BitMart menyatakan mungkin akan membuka kembali sebagian layanan exchangenya, beberapa minggu setelah mengumumkan penutupan secara permanen.
Pembalikan keputusan ini terjadi pada hari Jumat. Itu lima hari sebelum tenggat waktu 26 Agustus yang tadinya ditetapkan untuk menghentikan semua aktivitas trading di platform.
Penutupan yang Semestinya Permanen
BitMart merilis rencana keluar pada 26 Juli. Pendaftaran pengguna baru, deposit, dan order dihentikan pada pagi yang sama. Jadwalnya sangat ketat. Semua aktivitas trading dijadwalkan berakhir pada 26 Agustus. Platform ini sendiri akan sepenuhnya berhenti beroperasi pada 31 Januari 2027.
Exchange ini tidak menyalahkan adanya krisis apa pun. Pemberitahuannya menyebutkan soal kondisi operasional, pasar, dan strategi ke depan. Tidak ada informasi soal dana yang hilang.
Para trader memiliki opini berbeda. Harga BitMart Token (BMX) anjlok 46% dalam semalam ke sekitar US$0,11. Token tersebut kini diperdagangkan di kisaran US$0,0626, naik 6% sehari setelah pengumuman mengejutkan.
Satu Kata pada Pengumuman Baru Mengubah Cerita
Update hari Jumat sekilas tampak sebagai kabar baik. BitMart menyebut sedang menyusun rencana restrukturisasi, bukan menutup sepenuhnya platform mereka.
Lalu muncul detail penting. Setiap pembukaan kembali secara bertahap akan dilakukan “bersamaan dengan distribusi kepada kreditur.”
Kata itu sangat berarti. Kreditur adalah pihak yang berhak menerima pembayaran. Exchange yang hanya berhenti karena faktor pasar tidak perlu membayar kreditur.
BitMart juga sudah menunjuk White & Case sebagai konsultan restrukturisasi. Firma ini merupakan salah satu praktik kepailitan terbesar di dunia. Perusahaan biasanya menggunakan jasa semacam ini jika neraca keuangan harus diperbaiki, bukan sekadar menunggu pemulihan pasar.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Analis Menilai Penutupan Ini Sebagai Reset Sehat
Penutupan di bulan Juli lalu justru mendapat respons yang cukup optimistis. Beberapa analis melihat hal ini sebagai cara pasar membersihkan venue yang lemah.
Pendiri Moonrock Capital, Simon Dedic, berpendapat bahwa model bisnis dari banyak exchange sudah mulai kehabisan jalan.
CEO Crypto Banter, Ran Neuner, menambahkan bahwa titik terendah tercipta ketika yang terkuat bertahan. Kedua pendapat ini menganggap kepergian exchange tersebut bersifat permanen.
Asumsi itulah yang terpatahkan pada hari Jumat. Salah satu exchange yang disebut analis sudah mencapai titik terendah kini sedang mencari cara untuk kembali membuka trading-nya.
BitMEX Tetap Pergi
BitMEX tetap pada keputusannya. Exchange derivatif ini masih akan ditutup pada 23 September setelah melakukan peninjauan strategi, menandai berakhirnya perjalanan selama 11 tahun.
Mereka sudah mengembalikan saldo BMEX yang di-staking. Akun terverifikasi yang masih menyimpan dana di platform kini dikenakan biaya bulanan, sehingga mendorong pengguna untuk menarik dana, bukan tetap tinggal.
Kedua exchange mengumumkan rencana keluarnya hanya berselang tiga hari. Keduanya juga menggunakan bahasa yang hampir sama tentang strategi. Tapi hanya satu yang berupaya mencari cara untuk kembali beroperasi.
Mengapa Pengguna Tidak Merayakan
Pemberitahuan bulan Juli menjanjikan layanan penarikan akan tetap terbuka. Tapi banyak pengguna menyebut kenyataannya tidak demikian.
Penarikan Ethereum melonjak ke level tertinggi sejak 2026 saat orang-orang bergegas menarik dana. Pada pertengahan Agustus, para trader mulai melaporkan penarikan diblokir dan eks karyawan menyatakan gaji mereka tidak dibayarkan.
Pendiri Sheldon Xia membantah tuduhan soal penarikan dana dan menyebutnya rekayasa, serta mengancam akan membuat laporan ke polisi. Ia tidak memberikan detail cadangan dana atau jadwal pembayaran kepada pengguna. Investigator ZachXBT meminta dia mengembalikan dana milik pengguna, bukan hanya membuat pernyataan di media sosial.
Ada sejarah di sini. Hacker menguras sekitar US$196 juta dari dua hot wallet BitMart pada Desember 2021. Perusahaan keamanan Peckshield pertama kali mengumumkan pelanggaran ini.
BitMart berjanji akan mengganti kerugian para korban. Namun, beberapa minggu kemudian, para pengguna menuturkan dana tersebut belum juga diterima.
CEO Sudah Pergi Sebelumnya
Ada satu fakta lagi yang membuat situasi makin rumit. Nenter Chow diangkat jadi CEO global BitMart pada April 2025, ketika Xia mundur dan menjadi presiden grup.
Chow mengungkapkan bahwa ia dipecat pada 24 Juli, dua hari sebelum pengumuman penutupan disampaikan.
“Sejak 24 Juli saya sudah tidak memiliki peran dalam manajemen atau pengambilan keputusan perusahaan dan saya tidak diajak berdiskusi mengenai urusan operasional apa pun,” terang dia di akun X miliknya.
Jadi, keputusan untuk menutup exchange diambil tanpa CEO yang masih menjabat. Lalu, keputusan untuk mungkin membuka kembali exchange datang dari kelompok yang sama, empat minggu sesudahnya.
Semuanya belum pasti. BitMart menyebut rencana itu masih berstatus potensi dan berjanji akan memberikan roadmap pada 9 September.
Ujiannya sederhana. Jika roadmap itu memuat alamat wallet, total cadangan, serta tanggal pembayaran, restart benar-benar nyata. Tapi jika hanya berisi paragraf niat saja, pengguna masih punya waktu sampai 26 Agustus untuk menarik dana mereka.











