Walaupun Ethereum (ETH) telah turun di bawah US$3.000, bahkan melewati harga pembukaannya di awal tahun 2026, aktivitas staking ETH justru mencetak rekor tertinggi. Salah satu peserta paling agresif adalah BitMine, perusahaan yang tercatat di NYSE (BMNR) dan dipimpin oleh CEO Tom Lee.
Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah BitMine bisa menjadi katalis besar untuk ETH, atau justru membawa risiko besar, terutama karena sentimen pasar yang dipenuhi rasa takut mulai kembali?
SponsoredBitMine Tingkatkan Akumulasi dan Staking Ethereum di Januari
BitMine baru saja mengumumkan bahwa mereka telah membeli lebih dari 40.000 ETH dalam seminggu terakhir. Berdasarkan data CoinGecko, perusahaan ini kini memegang lebih dari 4,2 juta ETH, yang nilainya lebih dari US$12,4 miliar. Jumlah ini mewakili lebih dari 3,5% dari total suplai Ethereum.
Langkah ini sejalan dengan tujuan BitMine sejak lama untuk menguasai 5% dari total suplai Ethereum.
Pada grafik terlihat akumulasi pembelian yang konsisten sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang, tanpa tanda-tanda melambat yang jelas.
CEO Tom Lee menyampaikan rasa percaya dirinya yang tinggi terhadap masa depan Ethereum setelah mendengarkan diskusi para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan di Davos.
Sponsored Sponsored“Pada tahun 2016, cerita Davos adalah tentang AI dan revolusi industri keempat. Selama dekade berikutnya, AI dan data center berkembang pesat, banyak negara mengubah strategi mereka. Sepuluh tahun kemudian, 2026 menjadi tahun saat pembuat kebijakan dan pemimpin dunia memandang aset digital sebagai pusat sistem keuangan masa depan. Seperti yang Larry Fink pernah sampaikan, ini sangat positif untuk smart blockchain. Ethereum tetap menjadi blockchain paling banyak digunakan di Wall Street dan yang paling andal, tanpa downtime sejak awal peluncurannya,” terang Lee .
Selain itu, Lookonchain mengungkapkan bahwa Tom Lee lewat BitMine telah men-stake tambahan 209.504 ETH—bernilai sekitar US$610 juta—dalam satu hari. Total ETH yang di-stake BitMine kini mencapai 2.218.771 ETH, senilai sekitar US$6,52 miliar. Jumlah ini mewakili lebih dari 52% dari total kepemilikan ETH perusahaan tersebut.
Sementara itu, data Validator Queue menunjukkan antrean masuk ETH untuk partisipasi validator telah mencapai rekor tertinggi, melebihi 3,3 juta ETH.
Laporan BeInCrypto sebelumnya menunjukkan bahwa total ETH yang di-stake telah melampaui 36 juta, setara 30% dari total suplai. Jika ETH yang sedang mengantre masuk validator dihitung, angka ini bisa segera mendekati 40 juta ETH.
Sponsored SponsoredApa Prediksi Analis tentang Dampak BitMine pada Harga ETH?
Analis Milk Road menyampaikan bahwa satu entitas, BitMine, mengontrol sekitar 3,52% suplai sirkulasi Ethereum. Strategi BitMine tak hanya sekadar “beli dan simpan.” Perusahaan ini fokus pada akumulasi dalam skala besar yang digabungkan dengan menghasilkan yield lewat staking. Skala pembelian ini menciptakan permintaan berkelanjutan yang membantu menjaga harga ETH di dalam channel naik.
“Inilah jenis akumulasi institusi yang menjaga $ETH tetap di dalam channel naiknya. Lebih penting lagi, ini membantu menarik harga kembali ke channel tersebut saat terjadi guncangan makro yang sesaat membuatnya keluar,” papar Milk Road .
Data on-chain mendukung pandangan ini. Ketika suplai ETH di pasar spot berkurang akibat akumulasi dan staking yang meningkat, dukungan harga semakin kuat.
SponsoredMeski begitu, para analis juga mengingatkan risiko besar akibat konsentrasi berlebihan. BitMine mulai membeli ETH pada Juli 2025, namun sejak puncak Agustus, ETH telah turun lebih dari 40%.
Berdasarkan keterbukaan BitMine, rata-rata biaya kepemilikan ETH mereka adalah US$2.839 per ETH. Dengan harga ETH saat ini mendekati US$2.900, perusahaan hanya mendapat margin keuntungan tipis dan bisa dengan cepat mengalami kerugian jika tren penurunan berlanjut.
Analis di Seeking Alpha berpendapat bahwa eksposur berlebihan terhadap ETH menciptakan risiko ekstrem, apalagi jika digabungkan dengan potensi dilusi saham.
“Manajemen mendorong para pemegang saham agar menyetujui amandemen anggaran dasar yang meningkatkan jumlah saham sah dari 500 juta menjadi 50 miliar. Meski otorisasi ini tidak menjamin penerbitan langsung, tapi pada dasarnya memberi lampu hijau bagi manajemen untuk menerbitkan saham baru dalam jumlah nyaris tak terbatas,” papar analis RI Research dari Seeking Alpha .
Rapat pemegang saham terbaru juga menuai kontroversi. CEO dan CFO yang baru diangkat tidak hadir, dan pembicara tamu yang dijanjikan pun tak tampak. Selain itu, investasi kontroversial senilai US$200 juta ke bisnis media MrBeast—yang tidak ada kaitannya dengan strategi utama blockchain BitMine—memunculkan kekhawatiran mengenai fokus dan prioritas alokasi modal manajemen.
Efektivitas jangka panjang strategi BitMine masih belum pasti. Tapi, ketika porsi kepemilikan Ethereum mereka mendekati 5% dari total suplai, perusahaan ini mulai menjadi variabel penting dalam dinamika harga ETH—yang sebaiknya investor pantau dengan cermat bersama perkembangan kondisi pasar yang lebih luas.