasar kembali ke level normal dalam waktu 5 menit, dan sistem pencegahan domino likuidasi bekerja dengan baik sehingga tidak terjadi likuidasi berantai akibat harga Bitcoin yang tidak normal,” jelas perusahaan itu.
Klarifikasi ini muncul setelah harga Bitcoin di Bithumb sempat diperdagangkan jauh di bawah harga pasar global, sehingga memunculkan spekulasi tentang penyebab penurunan harga mendadak tersebut.
Bithumb menegaskan bahwa insiden ini bukan disebabkan oleh serangan siber ataupun pelanggaran keamanan.
Sponsored“Kami ingin menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak berkaitan dengan peretasan eksternal atau pelanggaran keamanan, serta tidak menimbulkan masalah pada keamanan sistem atau pengelolaan aset pelanggan,” tutur exchange itu.
Dampak pada Dana Pelanggan Bithumb
Pihak perusahaan juga meyakinkan bahwa dana pelanggan tetap aman dan layanan inti tetap berjalan dengan normal.
“Aset pelanggan tetap dikelola dengan aman seperti sebelumnya, begitu juga aktivitas transaksi serta deposit/withdrawal saat ini berjalan normal,” tambah pernyataan tersebut.
Yang terpenting, Bithumb menyatakan bahwa tidak ada pelanggan yang mengalami kerugian akibat insiden ini, serta mereka terus meninjau situasi dan akan menginformasikan perkembangan jika diperlukan.
“Dapat dipastikan bahwa insiden ini tidak mengakibatkan kerugian atau kerusakan pada aset pelanggan. Kami akan membagikan setiap tindak lanjut secara transparan serta bertanggung jawab penuh agar tidak ada satu pun pelanggan yang dirugikan,” papar exchange tersebut.
Kejadian ini menyoroti bagaimana kesalahan operasional, meski dapat segera diatasi, mampu memicu gangguan harga yang tajam dalam waktu singkat di pasar kripto, terutama pada exchange yang kondisi likuiditasnya berbeda dari rata-rata global.
Bithumb menutup pernyataannya dengan permintaan maaf berikut, seraya berkomitmen akan memperkuat perlindungan dan terus bekerja agar lingkungan trading tetap stabil.
“Sekali lagi, kami sungguh-sungguh meminta maaf atas segala ketidaknyamanan yang terjadi. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin demi menyediakan lingkungan trading yang stabil dan dapat dipercaya.”