Bitcoin kembali berada di bawah tekanan berat, dan menurut Crypto Stasiak, pasar kini memasuki fase paling volatil dalam bear market. Sang analis menjelaskan bahwa data on-chain dan perilaku investor saat ini tidak menyisakan banyak keraguan mengenai arah jangka pendek. Pada saat yang sama, ia memaparkan di mana Bitcoin berpotensi menemukan bottom yang sesungguhnya serta bagaimana mempersiapkan diri menghadapi pergerakan berikutnya.
Pasar kripto saat ini benar-benar menguji kesabaran investor. Karena itu, lebih bijak menatap data ketimbang larut dalam emosi.
SponsoredData Pasar Kian Memburuk dan Minat Terus Melandai
Crypto Stasiak menyoroti bahwa penurunan pada akhir pekan membentuk dinding vertikal ke bawah pada open interest. Pada saat yang sama, indikator ini telah turun ke level April, yang menandakan volatilitas jauh lebih rendah. Dalam praktiknya, pasar kehilangan bahan bakar untuk pertumbuhan yang dinamis, sementara minat trading terus menyusut. Karena itu, reli yang terjadi saat ini cenderung lemah dan berumur pendek.
Heatmap distribusi pasokan menunjukkan terobosan pada level support kunci sekaligus keluarnya harga dari klaster pasokan utama. Yang penting, area ini kini berpotensi beralih fungsi menjadi resistance kuat apabila terjadi rebound. Volume penurunan terus meningkat, dan level support berikutnya ditembus tanpa perlawanan berarti. Semakin cepat proses ini terjadi, semakin sulit pula peluang kembali ke area US$90.000.
Sinyal capital turnover net menunjukkan arus keluar stablecoin terbesar sejak bottom bear market. Ini menandakan pelarian modal secara masif, bahkan dari aset yang selama ini dianggap relatif aman. Situasi seperti ini selalu mencerminkan tingkat kegelisahan tinggi serta minimnya kepercayaan terhadap pasar. Bagi banyak investor, kondisi tersebut menjadi sinyal peringatan agar tidak mengambil keputusan tergesa-gesa.
Bitcoin Tertekan Likuidasi dan Over-Leverage
Tinjauan breakdown pasokan berdasarkan usia menunjukkan bahwa long-term holder bukanlah penyebab penurunan harga terbaru. Sebaliknya, pasokan mereka justru menyusut, yang mengindikasikan mereka memilih tetap memegang koinnya. Masalah utama datang dari likuidasi massal posisi futures berleverage. Efek domino ini memicu pergerakan harga tajam tanpa adanya permintaan riil.
Likuiditas lokal saat ini membentang hingga sekitar US$64.000. Yang penting, pool likuiditas terbesar di bawah level tersebut sudah lebih dulu terserap. Namun, Crypto Stasiak memperkirakan aksi liquid grab masih mungkin terjadi di zona US$68.000–US$72.000. Kegagalan untuk kembali menembus US$70.000 akan mengonfirmasi skenario bearish lanjutan.
Analis tersebut secara tegas menyatakan bahwa kondisi ini membuka jalan menuju level yang jauh lebih rendah. Menurut pandangannya, penurunan di bawah US$50.000 kini menjadi sebuah kemungkinan. Bahkan, pasar berpotensi menguji area US$38.000–US$48.000. Pergerakan tersebut akan menjadi konsekuensi dari pembersihan leverage lanjutan:
Sponsored Sponsored“Secara tiba-tiba, US$48.000 atau bahkan US$38.000 untuk Bitcoin bisa menjadi kenyataan, bukan sekadar dongeng.”
Skenario ini tidak berarti akhir dari pasar, melainkan proses brutal untuk menyingkirkan weak hands.
ETF, MicroStrategy, dan Risiko Efek Domino pada Bitcoin
ETF Bitcoin kembali mencatat arus keluar modal. Pekan lalu menjadi yang terburuk sejak Februari 2025. Hal ini menunjukkan bahwa investor ritel kian gencar melakukan penjualan. Secara paradoks, kondisi ini justru dapat dipandang positif dalam jangka panjang.
Namun demikian, Crypto Stasiak menegaskan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertindak gegabah. Momentum penurunan masih terlalu kuat, dan volume belum menunjukkan tanda-tanda kehabisan pasokan. Hanya ketika pasar mulai tenang, strategi DCA secara perlahan akan menjadi masuk akal. Kesabaran dan manajemen modal menjadi kunci utama.
SponsoredMicroStrategy menjadi risiko tambahan. Harga rata-rata pembelian Bitcoin oleh perusahaan milik Michael Saylor tersebut berada di sekitar US$76.000. Perusahaan itu telah dua kali berada di posisi rugi pada level harga saat ini. Jika penurunan berlanjut, MicroStrategy bisa terpaksa menjual sebagian BTC-nya, yang berpotensi memicu gelombang kepanikan baru.
Langkah semacam itu dapat memicu longsoran likuidasi dan mempercepat penurunan menuju kisaran US$38.000–US$48.000. Karena itu, pasar terus memantau perilaku para pemain besar. Setiap keputusan mereka berpotensi memperkuat tren negatif yang sedang berlangsung.
Strategi DCA, Ether, dan Altcoin di Bear Market yang Dalam
Crypto Stasiak menjelaskan secara gamblang pendekatannya terhadap pembelian spot. Ia melihat titik masuk DCA pertama untuk Bitcoin berada di sekitar US$74.000. Namun, paket terkuat justru ia rencanakan jauh lebih rendah, yakni di zona US$57.000, US$48.000, dan US$38.000. Setiap entry hanya akan menggunakan sekitar 5–10% dari total modal.
Sponsored SponsoredUntuk Ether, analis tersebut telah melakukan pembelian spot pertamanya di US$2.250. Level ini telah lama ia anggap sebagai zona jangka panjang yang masuk akal. Meski demikian, ia menekankan bahwa langkah ini bukan berarti akhir dari penurunan. Pasar masih berpotensi mengejutkan dengan tingkat volatilitasnya.
Altcoin terlihat sangat lemah, dan struktur teknikalnya terus memburuk. Total 3 telah menembus level kunci 823 dan bergerak lebih rendah. Dalam kondisi seperti ini, modal biasanya mencari perlindungan atau menunggu fase kepanikan. Keuntungan terbesar justru lahir di bear market, bukan saat euforia bull market.
Di sini, Crypto Stasiak kembali mengingatkan aturan dasar bagi pemula:
- jangan gunakan leverage di kala bear market
- beli secara bertahap, tidak sekaligus
- pertahankan rencana dan level DCA
- terima volatilitas sebagai bagian dari pasar
Apakah ini berarti Bitcoin ditakdirkan untuk terus turun? Meski risiko jangka pendek masih tinggi, dalam jangka panjang fase-fase seperti ini justru menciptakan peluang terbaik. Apakah ketakutan itu beralasan? Rasa takut memang wajar, namun data menunjukkan bahwa ketakutan kerap melahirkan keuntungan di masa depan.
Crypto Stasiak menyimpulkan bahwa bear market memang semakin intens, tetapi pada saat yang sama, pasar mulai mendekati zona-zona yang menawarkan nilai. Over-leverage dan likuidasi mendorong penurunan, namun sering kali diikuti oleh rebound. Kepala dingin dan konsistensi pada rencana tetap menjadi kunci.
Bagaimana pendapat Anda tentang analisis Crypto Stasiak mengenai potensi level bottom Bitcoin di bear market kali ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!